Menghindarkan Rumah dari Serangan Maling

Senin, 15 Desember 2014 - 11:52 WIB
Menghindarkan Rumah...
Menghindarkan Rumah dari Serangan Maling
A A A
Lampu depan yang tidak menyala pada malam hari atau malah terus hidup sepanjang hari merupakan salah satu tanda pemilik rumah sedang tidak ada. Ini adalah isyarat yang gampang sekali dibaca oleh maling yang berniat memasuki rumah.

Untuk amannya, lampu memang harus dinyalakan menjelang malam hari dan dimatikan pada pagi hari. Namun, hal ini tak mungkin Anda lakukan saat harus meninggalkan rumah cukup lama. Terus-menerus meminta tolong tetangga untuk menghidupkan dan mematikan lampu rumah, tentu tidak nyaman juga. Meninggalkan kunci pagar rumah ke satpam agar bisa masuk ke rumah sekadar menyalakan dan mematikan lampu teras, juga kerap terasa kurang nyaman.

Nah, ada dua solusi yang bisa Anda terapkan untuk mengatasi masalah ini, yaitu menggunakan fitting lampu otomatis atau mengaplikasikan alat pengukur waktu untuk stop kontak. Keduanya membuat lampu menyala pada malam hari dan mati pada pagi harinya, secara otomatis. Lalu, apa beda rumah lampu fitting otomatis dan rumah lampu konvensional yang biasa kita pakai selama ini? “Fitting lampu konvensional akan menyala atau mati ketika tombol off dan on pada sakelar ditekan. Biasanya, fitting lampu otomatis dilengkapi dengan sensor cahaya.

Lampu yang sudah dilengkapi dengan fitting otomatis bersensor cahaya ini secara otomatis akan menyala pada kondisi gelap,” kata arsitek Satrio Herlambang. Umumnya, pendeteksiannya dilakukan berdasarkan ada atau tidaknya cahaya matahari. Namun, sakelar harus tetap berada dalam keadaan on .

Optimalisasi kerja alat ini sangat bergantung pada ketepatan Anda meletakkan atau mengarahkan sensor cahaya. Sensor tak boleh terhalang objek apa pun yang menimbulkan bayangan gelap.

“Jika kondisi tidak memungkinkan untuk mendapatkan kondisi yang pas mengarahkan sensor cahaya, ada dua hal yang bisa kita lakukan. Pertama, memindahkan letak dudukan fitting dan menggesernya mendekati cahaya, supaya kabel sensor terjangkau oleh cahaya.

Kedua, baiknya berkonsultasi dengan ahli listrik atau teknisi, mengingat jaringan kabel sensor ini cukup rumit,” tutup Satrio.

Aprilia s andyna
(ars)
Berita Terkait
5 Alasan Orang Membeli...
5 Alasan Orang Membeli Kavling Makam di TPM Al-Azhar
F4 Bakal Konser 2 Hari...
F4 Bakal Konser 2 Hari di Jakarta pada Mei 2026, Harga Tiket Mulai Rp1.250.000
Revolusi Industri 4.0...
Revolusi Industri 4.0 Akan Dongkrak Penggunaan Teknologi AI
PT Mitra Sindo Sukses...
PT Mitra Sindo Sukses Dukung Penghijauan di Jakarta Garden City
7 Film dan Serial yang...
7 Film dan Serial yang Dibintangi Barbie Hsu Semasa Hidupnya, Meteor Garden Terpopuler
Resmikan Layanan Homecare,...
Resmikan Layanan Homecare, Kavacare Fasilitasi Cek Kesehatan Gratis Bagi Lansia
Berita Terkini
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
2 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama CEO Who Killed My Father di V+Short, Misi Jurnalis Bongkar Kejahatan CEO Berkuasa
2 jam yang lalu
Clara Shinta Resmi Laporkan...
Clara Shinta Resmi Laporkan Mantan Suami soal Dugaan Fitnah Titipan Uang Rp13 M
2 jam yang lalu
Bukan Hantu, Monster...
Bukan Hantu, 'Monster Pabrik Rambut' Sajikan Horor dari Dunia Kerja yang Melelahkan
3 jam yang lalu
Erin Wartia Ungkap Alasan...
Erin Wartia Ungkap Alasan Ganti Sunan Kalijaga, Kecewa Kasusnya Dialihkan
4 jam yang lalu
Usai Tinggalkan NCT,...
Usai Tinggalkan NCT, Mark Resmi Dirikan Perusahaan Kreatif Upper Room
4 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved