Sarapan Lebih Menyehatkan daripada Makan Malam

Senin, 24 Februari 2020 - 21:32 WIB
Sarapan Lebih Menyehatkan...
Sarapan Lebih Menyehatkan daripada Makan Malam
A A A
JAKARTA - Tahukah Anda bahwa sarapan bisa mencegah risiko obesitas dan gula darah tinggi daripada makan malam besar? Sesuai temuan penelitian terbaru yang diterbitkan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, para peneliti di University of Lubeck di Jerman telah menemukan bahwa tubuh tampaknya lebih baik dalam mengolah makanan di pagi hari.

Menurut para peneliti, tubuh mengeluarkan energi ketika mencerna makanan untuk penyerapan, pencernaan, transportasi dan penyimpanan nutrisi. Proses ini dikenal sebagai diet-induced thermogenesis (DIT), yakni ukuran seberapa baik metabolisme bekerja dan dapat berbeda tergantung pada waktu makan.

"Hasil kami menunjukkan bahwa makan dimakan untuk sarapan, terlepas dari jumlah kalori yang dikandungnya, menciptakan termogenesis yang diinduksi diet dua kali lebih tinggi dari pada makanan yang sama yang dikonsumsi untuk makan malam," kata Juliane Richter, penulis dari Universitas. Lubeck di Jerman.

"Temuan ini penting bagi semua orang karena menggarisbawahi nilai cukup makan saat sarapan," tambah Richter.

Untuk hasilnya, para peneliti melakukan studi laboratorium tiga hari terhadap 16 pria yang mengonsumsi sarapan rendah kalori dan makan malam berkalori tinggi, dan sebaliknya di babak kedua. Mereka menemukan konsumsi kalori identik menyebabkan DIT 2,5 kali lebih tinggi di pagi hari daripada di malam hari setelah makan tinggi kalori dan rendah kalori.

Peningkatan gula darah dan konsentrasi insulin yang dipicu oleh makanan berkurang setelah sarapan dibandingkan dengan makan malam, kata studi tersebut. Hasilnya juga menunjukkan makan sarapan rendah kalori meningkatkan nafsu makan, khusus untuk permen.

"Kami merekomendasikan bahwa pasien dengan obesitas serta orang sehat makan sarapan besar daripada makan malam besar untuk mengurangi berat badan dan mencegah penyakit metabolisme," kata Richter.

Studi yang dilakukan di University of Lubeck di Jerman Utara adalah lembaga penelitian yang berfokus hampir seluruhnya pada kedokteran dan ilmu pengetahuan.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Chicco Jerikho dan Marsha...
Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Ungkap Tantangan Beradu Akting di Sinetron Terlanjur Mencintaimu
4 menit yang lalu
Sinopsis, Pemain, dan...
Sinopsis, Pemain, dan Link Nonton Wedding Agreement di VISION+
37 menit yang lalu
Sinetron Terlanjur Mencintaimu...
Sinetron Terlanjur Mencintaimu Akan Warnai Layar Kaca Pemirsa RCTI, Berikut Sinopsisnya
1 jam yang lalu
AQUA Sukses Redakan...
AQUA Sukses Redakan Dahaga Penonton yang Seru-seruan Bareng Idola di Musiczone Sarinah
1 jam yang lalu
Liburan Praktis ke Korea...
Liburan Praktis ke Korea untuk Menjelajahi Destinasi Populer dan Autentik
1 jam yang lalu
Tio Pakusadewo Belum...
Tio Pakusadewo Belum Jalani Operasi Katup Jantung, Dewi Irawan Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Doa Malam Nisfu Syaban...
Doa Malam Nisfu Syaban Setelah Membaca Surat Yasin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved