alexametrics

Serangan Virus Corona Tumbangkan Festival Seni SIFA 2020

loading...
A+ A-
SINGAPURA - Pandemi virus corona baru atau Covid-19 yang terus menyebar di seluruh dunia, memaksa sejumlah negara membatalkan agenda hiburan dan keseniannya, dan salah satunya adalah Singapura. Negara tetangga Indonesia ini telah membatalkan dua acara dalam kalender seninya.

Terlepas dari langkah-langkah yang baru-baru ini diumumkan pemerintah untuk mengekang penyebaran Covid-19, Arts House Limited (AHL) dan Dewan Seni Nasional (NAC) telah melakukan pembatalan festival seni Singapore International Festival of Arts (SIFA) 2020. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah pernyataan yang dibuat pada awal pekan ini (23/3).

Pada saat yang hampir bersamaan, Singapore Repertory Theatre (SRT) juga membatalkan produksi War Horse-nya yang sangat dinanti-nantikan. Mereka membuat pengumuman ini melalui unggahan di Facebook.



SIFA pada awalnya dijadwalkan berlangsung 15-31 Mei 2020, sedangkan War Horse bakal dilangsungkan dari 23 April hingga 10 Mei. Penyelenggara SIFA mempertimbangkan langkah-langkah social distancing dan fakta bahwa acara tersebut akan menarik lebih dari 250 pemain serta pembatasan perjalanan udara lebih lanjut ke Singapura.

"Seluruh tim SIFA telah bekerja tanpa lelah selama tiga tahun untuk membawa festival ini kepada Anda. Untuk membuatnya tidak maju dua bulan sebelum itu terjadi tentu menyayat hati bagi kita semua, serta kekecewaan besar untuk semua seniman yang terlibat," kata Direktur Festival, Gaurav Kripalani seperti dilansir Channel News Asia.

"Tetapi kita semua sepenuhnya mendukung dan menyadari bahwa ini adalah waktu yang luar biasa yang membutuhkan tindakan luar biasa untuk menjaga semua orang aman," lanjutnya.

Kripalani juga sudah mengusulkan untuk terus bekerja dengan kelompok-kelompok seni lokal yang ditugaskan untuk SIFA. Kelompok-kelompok lokal dapat mencoba membawa program mereka kepada audiens melalui pengalaman baru yang tidak memerlukan kehadiran fisik, seperti siaran streaming online, profil di belakang layar, proses untuk pertunjukan, serta percakapan digital.

Sementara itu, SRT juga merilis pernyataan bahwa setelah menghabiskan bertahun-tahun mencoba membawa drama yang menakjubkan ini oleh Teater Nasional Inggris ke Singapura, tentu bukan keputusan yang mudah untuk membatalkannya. "Namun, mengingat ketidakpastian global dan meningkatnya keterbatasan, prioritas kami akan selalu menjadi kesehatan dan keselamatan pelanggan, staf, dan pemeran kami," sambung pernyataan resmi tersebut.

SRT dan Esplanade juga menyerukan sumbangan untuk mendukung industri seni di masa-masa sulit ini. Pengembalian uang penuh untuk SIFA dan War Horse akan tersedia untuk pemegang tiket saat ini.

(Deslita Krissanta Sibuea)
(nug)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak