Waktunya Peduli Kanker paru

Selasa, 09 Desember 2014 - 08:51 WIB
Waktunya Peduli Kanker...
Waktunya Peduli Kanker paru
A A A
ANCAMAN kanker paru tak boleh diabaikan lagi. Jumlah penderita kanker yang masih sulit disembuhkan ini terus meningkat. Nah kini saatnya masyarakat mulai peduli kanker paru.

Seperti semua jenis kanker, diagnosis dini adalah kunci untuk keberhasilan perawatan kanker paru. Tantangannya sekarang, bagaimana mendorong orangorang dengan gejala yang mencurigakan terkena kanker ini untuk mengunjungi dokter dan memastikan bahwa dokter mereka meminta untuk tes lagi.

“Ini adalah kanker yang dapat diobati jika diketahui sejak dini,” kata Dr Riyaz Shah, konsultan ahli onkologi medis di Kent Oncology Centre di Maidstone Hospital, Kent, Inggris, seperti dikutip laman Guardian .

“Sebuah revolusi terjadi untuk pengobatan pasien penyakit terminal, di mana mereka bisa hidup lebih lama daripada sebelumnya. Saya memiliki pasien yang datang ke klinik saya yang telah didiagnosis tiga, empat, bahkan lima tahun yang lalu,” lanjutnya. Di antara hambatan kurangnya kesadaran untuk diagnosis dini, fakta juga terungkap bahwa gejala kanker paru sering kabur dan tidak spesifik.

Dr Tom Newsom- Davis, konsultan ahli onkologi medis di rumah sakit Chelsea dan Westminster, Inggris mengutarakan, bahkan pasien yang mengalami gejala di bagian dada kadangkadang tidak berpikir bahwa hal itu berbahaya. Pasien lain mengaku mereka tidak bisa mendatangi dokter langganan mereka atau belum dapat mengatur waktu pertemuan.

Hal yang mesti menjadi perhatian, kata dokter konsultan bagian Dada Dr Mat Callister dari Leeds Teaching Hospitals NHS Trust, Inggris, sepertiga dari pasien dengan kanker paru meninggal dalam waktu 90 hari setelah didiagnosis. Namun, ada indikasi bahwa hal tersebut bisa dicegah. Di beberapa negara Eropa, terutama Swedia, tingkat ketahanan hidup pasien kanker paru selama satu tahun jauh lebih baik daripada di Inggris, yaitu 46%, dibandingkan dengan hanya 30% di Inggris.

Perbedaan utama di Swedia, ujar Dr Mick Peake, Kepala Klinis di Public Health England, orang-orangnya mampu menjalani pelayanan primer dan menyerahkan perawatan penyakitnya kepada dokter konsultan bagian dada. Kekhawatiran bahwa dokter umum kemungkinan luput mendiagnosis kanker paru lantas menyeruak.

Penelitian yang dipublikasikan beberapa hari kemudian di British Medical Jurnal menunjukkan, pasien yang meninggal telah mengunjungi dokter umum langganan mereka rata-rata lima kali dalam sebulan sebelum diagnosis. Callister mengatakan, strategi intervensi dini di tempatnya adalah memfokuskan pada dokter umum untuk merujuk ke konsultan bagian dada untuk mendiagnosis kanker paru lebih baik.

Selain mendorong dokter untuk menyarankan lebih banyak pasien untuk rontgen dada, pasien di Leeds, Inggris, juga diberi hak untuk merujuk diri mereka sendiri ke tempat pelayanan yang tepat. “Faktanya, rontgen dada terhitung murah dan paparan radiasinya dengan dosis yang amat rendah. Pesan yang ingin kami sampaikan, jika ada kecurigaan gejala pada pasien bahkan tingkat rendah, minta mereka untuk X-ray dada,” sebutnya.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana cara yang efektif untuk memperkenalkan skrining kanker paru? Para ahli memikirkan sebuah ide yang memiliki manfaat, meskipun ada kekhawatiran tentang kepraktisan. “Bukti yang menunjukkan bahwa metode skrining amat efektif sangat banyak,” kata Peake.

“Satu studi menyebutkan, penurunan 20% angka kematian dan dalam pandangan kami itu kurang memperhitungkan pengaruh skrining. Kita harus menerapkannya besok dan untuk setiap hari yang berlalu pada kehidupan yang hilang,” lanjut dia. Penny Woods, Chief Executive dari British Lung Foundation mengatakan, pasien terus-menerus bertanya mengapa ada program skrining belum berlangsung, terutama mereka yang berada pada risiko tinggi.

Sara Hiom, Direktur Diagnosis Dini di Cancer Research Inggris mengemukakan, program skrining akan memiliki manfaat untuk mengidentifikasi pasien. Seperti program skrining payudara yang akan memusatkan perhatian pada penyakitnya dan mengetahuinya secara cepat.

Rendra hanggara
(ars)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
INDOFEST 2026 Digelar,...
INDOFEST 2026 Digelar, Taffware Tawarkan Diskon Perlengkapan Outdoor Besar-besaran
38 menit yang lalu
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
7 jam yang lalu
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
8 jam yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
8 jam yang lalu
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
8 jam yang lalu
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
11 jam yang lalu
Infografis
6 Obat Herbal yang Bisa...
6 Obat Herbal yang Bisa Membersihkan Paru-paru secara Alami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved