Menangani Penderita Virus Corona, Kenali Gejalanya Lebih Dini

Kamis, 30 Januari 2020 - 08:33 WIB
Menangani Penderita...
Menangani Penderita Virus Corona, Kenali Gejalanya Lebih Dini
A A A
VIRUS Corona menyebabkan demam, lemas, kesulitan bernapas, hingga membuat penderita infeksi berat berujung meninggal. Tindakan medis apa saja yang bisa dilakukan jika mengalami gejala penyakit ini?

Dunia tengah digemparkan kasus Virus Corona yang sudah menjangkiti lebih dari 200 orang di China dan mulai menyebar ke negara Asia lainnya. Menurut Dokter Spesialis Paru RS Awal BrosBekasi Timur dr Annisa Sutera Insani SpP, Corona merupakan virus yang ditransmisikan secara zoonotic, yaitu dari hewan ke manusia.

Pada kejadian luar biasa di Wuhan, China, sebagian besar pasien pneumonia memiliki kesamaan pernah bepergian ke pasar hewan laut. Infeksi ini mungkin dapat terjadi karena faktor higienitas dan kondisi pasien yang immunocompromised (memiliki masalah sistem imun). “Virus Corona merupakan bagian dari virus yang menyebabkan spektrum penyakit dari melasma hingga penyakit yang lebih berbahaya seperti MERS-CoV dan Severe Acute Respiratory Syndrome(SARS-CoV). Virus ini dapat menular melalui riwayat kontak dan udara,” tutur dr Annisa.

Tindakan medis pertama yang dapat dilakukan jika seseorang mengalami gejala terjangkit Virus Corona yaitu melakukan foto toraks. Jika hasil foto toraks sesuai gambaran pneumonia dan ada kriteria suspek (terduga), sebaiknya lakukan uji diagnostik melalui swab tenggorokan atau pemeriksaan dahak.

Menurut dr Annisa, sebaiknya pasien yang mengalami gejala Virus Corona dirujuk ke rumah sakit rujukan. Jika tidak bisa dirujuk, segera kunjungi rumah sakit lain dan sebaiknya pasien harus dirawat di ruang isolasi dan lakukan foto toraks berkala, terapi simptomatik (terapi yang dilakukan berdasarkan gejala yang dialami), terapi cairan, dan ventilator mekanik (bila terjadi gagal pernapasan).

“Jika gejala yang dialami disertai infeksi bakteri, pasien dapat diberikan antibiotik,” kata dr Annisa. Dia melanjutkan, nCoV atau Virus Corona jenis terbaru ini merupakan virus yang dapat menyebabkan pneumonia. “Nama penyakitnya pneumonia, sedangkan penyebabnya Virus Korona,” tambahnya.

Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia, atau kerusakan fisik paru. Gejala pneumonia secara umum yaitu demam, batuk berdahak, sesak napas, atau napas terasa berat.

Secara umum, pneumonia dapat menimbulkan infeksi berat (sepsis), kondisi shock, gagalnapas, hingga meninggal. Terdapat beberapa vaksin pneumonia untuk mencegah pneumonia. Namun, vaksin tersebut tidak bisa mencegah pneumonia yang sedang outbreak saat ini (nCoV).

Beberapa vaksin yang dimaksud seperti vaksin Pneumokokus (PCV -Pneumococcal Conjugate Vaccine), PCV13 (merek dagang Prevnar), Pneumokokus PPSV23 (nama dagang Pneumovax 23), dan vaksin Hib.

Sementara itu, drFeni Fitriani SpP (K) MPd.Ked, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Konsultan Paru Kerja dan Lingkungan RS Pondok Indah, Bintaro Jaya, menyampaikan, penyakit ini dapat menyerang orang disegala usia. Namun, anak kecil, ibu hamil, dan lansia harus lebih waspada. “Sebab, kekebalan tubuh mereka tidak sebaik kekebalan tubuh orang di usia produktif,” kata dr Feni.

Kementerian KesehatanRepublik Indonesia melalui Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) telah memberi imbauan sebagai langkah pencegahan penularan penyakit ini. Diantaranya, menjaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan kaya serat dan vitamin, istirahat cukup, menggunakan masker bila beraktivitas di luar ruangan, dan mencuci tangan saat bepergian, terutama ketika berkunjung atau kembali dari negara terjangkit.

Mengenai vaksin, dr Feni menjelaskan, belum ada vaksin khusus untuk mencegah virus penyebab wabah pneumonia saat ini. “Hal ini karena pneumonia pada kasus outbreak saat ini disebabkan Virus Corona jenis baru,” ucapnya. Walaupun belum ada obatnya, dengan menjaga daya tahan tubuh dan menjalani perilaku hidup bersih serta gaya hidup sehat, kita dapat mencegah penyebaran penyakit ini lebih luas.
(ysw)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
54 menit yang lalu
Momen Middleton Bertemu...
Momen Middleton Bertemu Mantan Pacarnya di Pernikahan Peter Phillips
1 jam yang lalu
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
1 jam yang lalu
Tak Hanya Cantik, Audisi...
Tak Hanya Cantik, Audisi Miss Indonesia 2026 Mencari Talenta Terbaik Mulai dari Manner Impressive hingga Smart Social
2 jam yang lalu
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
2 jam yang lalu
Geram Difitnah Somasi...
Geram Difitnah Somasi Ibu, Ratu Sofya Resmi Laporkan Produser Film ke Polda Metro Jaya
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved