Kemenkes RI Siap Hadapi Wabah Pneumonia dari China

Selasa, 21 Januari 2020 - 13:30 WIB
Kemenkes RI Siap Hadapi...
Kemenkes RI Siap Hadapi Wabah Pneumonia dari China
A A A
JAKARTA - Dunia sedang dikejutkan oleh kabar mengenai wabah penyakit pneumonia akibat coronavirus yang ditemukan di Wuhan, China. Menanggapi hal ini, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siswanto menyatakan bahwa Indonesia siap untuk mengantisipasi wabah tersebut.

''Siap (mengidentifikasi), kan punya lab. Lab-labnya sederhana, itukan labnya biomonokuler, pemeriksaannya dengan PCR yakni suatu reaksi untuk mengidentifikasi DNA dan RNA. Udah siap itu,'' kata Siswanto.

Siswanto menambahkan, untuk mengantisipasi wabah tersebut, dapat dilakukan dengan mengedepankan pendekatan 3 pilar yakni kemampuan mencegah dengan memperbaiki perilaku dan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tersebut. Kemampuan mendeteksi ditingkatkan terutama lewat pintu-pintu masuk negara.

Hal ini harus adanya dukungan oleh kemampuan rumah sakit maupun klinik-klinik untuk dikirim ke laboratorium yang mampu. Kemampuan merespon penting kaitannya dengan penanganan layanan kesehatan, dan tentunya harus proporsional sehingga tidak menimbulkan ketakutan.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Vivi Setiawaty bahwa laboratorium untuk mengantisipasi new emegency telah siap. Hingga kini, jejaring juga sudah dibentuk, diperkuat dan diperluas mulai dari universitas, lembaga penelitian dan rumah sakit yang akan membantu mengambil spesimen-spesimen dari kasus yang dicurigai.

Pada tanggal 31 Desember 2019, Pemerintah China melaporkan kasus tersebut ke Badan Kesehatan Dunia (WHO) Western Pacific Regional Office di Manila. Pada 5 Januari, WHO mengeluarkan statemen pertama, saat ini beberapa kasus sudah muncul tapi belum diketahui penyebabnya. Pada tanggal 12 Januari disebutkan bahwa penyebabnya adalah Novel Coronavirus.

Virus korona bisa menyebabkan penyakit yang ringan sampai berat. Saat ini paling banyak dibicarakan adalah MERS-CoV dan SARS-CoV yang masih dalam satu kelurga. Virus korona pada dasarnya berasal dari hewan kemudian pindah ke manusia, dan 80% penyakit baru berasal dari zoonosis.

Pemerintah China yang menyelidiki wabah pneumonia ini telah menyebutkan bahwa penyakit itu bisa menular melalui manusia. Namun, penularan itu bisa dicegah jika semua orang meningkatkan kewaspadaan mereka. Sejauh ini, penyakit tersebut telah menewaskan 4 orang. Salah satu pejabat China yang menangani kasus itu, Zhong Nanshan, mengatakan, selama pencegahan dilakukan, tidak ada bahaya berulangnya epidemi SARS yang menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia pada 2002—2003. Wabah itu awalnya berasal dari China.

“Butuh dua pekan untuk mengidentifikasi novel coronavirus,” ujar Zhong yang dikutip Xinhua.

Sampai saat ini, wabah itu masih dalam tahap awal. Dia menambahkan, China memiliki sistem pengawasan dan karantina yang baik untuk membantu mengontrolnya.

Pada Senin (20/1), WHO menyebutkan, wabah itu sepertinya berasal dari sumber hewan. Menurut mereka, penularan terbatas antarmanusia bisa terjadi jika ada kontak secara dekat. Sejauh ini, WHO belum merekomendasikan larangan perdagangan atau perjalanan. Namun, ssatu panel pakar independen bisa membuat rekomendasi lain untuk membatasi penularannya.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Kemenkes Sebut 6 Kabupaten/Kota...
Kemenkes Sebut 6 Kabupaten/Kota Berhasil Eliminasi Kasus Malaria
Kementerian Kesehatan...
Kementerian Kesehatan Gandeng Google Cloud Kembangkan AI Generatif untuk Transformasi Layanan Kesehatan
Bupati Suwirta Menandatangani...
Bupati Suwirta Menandatangani MoU dengan Kementerian Kesehatan
Kementerian Kesehatan...
Kementerian Kesehatan Setujui PSBB di Kota Tegal
Kementerian Kesehatan...
Kementerian Kesehatan Setujui Penerapan PSBB di Makassar
Berita Terkini
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
5 jam yang lalu
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
6 jam yang lalu
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
7 jam yang lalu
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
8 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
8 jam yang lalu
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved