Masker Kain Jadi Pilihan Terakhir Cegah Penularan Covid-19

Rabu, 01 April 2020 - 14:02 WIB
Masker Kain Jadi Pilihan...
Masker Kain Jadi Pilihan Terakhir Cegah Penularan Covid-19
A A A
JAKARTA - Pandemi COVID-19 menyebabkan kelangkaan masker bedah. Tidak hanya di Indonesia, dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSPU) Persahabatan, dr Erlina Burhan, Sp.P(K), M.Sc, pH.D mengatakan kelangkaan juga terjadi di berbagai negara lainnya.

"Bukan hanya di Indonesia, tapi juga negara lain di dunia, dengan adanya wabah COVID-19 ini kelangkaan masker. Karena itu, saya minta masyarakat jangan panic buying karena masker diperlukan untuk tenaga kesehatan dan yang sakit," kata dr Erlina saat konfrensi pers daring, Rabu (1/4/2020).

Untuk mengatasi kelangkaan masker bedah, masker kain bisa digunakan sebagai pencegahan penularan COVID-19. Kendati demikian, dr. Erlina menekankan bahwa masker kain hanya digunakan sebagai pilihan terakhir.

"Masker kain jadi pilihan terakhir untuk cegah penularan virus dan kalau tidak ada masker bedah, bisa pakai masker kain," imbuhnya.

Lebih lanjut, dr. Erlina menjelaskan bahwa masker kain bisa digunakan oleh masyarakat sehat, baik di tempat umum dan fasilitas lainnya. Namun, dalam hal ini tetap dibutuhkan menjaga jarak sejauh 1—2 meter karena masker kain tidak bisa memproteksi masuknya semua partikel.

"Tidak disaranin digunakan tenaga medis dengan alasan 40—90% partikel bisa tembus masker dan tentunya saja idealnya dikombinasikan dengan pelindung wajah," kata dia.

"Masker kain, perlindungan terhadap droplet ada tapi tidak ada perlindungan pada aerosol atau partikel airborne. Jadi pencegahan keluarnya droplet dari bersin atau batuk pada pemakai kalo dropletnya besar bisa (melindungi) tapi kalau kecil masker kain ini enggak bisa," tambahnya.

Adapun efektivitas filter masker kain mampu menyaring sebesar 10—60% partikel sebesar 3 mikron. Sayangnya, masker kain bisa menyebabkan kebocoran. Namun, masker jenis ini bisa digunakan berulang dengan dicuci menggunakan deterjen dan air panas karena deterjen dan air panas bisa mematikan virus.

"Masker kain bisa dipakai tapi tidak seefektif masker bedah karena filterasi lebih rendah," ujar dia.
(alv)
Berita Terkait
Waspada Mutasi N439K,...
Waspada Mutasi N439K, Varian Baru Virus Corona
Virus Corona Bikin Koke...
Virus Corona Bikin Koke Belajar untuk Menjaga Kesehatan
Waspada Virus Corona...
Waspada Virus Corona Varian Baru
Gejala Neurologis Penanda...
Gejala Neurologis Penanda Virus Corona
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Rahasia Cantik Mengatasi...
Rahasia Cantik Mengatasi Covid -19
Berita Terkini
Dokter Ungkap Cara Lepas...
Dokter Ungkap Cara Lepas dari Obat Darah Tinggi, Begini Caranya!
2 jam yang lalu
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
3 jam yang lalu
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
3 jam yang lalu
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
5 jam yang lalu
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
5 jam yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
6 jam yang lalu
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved