Sering Kencing Tanda Penyakit Serius

Selasa, 16 Desember 2014 - 11:08 WIB
Sering Kencing Tanda...
Sering Kencing Tanda Penyakit Serius
A A A
ANDA sering kencing pada malam hari? Penelitian terbaru menunjukkan, kondisi tersebut menjadi tanda jika terlalu banyak minum teh atau kopi pada malam hari atau sinyal adanya gangguan kesehatan yang serius.

Para peneliti menemukan bahwa sepertiga lebih dari 2.000 wanita berusia 40 tahun ke atas, secara rutin bangun setidaknya dua kali dalam semalam untuk pergi ke kamar mandi.

Istilah kedokterannya adalah nokturia, yang bisa menjadi tanda bahwa mereka terlalu banyak minum teh atau kopi di malam hari, atau sebuah sinyal dari kondisi kesehatan yang serius.

”Secara tradisional, nokturia dianggap sebagai bagian dari gangguan saluran kemih,” kata pemimpin penelitian, Dr Amy Hsu, dari San Francisco VA Medical Center di San Fransisco, California, Amerika Serikat, seperti dikutip laman HealthDay. Namun, dalam penelitian ini, sebanyak 40% wanita dengan nokturia dilaporkan tidak merasakan gejala gangguan saluran kemih lainnya, seperti kandung kemih terlalu aktif sepanjang hari atau kebocoran urine.

Hal itu menunjukkan kalau nokturia sering tidak dapat dikaitkan dengan kondisi tersebut, menurut Hsu, yang akan melaporkan temuannya dalam edisi Januari jurnal Obstetrics & Gynecology. Mary Townsend, seorang peneliti di Brigham and Women’s Hospital di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat mengemukakan, nokturia semakin diakui sebagai kondisi tersendiri.

”Dan, penelitian ini mendukung pandangan tersebut,” sebut Townsend, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. Bahkan, jika nokturia merupakan gejala yang menyerang para wanita, tanda itu masih signifikan. ”Kita tahu bahwa nokturia dapat menyebabkan kualitas tidur yang lebih rendah,” ujarnya.

”Kurang tidur secara negatif dapat memengaruhi suasana hati atau fungsi (organ tubuh) Anda sepanjang hari, termasuk produktivitas Anda di tempat kerja,” tutur Townsend. Dan, bagi wanita yang berusia lebih tua, dia mencatat, bangun pada malam hari dapat menyebabkan jatuh dan cedera serius. Nokturia lebih umum terjadi di kalangan wanita yang umurnya relatif lebih tua.

Untuk setiap kenaikan lima tahun usia, risiko seorang wanita naik 21%. Nokturia juga lebih sering terjadi pada wanita yang telah menjalani histerektomi atau operasi pengangkatan rahim, hot flashes(rasa panas hingga berkeringat tanda menuju menopause), atau menggunakan estrogen secara vaginal untuk mengobati gejala menopause.

Masalah kandung kemih umumnya memang dialami usai bedah histerektomi, dan penelitian lain telah menemukan hubungan keterkaitan dengan nokturia. “Adapun hot flashes, memang sering membuat wanita terjaga pada malam hari, yang bisa menjadi salah satu alasan hubungan ke nokturia,” sebut Hsu.

Di sisi lain, relatif sedikit wanita dalam penelitian ini yang benar-benar terganggu oleh perjalanan ke kamar mandi mereka pada malam hari. Hanya seperempat di antaranya yang mengaku setidaknya ”cukup” terganggu. Jadi, apakah masalah nokturia sudah ”mengganggu”? ”Itu pertanyaan yang bagus,” kata Hsu. ”Jika keadaan itu benar-benar tidak mengganggu dan Anda bisa langsung kembali ke tempat tidur, maka mungkin tidak menjadi masalah,” lanjutnya.

Hal itu terutama berlaku, dia mencatat, jika Anda mengetahui tandatanda nokturia yang tidak berbahaya, seperti minum banyak cairan dekat dengan waktu tidur. Namun, Townsend mengatakan, nokturia bisa menjadi gejala dari kondisi kesehatan tertentu yang meningkatkan produksi urine tubuh, seperti penyakit diabetes atau gagal jantung.

”Jadi, masih ada alasan untuk peduli dengan nokturia, bahkan jika seorang wanita tidak terganggu oleh hal itu,” imbuhnya. Nokturia, tutur dia, juga bisa memengaruhi orang-orang dengan kondisi tertentu yang mengganggu tidur, termasuk apnea tidur (sleep apnea) dan sindrom kegelisahan kaki (restless legs syndrome).

”Jadi, wanita dengan nokturia, terutama mereka yang gejalanya memengaruhi suasana hati atau kemampuan menjalankan fungsi tubuh pada siang hari, harus didorong untuk berbicara dengan petugas medis terdekat,” kata Townsend.

Perawatan untuk nokturia termasuk menangani penyebabnya, seperti diabetes yang tidak diobati, atau perubahan gaya hidup yang sederhana. Dan jika perlu, Hsu mengatakan, ada obat yang dapat membantu mengatur produksi urine atau menenangkan kandung kemih yang terlalu aktif.

”Saya pikir wanita harus menyadari bahwa kondisi ini adalah umum, dan bukan sesuatu yang membuat malu. Dan Anda tidak sendirian,” sebutnya. Dua peneliti dalam tim Hsu pada studi ini telah menerima dana penelitian dari perusahaan yang membuat obat untuk gangguan saluran kemih.

Rendra hanggara
(ars)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Raisa Diduga Jalan Bareng...
Raisa Diduga Jalan Bareng Chef Asal Prancis di Tokyo, Netizen Bahas Finansial sang Pria
41 menit yang lalu
Keisya Levronka Tulis...
Keisya Levronka Tulis Lagu Aku Sepatah Hati Itu untuk Adiknya yang Jatuh di Untar
53 menit yang lalu
Adik Keisya Levronka...
Adik Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 Miliar usai Jatuh dari Lantai 6
2 jam yang lalu
Dari Rasa Penasaran...
Dari Rasa Penasaran Menjadi Inspirasi, Inilah Kisah Hery Lain Sisi
2 jam yang lalu
Riri Riza Soroti Vonis...
Riri Riza Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Singgung Dissenting Opinion Hakim
4 jam yang lalu
Sambut Musim Liburan...
Sambut Musim Liburan dan Back to School dengan Berbagai Penawaran Menarik dari BRI
4 jam yang lalu
Infografis
7 Gejala Awal Penyakit...
7 Gejala Awal Penyakit Ginjal yang Terlihat di Kaki dan Tangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved