Bajigur Mak Uneh, Penghangat Tubuh di Dinginnya Kota Bandung

Sabtu, 27 Desember 2014 - 21:10 WIB
Bajigur Mak Uneh, Penghangat...
Bajigur Mak Uneh, Penghangat Tubuh di Dinginnya Kota Bandung
A A A
BANDUNG - Di kios sederhana di pinggir jalan Pusdai itu, sepasang pria dan wanita berusia lanjut sedang menanti pelanggan. Di hadapan mereka, terpapar aneka gorengan mengepulkan asap tipis. Gorengan itu tampaknya baru saja matang dan sedang hangat-hangatnya.

Di tengah dinginnya kota Bandung yang baru saja diguyur hujan, memasuki kios itu bak menemukan secuil kehangatan. Segera, saya memesan segelas bajigur. Satu teguk saya minum. Rasa gula kawungnya yang kuat dan gurihnya kelapa bajigur itu sungguh berbeda. Bagi saya, inilah bajigur terenak yang pernah saya coba.

Kios sederhana tersebut milik pasangan Awidah, 59 dan Enah Saenah, 55, mereka berjualan sejak tahun 1979 di depan kantor MUI dekat dengan mesjid Istiqomah, kemudian pindah ke jalan Supratman, lalu ke jalan Suci dan akhirnya ke jalan Pusdai. "Kami berpindah-pindah tempat karena tergusur pelebaran jalan," tutur Awidah sembari menghisap rokok kreteknya dalam-dalam.

Enah Saenah atau yang biasa dipanggil mak Uneh mengatakan, pada tahun 1979 jalan yang ramai dilalui hanya jalan Supratman, mereka berinisiatif berdagang di depan RRI, waktu itu jalan Suci hanya jalan kampung. Langganan pun semakin lama semakin banyak, ada yang sengaja datang dari Cimahi, Cileunyi, dan berbagai tempat lainnya. "Malah sempat diliput oleh televisi sehingga pada jaman itu penghasilan sangat lumayan," kenang dia.

Seiring pelebaran jalan Supratman, kios mereka pun harus berpindah ke Jalan Suci. Mereka lalu musti memulai lagi dari awal, langganan baru sedikit demi sedikit mulai bertambah. Sayangnya, mereka tak bertahan lama. Pada tahun 2005, mereka kembali tergusur.

Di jalan yang menghubungkan Jalan Sudirman dan Suci tersebut kini kios mereka berdiri. Pasangan ini adalah pemilik kios pertama yang berjualan di kawasan ini, sampai akhirnya sekarang sudah berjejer kios makan menemani mereka.

Pada awal berdagang, mereka menjual gorengan dengan harga Rp25 sedangkan Bajigur dan bandrek seharga Rp100. ketika masa jaya mereka sanggup menjual gorengan sebanyak 125 buah setiap harinya kalau dirata-ratakan, sedangkan sekarang bisa menjual 50 buah pun sudah lumayan.

Rasa yang mereka jaga sejak dulu memang bukan isapan jempol, pernah satu kali Uneh mengurangi gula kawung dan menggantinya dengan gula buatan. Langsung ketahuan oleh suaminya dan ditegur keras. "Hayang payu teu dagangan, mun hanyang payu tong jiga kitu (mau laku tidak dagangan, kalau mau jangan seperti itu)," papar Uneh.

Mereka mulai berjualan dengan memasang tenda pada pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB. Setelah tutup, mereka kemudian membawa gerobak dagangan ke kontrakan mereka di belakang pasar Suci yang jaraknya kurang lebih 500 meter.

Di antara gorengan khas yang dijajakan tampak juga katimus, panganan khas Pasundan yang sudah jarang ditemukan. Dengan menikmati bajigur dan katimus, waktu menunggu hujan reda sungguh menjadi pengalaman nostalgia yang mengasyikan.
(alv)
Berita Terkait
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Hidangan Alpukat ala...
5 Hidangan Alpukat ala Koki Berbintang Michelin
Berita Terkini
Hello Jadoo Tampil Perdana...
Hello Jadoo Tampil Perdana di Indonesia, Yuk Meriahkan Liburan Sekolah Bersama Animasi Populer Kesayanganmu
3 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 72: Ketegangan Memuncak! Sena Nekat Terjun ke Operasi Penyergapan di Tengah Demam Tinggi!
4 jam yang lalu
Jangan Tunggu Sampai...
Jangan Tunggu Sampai Hari H! Ini 5 Persiapan Uang yang Bikin Pensiun Makin Nyaman
4 jam yang lalu
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
6 jam yang lalu
Menkes Budi Gunadi Soroti...
Menkes Budi Gunadi Soroti Fenomena FOMO Lari: Tak Masalah asal Sehat
6 jam yang lalu
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Hotel dan Resor Ini Hadirkan Program Unik bagi Keluarga
7 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved