Nilai Lebih Ekosistem Sony

Rabu, 10 Desember 2014 - 16:25 WIB
Nilai Lebih Ekosistem...
Nilai Lebih Ekosistem Sony
A A A
FITUR Remote Play tidak hanya jadi representasi terhadap strategi global ”One Sony”, juga memberi nilai tambah terhadap konten serta meng-cater pasar gamer yang cukup potensial di Indonesia.

Teknologi Remote Play lahir dari keinginan Sony agar para gamer bisa tetap ngegame, bahkan ketika mereka tidak sedang berada di depan layar televisi. Teknologi tersebut sudah ada sejak diperkenalkannya PlayStation 3 pada 2006. Tujuan awalnya untuk melakukan streaming media(film, acara TV, dan video game) dari PS3 ke PlayStation Portable (PSP), perangkat game handheldSony saat itu.

Tahun ini Remote Playdiperkenalkan lagi sebagai bagian dari strategi “One Sony”, yakni strategi untuk melebur kekuatan bisnis konglomerasi asal Jepang itu menjadi satu. Perangkat smartphoneSony sudah menggunakan teknologi kamera maupun layar TV BRAVIA dari unit bisnis mereka. Begitu pun akses ke film keluaran Sony Pictures dan lagu milik Sony Music di keluarga Xperia Z.

Selanjutnya Remote Playakan menjadi fitur untuk menghubungkan kekuatan mereka di industri game ke model smartphone flagship seperti Z3 (Z3, Z3 Compact, dan Z3 Tablet), menjadikannya sebagai nilai tambah dibandingkan kompetitor mereka. Secara global, strategi ini tentu berdampak signifikan mengingat penjualan PS4 telah mencapai lebih dari 10 juta unit pada Agustus 2014 .

Basis pengguna masif ini tentu sangat potensial. Potensi serupa, menurut Marketing Manager Sony Mobile Communication Indonesia Ika Paramita, juga ada di Indonesia. ”Fitur ini bisa menjadi penyelamat perkawinan,” ujar Ika sambil bercanda.

”Saya yang suka ngegame, misalnya, tidak perlu berebut TV dengan anggota keluarga lainnya di ruang tengah karena bisa mengalah dengan memainkan game PS4 langsung di ponsel di ruangan lain,” imbuhnya.

Aplikasi Remote Play di Android menggunakan jaringan Wi-Fi di rumah untuk menghubungkan smartphone dengan PS4. Setelah terhubung, gamer bisa menggunakan layar Xperia Z3 untuk memainkan sejumlah game PS4 (tidak semua, tapi variannya terus bertambah). Salah satu syaratnya, tentu saja koneksi internet yang stabil dengan kecepatan minimal 5 Mbps melalui jaringan fixed line yang tidak bergantung pada besarnya kuota data.

Tumbuh 2 Digit

Menurut Ika, kehadiran Remote Play ini semakin menegaskan nilai tambah unik yang berikan dalam hal hardware, customer experience, content, dan gaming yang tidak akan ditemukan di vendor lainnya. ”Kami memberikan multiple contentkepada pengguna sehingga mereka yang membei Xperia tidak akan merasa rugi,” ujarnya berpromosi.

Hal inilah yang membuat penetrasi Sony di Indonesia menjadi sangat baik. Ketika tahun ini pemimpin pasar seperti Samsung pertumbuhan segmen smartphone- nya melambat, Sony Mobile justru membukukan pertumbuhan hingga 2 digit. ”Peningkatan penjualan kami di Indonesia cukup merata. Mulai model dengan banderol Rp1,5 jutaan hingga smartphonepremium seperti Xperia Z3 semuanya meningkat,” sebut Ika.

Penjualan PlayStation 4 di Indonesia cukup baik, diperkirakan mencapai 2.000-an unit per bulan dengan game seperti FIFA 2014 dan Grand Theft Auto (GTA) 5 sebagai game terlaris. Market share smartphoneSony secara global termasuk kecil dibandingkan vendor seperti Samsung, Apple, LG, Lenovo, bahkan Xiaomi. Pada semester pertama 2014, perusahaan hanya mengakomodasi 3,1% pasar, turun dari 3,8% pada 2013 dan 4,2% pada 2012 (data IDC).

Salah satu kekurangan Sony di bisnis mobile adalah langkah mereka yang sedikit terlambat untuk berfokus ke bisnis mobile. Ketika iPhone melonjakkan pasar smartphone, Samsung Electronics bergerak cepat dan mampu memosisikan diri sebagai pemimpin pasar. Namun, saat itu Sony justru sedang sibuk memperbaiki lini bisnis mereka. Mereka akhirnya membeli saham Ericsson senilai USD1,5 miliar pada 2011, serta baru mulai menata ulang bisnis mobilemereka.

Strategi One Sony adalah bentuk sinergi bagaimana vendor tersebut menyelaraskan semua keunggulan di setiap lini bisnis seperti film, musik, game,televisi, dan kamera ke dalam perangkat smartphone. Ke depannya, strategi inilah yang jadi modal utama untuk menaklukkan pasar.

Danang arradian
(ars)
Berita Terkait
Prof. Suryanegara: Jadilah...
Prof. Suryanegara: Jadilah Master, Bukan Hamba Gadget! Pesan Penting untuk Remaja
Tips Memilih Gadget...
Tips Memilih Gadget Paling Hemat dan Sesuai Kebutuhan di 2023
Salah Kaprah Sinar Biru...
Salah Kaprah Sinar Biru Gadget Berbahaya Bagi Mata, Ini Faktanya!
Atasi Kecanduan Gadget...
Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman
Mengetahui Apa itu Blue...
Mengetahui Apa itu Blue Light di Gadget dan Bahayanya untuk Mata
Cara Mengubah HP Jadi...
Cara Mengubah HP Jadi Mikrofon, Ternyata Mudah!
Berita Terkini
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
7 jam yang lalu
Rissa Hipnotis Penonton...
Rissa Hipnotis Penonton Musiczone Okezone di Sarinah, Hipdut Bikin Semua Ikut Bergoyang
8 jam yang lalu
House And Vox Indonesia...
House And Vox Indonesia Ramaikan IIFEX EASTFOOD 2026, Hadirkan Inovasi Produk dan Cooking Demo
8 jam yang lalu
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
8 jam yang lalu
Buka Musiczone, Nastya...
Buka Musiczone, Nastya Sabella Ajak Penonton Nyanyi dan Galau Bersama
8 jam yang lalu
Pangeran Harry Siapkan...
Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
8 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved