Tak Ada Kasus Covid-19 di Indonesia, Begini Alur Pemeriksaan Lab Balitbangkes

Rabu, 12 Februari 2020 - 13:45 WIB
Tak Ada Kasus Covid-19...
Tak Ada Kasus Covid-19 di Indonesia, Begini Alur Pemeriksaan Lab Balitbangkes
A A A
JAKARTA - Hingga 10 Februari 2020 pukul 18.00 WIB, ada 64 spesimen Covid-19 yang dikirim dari 16 provinsi ke Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Hasilnya, sebanyak 62 spesimen negatif Covid-19 dan dua spesimen masih dalam proses pemeriksaan.

Ke-16 provinsi itu adalah DKI Jakarta 14 spesimen, Bali 11 spesimen, Jawa Tengah 7 spesimen, Jawa Barat 6 spesimen, Jawa Timur 6 spesimen, Banten 4 spesimen, Sulawesi Utara 4 spesimen, DIY 3 spesimen, Kalimantan Timur 2 spesimen, Jambi 1 spesimen, Papua Barat 1 spesimen, NTB 1 spesimen, Kepulauan Riau 1 spesimen, Bengkulu 1 spesimen, Kalimantan Barat 1 spesimen, dan Sulawesi Tenggara 1 spesimen.

Prosedur pemeriksaan spesimen yang dilakukan di Lab Badan Litbangkes, Kemenkes, ini sudah sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed mengatakan, pemeriksaan spesimen mengikuti standar WHO dan dikerjakan di Lab Biosafety Level (BSL) 2.

“Itu sudah ada pedomannya dan semua negara menggunakan BSL 2. Kita tidak keluar dari alur minimal yang ditetapkan WHO,” kata Vivi di Jakarta melalui keterangan resmi yang diterima SINDOnews, kemarin.

Di Lab Litbangkes, lanjut Vivi, terdapat fasilitas BSL 2, BSL 3, dan Lab Biorepository untuk penyimpanan materi genetik, juga spesimen klinis dari pasien. Alat dan kemampuan di Lab Litbangkes tersebut sudah terstandar oleh WHO.

“Setiap tahun WHO melakukan quality assurance atau akreditasi ke lab kami, dan tiap tahun memang ada orang dari WHO datang untuk akreditasi lab,” sebut Vivi.

Prosedur pemeriksaan spesimen di Lab Badan Litbangkes mulai dari penerimaan spesimen, pemeriksaan spesimen, hingga pelaporan. Pada tahap penerimaan spesimen, spesimen diambil dari pasien di rumah sakit rujukan, kemudian dikirim ke Lab Badan Litbangkes. Spesimen yang diterima Lab Badan Litbangkes tidak cuma 1, tapi minimlal 3 spesimen dari 1 pasien.

Kemudian masuk pada tahap pemeriksaan spesimen. Pada tahapan ini, spesimen yang diterima Lab Badan Litbangkes diekstraksi untuk diambil RNA-nya. Setelah RNA didapat lalu dicampurkan dengan reagen untuk pemeriksaan dengan metode Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (PCR).

PCR merupakan pemeriksaan dengan menggunakan teknologi amplifikasi asam nukleat virus untuk mengetahui ada-tidaknya virus atau DNA virus. Untuk mengetahui genotipe virus yang menginfeksi bisa dilakukan sekuensing. Setelah itu dimasukkan ke mesin yang gunanya untuk memperbanyak RNA supaya bisa dibaca oleh spektrofotometer. Hasilnya akan didapat positive control dengan gambaran kurva sigmoid, sedangkan negative control tidak terbentuk kurva (mendatar saja).

Ini adalah satu quality assurance untuk memastikan apa yang diperiksa itu benar atau tidak, kemudian ada kontrol lain. Jadi untuk pemeriksaan spesimen banyak hal yang harus terpenuhi sebelum menyatakan bahwa sampel yang diperiksa positif atau negatif.

“Jadi kalau positif, dia (sampel) harus menyerupai positive control-nya. Jadi selama ini spesimen yang diperiksa negatif karena semua datar menyerupai negative control-nya,” jelas Vivi.

Setelah itu masuk pada tahap pelaporan. Vivi mengatakan, memang ada alur yang harus dilakukan untuk sampai pada pelaporan hasil.

"Kita semua bekerja sesuai pedoman WHO, bahwa pengambilan spesimen tidak dilakukan sekali tapi beberapa spesimen pada satu orang pasien,” tandasnya.
(tsa)
Berita Terkait
Bupati Suwirta Menandatangani...
Bupati Suwirta Menandatangani MoU dengan Kementerian Kesehatan
Kementerian Kesehatan...
Kementerian Kesehatan Setujui Penerapan PSBB di Makassar
Kementerian Kesehatan...
Kementerian Kesehatan Setujui PSBB di Kota Tegal
Kementerian Kesehatan...
Kementerian Kesehatan Setujui Penerapan PSBB di Gowa
Kemenkes Sebut 6 Kabupaten/Kota...
Kemenkes Sebut 6 Kabupaten/Kota Berhasil Eliminasi Kasus Malaria
Kampanye Kesehatan Kementerian...
Kampanye Kesehatan Kementerian Arab Saudi kepada Jemaah Haji Indonesia
Berita Terkini
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
2 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
3 jam yang lalu
Jangan Tunggu Sampai...
Jangan Tunggu Sampai Hari H! Ini 5 Persiapan Uang yang Bikin Pensiun Makin Nyaman
3 jam yang lalu
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
5 jam yang lalu
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
5 jam yang lalu
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Hotel dan Resor Ini Hadirkan Program Unik bagi Keluarga
6 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved