WHO Umumkan Nama Resmi Coronavirus: COVID-19

Rabu, 12 Februari 2020 - 10:30 WIB
WHO Umumkan Nama Resmi...
WHO Umumkan Nama Resmi Coronavirus: COVID-19
A A A
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan nama resmi untuk coronavirus yang mematikan dan pertama kali diidentifikasi di China yaitu COVID-19. Hal ini diungkapkan oleh Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss, kemarin.

"Kami sekarang memiliki nama untuk penyakit ini dan itu adalah COVID-19. "Co" berarti corona, "vi" untuk virus, dan "d" untuk penyakit," kata Ghebreyesus seperti dilansir dari laman Channel News Asia.

WHO mengungkapkan, harus menemukan nama yang tidak merujuk ke lokasi geografis, hewan, individu, ataupun kelompok orang, dan nama yang juga dapat diucapkan serta terkait dengan penyakit tersebut. Hal ini sesuai dengan pedoman yang sudah disepakati antara WHO dan antarpemerintah lain.

Dr. Ghebreyesus menjelaskan tentang pentingnya memiliki nama resmi untuk virus tersebut. Di mana pemberian nama dapat membantu mencegah penggunaan nama lain yang bisa tidak akurat atau menstigmatisasi.

"Ini juga memberi kita format standar untuk digunakan pada wabah coronavirus di masa depan," jelasnya.

WHO sebelumnya memberi virus itu nama sementara sebagai penyakit pernapasan akut 2019-nCoV.

Di sisi lain, Komisi Kesehatan Nasional China minggu ini mengatakan, sementara waktu menyebut coronavirus sebagai pneumonia coronavirus.

Berbicara pada hari pertama konferensi ilmiah internasional di Jenewa yang akan melihat kemungkinan opsi vaksin untuk memerangi virus, Dr. Ghebreyesus juga mengatakan, dirinya melihat peluang realistis untuk menghentikan wabah.

"Jika berinvestasi sekarang, kita memiliki peluang yang realistis untuk menghentikan wabah ini. Kita bukan tidak berdaya," ujarnya.

"Kita harus menggunakan jendela peluang saat ini untuk memukul keras dan berdiri bersama demi melawan virus ini di setiap sudut. Jika tidak, kita bisa memiliki lebih banyak kasus dan biaya yang jauh lebih tinggi," tambahnya.

Menurut Dr. Ghebreyesus, vaksin pertama yang menargetkan coronavirus dapat tersedia dalam 18 bulan. "Jadi kita harus melakukan semuanya hari ini menggunakan senjata yang tersedia", tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, coronavirus diidentifikasi di Wuhan, China, pada 31 Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke lebih dari 20 negara. Selain itu, lebih dari 1.000 orang dinyatakan meninggal dan lebih dari 43.000 orang telah terinfeksi, sebagian besar tinggal di China.
(tsa)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Microdrama AI Second...
Microdrama AI Second Crown Tayang di V+Short, Drama Kerajaan yang Bikin Nagih
40 menit yang lalu
Tamara Tyasmara Mimpi...
Tamara Tyasmara Mimpi Didatangi Dante, Lalu Temukan Fakta Ini
1 jam yang lalu
BTS Jadi Magnet di Final...
BTS Jadi Magnet di Final Piala Dunia 2026, Justin Bieber hingga Tom Cruise Datang Menyapa
1 jam yang lalu
My Chef In Crime Segera...
My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+: Indonesias First Culinary Crime Thriller yang Wajib Masuk Watchlist!
1 jam yang lalu
Nathalie Holscher Siap...
Nathalie Holscher Siap Menikah dengan Arpat, Akad Nikah Digelar Besok
2 jam yang lalu
Wujudkan Rencana Liburan...
Wujudkan Rencana Liburan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
2 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved