Terapi Relaksasi Dorong Penyembuhan Penyakit dan Bangkitkan Optimisme

Selasa, 25 Februari 2020 - 18:03 WIB
Terapi Relaksasi Dorong...
Terapi Relaksasi Dorong Penyembuhan Penyakit dan Bangkitkan Optimisme
A A A
JAKARTA - Melalui relaksasi yang tepat, tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang berguna untuk mengurangi rasa sakit dan memicu perasaan senang, tenang, atau bahagia. Hormon yang terdiri dari neuropeptida opioid endogen ini diproduksi oleh sistem saraf pusat dan kelenjar hipofisis.

Dr. Andreas FK, mengatakan hormon endorfin adalah zat kimia yang diproduksi sendiri oleh tubuh dan memiliki efek mengurangi rasa sakit dan memicu perasaan senang, tenang, atau bahagia. Namun hal itu, banyak orang tidak memahaminya.

“Pengalaman Andrenalin pasien kanker darah di RS Harapan Kita, Jakarta, melukiskan betapa pasca melakukan terapi relaksasi, bukan saja perlahan leukositnya naik, tapi ia juga memiliki semangat hidup untuk sembuh,” kata Andreas dalam keterangannya, Selasa (25/2/2020).

Hal serupa juga dialami Harry, yang mengalami sakit di bagian tulang kaki dan tulang belakang yang membuatnya kesulitan berdiri. "Berdiri sebentar saja, saya sudah rasa sakit. Harus buru-buru cari tempat duduk karena khawatir jatuh," ungkap pria berusia 89 tahun ini.

Namun, setelah di terapi, tubuhnya pulih dan tulang-tulangnya sudah kuat menopang tubuhnya. Kini, ia sudah bisa berolahraga. dr Andreas FK mengatakan, untuk mencapai relaksasi yang tinggi, banyak orang harus dituntun oleh terapis.

“Sebenarnya tiap orang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, ada kekuatan untuk memyembuhkan dari dalam diri sendiri. Namun, potensi tersebut harus digali," kata Andreas.

Metode terapi yang telah ia jalankan bertahun-tahun ini terbukti mampu bukan saja menyembuhkan orang yang sakit, tapi juga membantu menyelesaikan berbagai masalah hidup.

Andreas melanjutkan, satu kliennya, Sebastien Francois, WN Perancis yang mengalami stres berat karena anaknya hilang, sehingga membuatnya tidak bisa tidur berhari-hari dan mengakibatkan emosinya meninggi.

Ketoka menjalani terapi, bukan saja ia bisa tidur, namun hati menjadi damai, pikiran tenang. Selang beberapa hari semenjak diterapi, ia bisa berjumpa dan berkumpul kembali dengan anak laki-lakinya dalam keadaan sehat.

Andreas FK menambahkan, dalam melakukan relaksasi, yang dibutuhkan hanya kemauan dan keyakinan bahwa apapun penyakit yang dialami, bisa disembuhkan, apapun masalah yang dihadapi pasti ada jalan keluarnya.

Terapi ini, kata Andreas FK, biasanya diawali dengan mengatur pernapasan. "Saya selalu minta klien menarik nafas pelan-pelan dari hidung, menahan beberapa detik, lalu perlahan mengeluarkan lewat mulut sembari tersenyum. Itu saja, kalau benar dijalankan, sudah bisa memberikan kita ketenangan hati," ujar Andreas FK. Dilanjutkan dengan membuat pasien serileks mungkin (relaksasi).

Bagi Andreas FK, terapi ini merupakan Power of powerless (kekuataan dari ketidakberdayaan).

"Intinya kekuatan itu ada dalam diri tiap pribadi," ujarnya. Karena itu, siapapun bisa melakukan terapi ini, namun disarankan mengikuti training lebih dulu sehingga tata cara yang dijalankan bisa tepat.

Dikatakannya pula, terapi relaksasi tidak hanya untuk orang sakit saja, orang sehatpun banyak yang diterapi. Sebelum diterapi biasanya dilakukan konsultasi terlebih dahulu.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Microdrama Assassins...
Microdrama Assassin's Apprentice Falling for the Target: Misi Terakhir Sang Pembunuh Bayaran
33 menit yang lalu
Peluang Nikita Mirzani...
Peluang Nikita Mirzani Bebas Menguat, Ahli UU ITE Nilai Ada Salah Penerapan Hukum
53 menit yang lalu
Makin Hemat! ShopeePay...
Makin Hemat! ShopeePay Rilis Kampanye Pulsa & PLN Pasti Murah untuk Penuhi Kebutuhan Harianmu
1 jam yang lalu
Konser Isyana Sarasvati...
Konser Isyana Sarasvati di Kuala Lumpur Batal, Penjualan Tiket Tak Capai Target
2 jam yang lalu
12 Drama Korea Tayang...
12 Drama Korea Tayang Juli 2026, Lengkap dengan Sinopsis, Jadwal Tayang, dan Daftar Pemain
2 jam yang lalu
Andika Kangen Band Ingin...
Andika Kangen Band Ingin Punya Momongan Lagi, Akui Rindu Kehadiran Anak Kecil di Rumah
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved