Laser Hilangkan Bekas Jerawat

Senin, 24 November 2014 - 10:57 WIB
Laser Hilangkan Bekas...
Laser Hilangkan Bekas Jerawat
A A A
LASER yang digunakan untuk menghilangkan tato ternyata dapat dipakai juga untuk mengurangi jaringan parut bekas jerawat. Sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan di Amerika Serikat sudah membuktikannya.

Menurut US National Institutes of Health, jerawat adalah penyakit kulit yang paling umum terjadi di Amerika Serikat. Di sana, jenis lain dari laser sudah digunakan untuk mengobati jaringan parut bekas jerawat.

Namun, laser yang diuji dalam studi teranyar ini menggunakan energi dalam dosis yang lebih rendah dan dipasang dengan lensa khusus. Perawatan dengan laser ini dapat mengurangi jaringan parut jerawat dari rata-rata 25% menjadi 50% pada 20 pasien.

“Kami sekarang memiliki pilihan pengobatan yang efektif dan aman untuk bekas jerawat pada individu dari semua jenis kulit yang membutuhkan persiapan minimal sebelum pengobatan dan hasil dalam waktu minimal setelah itu,” kata pemimpin peneliti Dr Jeremy Brauer, dokter kulit di Laser & Skin Surgery Center of New York di New York, Amerika Serikat, seperti dikutip laman HealthDay .

Penelitian telah menunjukkan, jaringan parut bekas jerawat memiliki efek psikologis yang negatif. “Bekas luka atau scar dapat merusak tekstur kulit dan sulit untuk menyembunyikannya dengan riasan,” tutur Dr Omar Ibrahimi, dermatolog di Stamford Hospital and Connecticut Skin Institute, Amerika Serikat, yang mengkhususkan diri dalam merawat jaringan parut.

“Jaringan parut bekas jerawat dapat berdampak sangat negatif pada kesehatan seseorang dan jerawat yang jumlahnya sedang atau banyak dapat meninggalkan tanda berupa bekas jerawat yang lama setelah kondisi berlalu,” kata Ibrahimi. Karena jerawat adalah penyakit kaum muda, bekas luka tersebut dapat memiliki dampak negatif pada fungsi seseorang dalam tahun pertumbuhan mereka. Prosedur yang berpotensi untuk meningkatkan bekas jerawat hanya dengan beberapa jam sampai beberapa hari berupa kemerahan dan bengkak cukup mengesankan.

Dalam studi tersebut, 15 orang wanita dan 5 pria menerima enam perawatan dengan laser khusus. Penelitian ini sebagian didanai oleh Cynosure, sebuah perusahaan yang menyediakan perawatan laser estetika. Namun, perusahaan ini tidak terlibat dalam pengumpulan atau analisis data penelitian. Pasien ditindaklanjuti selama satu dan tiga bulan setelah pengobatan terakhir mereka dan terungkap bahwa perbaikan visual dari 25% bertambah menjadi 50% sebagaimana dinilai oleh dermatolog.

Sebuah analisis tiga dimensi menunjukkan, rata-rata pengurangan 24% dari jumlah jaringan parut. Penemuan ini dipublikasikan secara online pada Rabu (19/11) dalam jurnal JAMA Dermatology . “Penggunaan laser apa pun memang membawa risiko. Namun, tingkat rasa sakit dan ketidaknyamanan termasuk rendah untuk perawatan ini,” kata Brauer.

“Kebanyakan individu ditoleransi untuk pengobatan tanpa anestesi topikal dan menggambarkan sensasi mulai dari rasa panas ke jarum yang menusuk,” tambahnya. Setelah menyelesaikan pengobatan, harapannya menjadi bengkak dan merah muda, seperti terbakar sinar matahari yang ringan sampai sedang, yang berlangsung selama 24 jam atau kurang dari itu.

Hanya satu pasien pada studi yang membutuhkan anestesi topikal dan tidak ada anestesi pendinginan digunakan sesudahnya selama pengobatan. Pada skala 1 sampai 10, para partisipan diberi nilai rasa sakit rata-rata hampir 3 selama pengobatan pertama dan sedikit lebih dari 3 selama pengobatan terakhir. Denyut nadi akibat laser meningkat di seluruh sesi.

“Dibandingkan dengan pengobatan lain yang saat ini digunakan untuk merawat jaringan parut bekas jerawat, seperti laser jenis lainnya, pengelupasan dengan obat kimia dan operasi pengangkatan kulit, perawatan laser ini menyebabkan sedikit rasa sakit, kemerahan, dan pembengkakan, serta memiliki waktu pemulihan lebih cepat,” kata Brauer. Ibrahimi mengutarakan, perawatan ini, bagaimana pun, tidak mungkin seefektif metode yang disukai saat ini, yang disebut teknologi laser fraksional.

“Saya masih bertahan bahwa teknologi laser difraksinasi adalah standar emas yang tak terbantahkan dalam mengobati bekas jerawat,” tandasnya. Dia menyebutkan, kekurangannya mencakup lebih ketidaknyamanan dan jarak waktu pemulihan yang lama, mulai beberapa hari sampai seminggu.

Dia mengungkapkan, biaya prosedur laser ini akan berkisar antara USD400 sampai USD1.000. Ini adalah studi percontohan tanpa studi lanjutan yang direncanakan. Meski begitu, Brauer mengatakan bahwa penelitian lain sedang berlangsung untuk menguji penggunaan laser ini dengan jaringan parut pada umumnya.

Rendra hanggara
(ars)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
32 menit yang lalu
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
1 jam yang lalu
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
1 jam yang lalu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
2 jam yang lalu
Kangen Dono dan Kasino,...
Kangen Dono dan Kasino, Indro Warkop Ciptakan Lagu 'Dan Aku Rindu'
3 jam yang lalu
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
3 jam yang lalu
Infografis
Inggris Perkenalkan...
Inggris Perkenalkan Sistem Pertahanan Laser DragonFire
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved