WHO Uji Coba Solidarity untuk Perawatan Potensial Covid-19

Kamis, 26 Maret 2020 - 06:46 WIB
WHO Uji Coba Solidarity...
WHO Uji Coba Solidarity untuk Perawatan Potensial Covid-19
A A A
JAKARTA - Di tengah penyebaran coronavirus yang cepat di seluruh dunia, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah mengumumkan uji coba global besar, yang disebut Solidarity. Uji coba ini dilakukan untuk memulai proses menemukan perawatan potensial untuk penyakit Covid-19. Langkah ini dilihat sebagai bagian dari upaya agresif untuk mempercepat pencarian obat-obatan global untuk memerangi penyakit pernapasan yang mematikan tersebut.

Para ilmuwan di seluruh dunia telah mengerjakan berbagai perawatan, termasuk vaksin dan antivirus, dengan harapan menemukan obat untuk penyakit ini, yang telah merenggut setidaknya 14.396 jiwa di 171 negara. Menurut sebuah laporan di Scinemag, uji coba itu dapat mencakup ribuan pasien coronavirus di lusinan negara. Laporan itu mengatakan badan kesehatan PBB akan merancang uji coba dengan cara sederhana yang bahkan rumah sakit yang kewalahan dengan sejumlah besar kasus coronavirus dapat berpartisipasi.

Seperti dilansir Times Now News, untuk proyek ini, para peneliti WHO mencari untuk menggunakan kembali obat-obatan yang diketahui sebagian besar aman dan disetujui untuk kondisi lain. Empat terapi paling menjanjikan yang menjadi fokus peneliti di antaranya adalah remdesivir, senyawa antivirus eksperimental, chloroquine dan hydroxychloroquine (obat malaria).

Lopinavir dan ritonavir yaitu kombinasi dua obat HIV, ritonavir atau lopinavir dan interferon beta. Sementara kombinasi obat HIV, ketika diuji pada pasien Covid-19 dalam sebuah penelitian kecil di China, gagal memberikan hasil yang menjanjikan. WHO percaya bahwa uji coba besar dengan berbagai pasien lebih besar diperlukan. Untuk berpartisipasi dalam percobaan, dokter dapat memasukkan data pasien dengan kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di situs web WHO.

Subjek yang berpartisipasi dalam uji coba Solidarity juga harus menyebutkan kondisi mendasar seperti diabetes atau infeksi HIV yang dapat mengubah arah penyakit. Semua peserta harus menandatangani formulir informed consent yang dipindai dan dikirim ke WHO secara elektronik.

"Setelah itu, tidak ada lagi pengukuran atau dokumentasi yang diperlukan," kata Ana Maria Henao-Restrepo, seorang petugas medis di Departemen Vaksin dan Biologis WHO.

Dokter akan mencatat hari pasien meninggalkan rumah sakit atau meninggal, lama tinggal di rumah sakit, dan apakah pasien membutuhkan oksigen atau ventilasi. Sementara itu, laporan itu mencatat bahwa pola uji coba Solidarity dapat berubah setiap saat, menambahkan bahwa beberapa obat lain, termasuk favipiravir obat flu Jepang, dapat ditambahkan ke uji coba.
(nug)
Berita Terkait
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Virus Corona Terdeteksi...
Virus Corona Terdeteksi Ada di Udara
Israel Kembangkan Antibodi...
Israel Kembangkan Antibodi Virus Corona
Spanyol Perpanjang Keadaan...
Spanyol Perpanjang Keadaan Darurat Virus Corona
Peringatan WHO: Virus...
Peringatan WHO: Virus Corona Tidak Akan Pernah Punah
Berita Terkini
Kronologi ART Angel...
Kronologi ART Angel Lelga Ketahuan Mencuri, Berawal dari Cari Barang yang Mau Dipakai
1 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
11 jam yang lalu
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
12 jam yang lalu
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
12 jam yang lalu
Pecahkan Rekor, Ratusan...
Pecahkan Rekor, Ratusan Affiliator Lakukan Siaran Langsung Penjualan Bersama di Satu Lokasi
13 jam yang lalu
Apa Itu PCOS? Ini Gejala,...
Apa Itu PCOS? Ini Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kesuburan Wanita
13 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Jumat 19 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved