Generasi Makers & Peran Intel

Rabu, 07 Januari 2015 - 10:58 WIB
Generasi Makers & Peran...
Generasi Makers & Peran Intel
A A A
MEREKA dikenal sebagai makers (pencipta). Mereka bisa siapa saja. Tapi, mereka jugalah yang disebut pemicu revolusi di industri teknologi.

Karena para makersini punya ide, inovasi, serta kemampuan mencipta yang acap tidak dimiliki oleh perusahaan teknologi raksasa sekalipun.

Salah satu contoh makersini adalah Christoph Kohstall, Jelena Jovanovic, serta Michael Niedermayr yang menciptakan perangkat bernama Nixie. Sepintas, Nixie berbentuk gelang biasa. Tapi, begitu dilepas, gelang tersebut bisa terbang ke udara melalui empat buah baling-balingnya dan ini: mengambil foto pemiliknya dari udara! Ide menciptakan Nixie bukan mengandalkan gimmick”sebuah gelang yang bisa terbang dan memotret”.

Tapi, yang lebih penting menurut Jelena Jovanovic adalah menemukan solusi untuk mengabadikan sebuah peristiwa ketika sedang dialami atau sedang terjadi. Gara-gara ide dan inovasinya itu, Jelena bersama timnya memenangi penghargaan tertinggi kompetisi Make it Wearable challengebesutan Intel Corporation.

Hadiahnya adalah uang senilai USD500.000 yang akan digunakan untuk mewujudkan Nixie dari produk purwarupa menjadi produk yang bisa dibeli oleh konsumen. Untuk menciptakan Nixie, Jelena menggunakan teknologi system on chip (SoC) baru milik Intel bernama Edison. Ukuran Edison tidak lebih besar dari sebuah kartu memori SD (SD Card), sehingga memungkinkan para makers untuk menciptakan perangkat apa pun dengan kemampuan tak ubahnya sebuah smartphone.

Misalnya memproses data, memiliki memori, penyimpanan, konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth, serta terhubung dengan berbagai sensor. Sederhananya, chip Intel Edison ini akan membuat benda-benda yang kita jumpai sehari-hari seperti jam tangan, baju, kacamata, dan berbagai perangkat lainnya memiliki otak layaknya sebuah smartphone.

Itulah alasan mengapa revolusi di bidang teknologi bukan berada di tangan perusahaan-perusahaan teknologi raksasa, melainkan justru ada di pundak para makers. Para makers inilah yang diharapkan dapat melahirkan ide, gagasan, ciptaan, serta solusi yang akan mengubah dunia. Merekalah yang akan menciptakan segmen baru di luar PC, smartphone, maupun tablet, yang bahkan saat ini hanya sebatas angan-angan.

Kompetisi Make it Wearable challenge merupakan salah satu cara yang dilakukan Intel untuk mempercepat proses tersebut. Ketika nanti inovasiinovasi itu mulai muncul secara sporadis, Intel ingin memastikan bahwa chip mereka akan ada di setiap perangkat pintar tersebut.

Dorong Pertumbuhan Makers Indonesia

Keberadaan chip seperti Intel Edison maupun komputer mini Intel Galileo akan sangat memudahkan para makersdalam melakukan prototyping (simulasi produk yang akan dikembangkan). Karena mereka tidak perlu memulai dari nol.

”Chip tersebut sudah dilengkap boardyang lengkap, hanya perlu ditambahkan saja fungsifungsinya,” ujar Country Manager Intel Indonesia Harry K. Nugraha. Menurut Harry, pihak Intel Indonesia sudah mulai seeding(mengirimkan) chip seperti Intel Galileo dan Edison ke beberapa universitas maupun pengembang aplikasi.

Diharapkan mereka dapat mengutilisasi perangkat tersebut menjadi sebuah inovasi. ”Peluang yang dimiliki kreator atau makerslokal sama besarnya,” ujar Harry. ”Karena dalam industri wearable device ini start-nya sama. Belum ada finish goodsyang menjadi standar industri. Karena itu, kesempatannya sangat besar,” katanya.

Harry sendiri menyebut bahwa Intel Indonesia Developer Community sangatlah aktif, bahkan kualitasnya tidak kalah dibandingkan developer lain dari seluruh dunia. Ini terbukti di ajang Intel RealSense App Challenge 2014, developer Indonesia seperti Aulia Faqih dan Sidiq Permana termasuk dalam posisi teratas. TahuniniHarrymengungkap bahwa Intel Indonesia akan semakin agresif di pasar lokal dan strategi go to market.

Chip Intel sudah digunakan oleh sebagian besar tablet di seluruh Indonesia (posisi kedua menurut IDC Quarterly Tablet Tracker). Mereka juga berfokus untuk bekerja sama dengan pabrikan lokal, seperti SpeedUp untuk tablet Android dan Advan untuk tablet Windows. Chip LTE untuk smartphone juga sudah disiapkan.

Danang arradian
(ars)
Berita Terkait
Prof. Suryanegara: Jadilah...
Prof. Suryanegara: Jadilah Master, Bukan Hamba Gadget! Pesan Penting untuk Remaja
Tips Memilih Gadget...
Tips Memilih Gadget Paling Hemat dan Sesuai Kebutuhan di 2023
Salah Kaprah Sinar Biru...
Salah Kaprah Sinar Biru Gadget Berbahaya Bagi Mata, Ini Faktanya!
Atasi Kecanduan Gadget...
Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman
Mengetahui Apa itu Blue...
Mengetahui Apa itu Blue Light di Gadget dan Bahayanya untuk Mata
Cara Mengubah HP Jadi...
Cara Mengubah HP Jadi Mikrofon, Ternyata Mudah!
Berita Terkini
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
1 jam yang lalu
Wamenkes Dante Ingatkan...
Wamenkes Dante Ingatkan Ancaman Aging Population, Lansia Indonesia Capai 12 Persen
2 jam yang lalu
16 Seniman Kontemporer...
16 Seniman Kontemporer Indonesia Boyong Skena Seni Jakarta ke Jepang
4 jam yang lalu
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
5 jam yang lalu
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
5 jam yang lalu
Liburan ke Eropa Makin...
Liburan ke Eropa Makin Terjangkau, Ini Destinasi Favorit dan Tips Hemat untuk Pemula
7 jam yang lalu
Infografis
Inggris, Italia, Jepang...
Inggris, Italia, Jepang Bersatu Ciptakan Jet Tempur Generasi Ke-6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved