alexametrics

5 Cara Meningkatkan Kualitas Udara di Rumah Selama Karantina

loading...
A+ A-
JAKARTA - Selama karantina saat pandemi virus corona, penting untuk menjaga kualitas rumah agar Anda dan keluarga tetap sehat dan terhindar dari virus covid-19. Bagaimana caranya?

Selain menjaga kebersihan rumah, menjaga dan meningkatkan kualitas udara juga perlu dilakukan. Dilansir dari laman The Guardian, berikut 5 cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas udara di rumah.

1. Buka Jendela
Membuka jendela adalah solusi yang jelas dan berhasil. “Udara segar bukan musuh. Buka jendelamu,” kata Dr. Appelles Econs, spesialis alergi di Klinik Burghwood.



Jika jendela tertutup sepanjang hari, hal ini memungkinkan bahan kimia dan alergen menumpuk di dalam tubuh. Bahkan, jika Anda tinggal di kota yang tercemar, Anda harus membuka jendela dari waktu ke waktu.

“Anda tidak ingin terjebak di rumah tanpa ventilasi sepanjang hari. Jika Anda tinggal di dekat jalan yang sangat sibuk, Anda mungkin tidak ingin jendela terbuka sepanjang waktu, tetapi Anda perlu ventilasi. Membuka jendela di malam hari, ketika lalu lintas berkurang, bisa menjadi pilihan yang baik,” terang Dr. Paul Young dari Lancaster University.

2. Tanaman Membantu, meski Tak Banyak
Penelitian oleh NASA pada 1980-an menemukan bahwa tanaman menghilangkan polutan beracun dari udara. Namun, penelitian ini dilakukan di lingkungan tertutup, mirip dengan kondisi di ruang angkasa.
Tanaman akan meningkatkan kualitas udara, tetapi tidak sebanyak yang Anda kira. “Kecuali Anda memiliki hutan hujan di rumah Anda, efeknya bisa minimal,” jelas Prof. Pawel Wargocki dari Technical University of Denmark.
3. Minimalkan Polutan di Rumah
“Saat memasak, pastikan Anda menyalakan kipas ventilator dan jangan merokok di dalam (rumah) - asap bisa bertahan lama di dalam,” papar Dr. Paul Young dari Lancaster University.

Pertimbangkan produk yang Anda gunakan untuk membersihkan rumah Anda. “Bahkan jika wadahnya tertutup rapat, bahan kimia pembersih menghasilkan komponen organik yang mudah menguap,” kata Econs.

4. Pertimbangkan Properti yang Digunakan
Lantai kayu dapat meningkatkan kualitas udara. “Banyak karpet segar disembuhkan dengan (senyawa kimia) formaldehyde. Sebagai perbandingan, lantai kayu lebih sehat,” ujar Econs.

Tungau debu dapat hidup dalam perabotan lembut, seperti bantal dan kasur. Butiran feses yang mereka hasilkan dapat memicu gejala seperti alergi. “Dapatkan penutup matras yang dapat membantu mencegah tungau debu hidup di kasur Anda,” jelasnya.

5. Jangan Biarkan Ruangan Lembap
“Faktor terbesar yang mempengaruhi kualitas udara di rumah tangga Inggris adalah kelembaban dalam ruangan, maka minimalkan kelembapan dengan ventilasi,” kata Econs.

“Setelah mandi, hilangkan kelembapan setempat,” tambah Wargocki.

Anda bisa menyeka permukaan dan menyalakan kipas ekstraktor kamar mandi dan ketika ingin mencuci pakaian, cobalah mengeringkannya di luar, atau setidaknya di ruang yang berventilasi baik.

(deslita krissanta sibuea)
(tdy)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak