Rokok Elektronik Lebih Berbahaya dari Rokok Biasa

Senin, 01 Desember 2014 - 18:28 WIB
Rokok Elektronik Lebih...
Rokok Elektronik Lebih Berbahaya dari Rokok Biasa
A A A
TOKYO - Rokok elektronik ternyata tak lebih sehat dari rokok tradisional. Apalagi, ditemukan bahwa rokok “modern” itu ada yang mengandung formalin dan acetaldehyde.

Kajian yang dilakukan Kementerian Kesehatan Jepang menemukan, sejumlah rokok elektronik mengandung 10 kali lebih banyak agen penyebab kanker ketimbang rokok biasa. Bahkan, dalam sejumlah merek ditemukan kandungan formalin dan acetaldehyde.

Kajian ini adalah tamparan bagi industri rokok elektronik atau yang biasa disebut e-cig. Sebelumnya, produk ini disebut sebagai alternatif terhadap tembakau untuk membantu para perokok berhenti karena uapnya mengurangi hasrat terhadap nikotin.

E-cig adalah perangkat elektronik yang memanaskan cairan berisi nikotin untuk menghasilkan uap yang diisap. Para periset di Institut Nasional Kesehatan Publik Jepang menemukan sejumlah merek e-cig mengandung agen penyebab kanker dalam level tinggi, terutama pada panas tinggi.

“Panel pakar kami sekarang akan melihat efek apa yang ditimbulkan zat itu terhadap kesehatan pengguna rokok elektronik,” papar Hiroyuki Noda, dari inisiatif bebas tembakau kementerian kesehatan, kepada Guardian.

Para pakar menganalisa sejumlah cartridge cairan e-cig dengan menggunakan mesin yang “mengisap" 10 set 15 kali embusan. Sebuah merek baru rokok ini, yang tidak disebut namanya, memperlihatkan kenaikan lebih dari 10 kali lipat level formalin dalam 9 dari tiap 10 set. Perangkat itu menghasilkan 1.600 mg formalin per 15 embusan.

Pejabat kementerian kesehatan mengakui peningkatan level formalin yang ditemukan di satu merek e-cig bukanlah bukti bahwa penguapan menambah risiko kanker.

Mengisap e-cig kian populer di Jepang, dimana merokok masih ditoleransi di sejumlah area tertutup dan umum, meskipun rata-rata merokok orang dewasa dalam angka rendah. Seperti negara lain, Jepang tidak mengatur rokok elektronik, tapi benda ini belum banyak tersedia di toko. Sebagian warga Jepang memesan e-cig dan cairan berperasa via online.

Agustus lalu, Badan Kesehatan Dunia menyeru pelarangan mengisap rokok elektronik di dalam ruangan di tempat umum dan penjualan terhadap anak di bawah umur karena kemungkinan risiko kesehatan.

Meskipun hanya ada sedikit riset terhadap efeknya, WHO mengatakan, sudah cukup bukti untuk memperingatkan penggunaan e-cig terhadap anak-anak dan remaja, wanita hamil dan wanita berusia reproduktif karena potensi paparan nikotin terhadap janin dan remaja memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap perkembangan otak.
(alv)
Berita Terkait
Waspada, Perokok Sangat...
Waspada, Perokok Sangat Rentan Kena 56 Penyakit
Bahaya Rokok Elektrik...
Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan, Efek Candu hingga Kerusakan Paru Permanen
10 Gejala Kanker Paru-Paru...
10 Gejala Kanker Paru-Paru yang Paling Umum Terjadi
Nikotin dan TAR, Mana...
Nikotin dan TAR, Mana yang Lebih Berbahaya bagi Kesehatan?
7 Dampak Buruk Rokok...
7 Dampak Buruk Rokok bagi Wanita, Wajib Tahu!
5 Cara Rokok Merusak...
5 Cara Rokok Merusak Kesehatan Jantung, Bisa Mematikan
Berita Terkini
Adik Keisya Levronka...
Adik Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 Miliar usai Jatuh dari Lantai 6
37 menit yang lalu
Dari Rasa Penasaran...
Dari Rasa Penasaran Menjadi Inspirasi, Inilah Kisah Hery Lain Sisi
59 menit yang lalu
Riri Riza Soroti Vonis...
Riri Riza Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Singgung Dissenting Opinion Hakim
2 jam yang lalu
Sambut Musim Liburan...
Sambut Musim Liburan dan Back to School dengan Berbagai Penawaran Menarik dari BRI
2 jam yang lalu
Terjebak antara Cinta...
Terjebak antara Cinta Sejati dan Balas Budi dalam Microdrama Love Last Breath
2 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps 10 Rabu: Hubungan Mila dan Jaka Semakin Memanas
2 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved