Melacak Satwa dengan Teknologi Wearable

Rabu, 31 Desember 2014 - 09:17 WIB
Melacak Satwa dengan...
Melacak Satwa dengan Teknologi Wearable
A A A
SEJAK lebih dari dua dekade silam penliti telah menggunakan teknologi wearable untuk melacak keberadaan satwa liar di Indonesia. Apa dan bagaimana?

SebuahPlatform Terminal Transmitters (PTTs) dipasang pada bagian karapas (cangkang) penyu hijau. Transmiter satelit tersebut memancarkan sinyal ke satelit, disiarkan kembali ke stasiun di bumi, untuk lantas diolah menjadi sebuah citra (peta). Satelit akan mengirimkan sinyal ketika penyu mengambil nafas di permukaan laut (melalui antena yang berada di atas air).

Dalam waktu tiga bulan, Satelit Tracking/Sattagtersebut terlepas dengan sendirinya dari tubuh satwa. Begitulah kira-kira proses yang dilakukan oleh ilmuwan dalam melacak satwa menggunakan tenologi wearable. Perangkat yang dipakai beragam. Begitupun jenis satwa yang dijadikan obyek penelitian. Sebab, masing-masing penelitian memiliki tujuan yang berbeda. Kesulitan dalam mengaplikasikannya pun juga bervariasi.

”Kesulitan utama adalah memasang alat ini pada satwa target,” ungkap Sunarto, Wildlife Specialist, WWFIndonesia. Karena dibutuhkan sumberdaya yang tidak sedikit. Contohnya, pemasangan GPS collar pada gajah perlu melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah, dokter hewan, ahli biologi, hingga tim komunikasi.

Marine Species Coordinator WWF Indonesia Dwi Suprapti menambahkan, pemasangan Sattagpada Penyu Laut biasanya dilakukan siang hari karena dibutuhkan waktu cukup lama untuk proses pemasangan dan pengeringan; serta memastikan Sattag terpasang kuat. “Padahal satwa justru sering dijumpai di malam hari,” ungkapnya.

Adapun Marine Species Officer WWFIndonesia Casandra Tania menilai bahwa perangkat wearable untuk keperluan melacak satwa umumnya memiliki harga yang sangat mahal. PSAT yang digunakan ditubuh hiu paus, misalnya, dibanderol USD3500 hingga USD4500 per unit.

Alhasil penggunaannya sangat terbatas. Selain itu, menurut Casandra, posisi PSAT yang terpasang di luar tubuh Hiu Paus menyebabkan perangkat tersebut rentan terlepas sebelum waktunya karena dipotong secara sengaja atau tersangkut di jaring milik nelayan.

Danang arradian
(ars)
Berita Terkait
Prof. Suryanegara: Jadilah...
Prof. Suryanegara: Jadilah Master, Bukan Hamba Gadget! Pesan Penting untuk Remaja
Tips Memilih Gadget...
Tips Memilih Gadget Paling Hemat dan Sesuai Kebutuhan di 2023
Atasi Kecanduan Gadget...
Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman
Salah Kaprah Sinar Biru...
Salah Kaprah Sinar Biru Gadget Berbahaya Bagi Mata, Ini Faktanya!
Mengetahui Apa itu Blue...
Mengetahui Apa itu Blue Light di Gadget dan Bahayanya untuk Mata
Cara Mengubah HP Jadi...
Cara Mengubah HP Jadi Mikrofon, Ternyata Mudah!
Berita Terkini
Ria Ricis Bangun Rumah...
Ria Ricis Bangun Rumah Impian untuk Moana, Ada Playground di Setiap Lantai
16 menit yang lalu
Meghan Markle Siap Kembali...
Meghan Markle Siap Kembali ke Inggris Bersama Pangeran Harry dan Anak-anaknya
37 menit yang lalu
BPOM Terbitkan Aturan...
BPOM Terbitkan Aturan Baru Iklan Obat, Influencer Dilarang Promosi
1 jam yang lalu
Vicky Prasetyo Bantah...
Vicky Prasetyo Bantah Terlantarkan Fangfang, Selalu Nafkahi Meski Hubungan Jarak Jauh
1 jam yang lalu
Menpar: Prambanan Jadi...
Menpar: Prambanan Jadi Jembatan Pariwisata Budaya dan Spiritual Indonesia-India
13 jam yang lalu
Solusi Menginap Berkualitas...
Solusi Menginap Berkualitas dengan Biaya Terjangkau Mulai Rp100.000
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved