2015, Eranya 4G LTE dan Fixed Line

Selasa, 13 Januari 2015 - 15:08 WIB
2015, Eranya 4G LTE...
2015, Eranya 4G LTE dan Fixed Line
A A A
Tahun ini paradigma teknologi akan berubah dari yang berbasis perangkat keras (hardware) menjadi perangkat lunak (software).

Pasar IT pun sedikit berubah, dimana perusahaan non telekomunikasi akan semakin mengaplikasikan teknologi dalam operasional mereka. Kehadiran teknologi seperti internet of things (IoT) membuat mesin bisa saling berkomunikasi. Ketika terbang, mesin pesawat Boeing 787 dapat berkomunikasi dengan server yang ada di darat. Inilah yang disebut komunikasi machine to machine (M2M).

Dengan M2M, seorang operator bisa mengoperasikan sebuah mesin melalui cloud. Tidak perlu berada di depan mesinnya. Kalau pun mesin itu rusak, teknisi tidak perlu datang langsung. Teknisi mesin turbin di PLTA Cirata, misalnya, bisa berada di Jerman. Diprediksi IoT akan mendominasi pemakaian data secara global sampai 65 persen pada 2025 nanti. Sedangkan di Indonesia kehadiran teknologi M2M ini juga sudah dimulai.

Tentu saja tren teknologi yang sangat seksi pada 2015 adalah masuknya Indonesia ke era koneksi cepat 4G LTE. Namun, saya lihat operator relatif berhati-hati dalam mengimplementasikan teknologi ini. Ada beberapa alasan. Yang pertama operator tidak akan men-deploy 4G LTE sekaligus secara nasional karena investasinya sangat tinggi. Karena itu mereka selektif ke kota atau kawasan yang memiliki mobilitas dan konsumsi data tinggi.

Mereka juga akan melihat profiling pengguna data, pertumbuhan data, serta behavior pengguna data itu sendiri. Kedua, implementasi 4G LTE ini masih terkendala lebar spektrum yang tidak cukup. Di frekuensi 900 MHz, 4G LTE baru akan efektif di lebar bandwith 10 MB. Tapi, di 900 MHz itu para operator masih memiliki teknologi 2G yang masih berkontribusi revenue yang besar bagi operator.

Frekuensi 1800 MHz memang punya bandwith-nya lebih lebar, tapi tidak contiguous. Alhasil teknologi yang digunakan operator harus lebih kompleks dan tidak cost effective, karena harus terlebih dulu dilakukan penataan frekuensi agar berurutan. Diatas itu ada frekuensi 2,1 GHz. Tapi, ekosistem spektrum tersebut belum kuat sehingga cost-nya pun jadi lebih tinggi.

Spektrum 2,3 GHz memang memiliki banyak bandwith kosong. Namun, penggunaan teknologinya berbeda. Tidak memakai Frequency division (FD) LTE, melainkan Time division (TD) LTE yang sebenarnya dirancang untuk limited mobility dan jarang digunakan untuk roaming. Spektrum 2,6 GHz kembali bermasalah dengan ekosistem yang belum terbentuk.

Walau 4G LTE sudah mulai berjalan, namun tahun ini konsumsi fixed broadband justru terus meningkat. Ketika teknologi nirkabel memiliki ketergantungan alami terhadap frekuensi yang sifatnya terbatas, maka dalam 2-3 tahun terakhir terminologi broadband akan dikembalikan lagi ke fixed line yang tidak memiliki keterbatasan. Karena itu, fixed broadband ini akan tumbuh sangat cepat pada 2015.

Saya pernah menghitung sebuah rumah dengan dua orang tua, dua anak, dan seorang pembantu memiliki konsumsi data hingga 6 terrabyte (TB) perbulan. Satu-satunya koneksi yang bisa mengakomodir kebutuhan tersebut adalah melalui fixed line. Tahun ini Alcatel-Lucent Indonesia menargetkan pertumbuhan diatas 20 persen, lebih tinggi dari industri yang sekitar 10%-20%.

Alcatel Lucent Indonesia telah menjadi pemain penting yang sangat aktif di dalam perubahan paradigma industri. Pada 2014, misalnya, kami cukup bangga karena berkontribusi untuk membangun infrastruktur kabel laut yang memiliki kapasitas ultimate 2,5 TB. Kabel tersebut terintegrasi dari Sulawesi ke Ternate ke Ambon dan masuk ke Sorong, Biak, Jayapura, serta FakFak, Timika dan Merauke.
(ars)
Berita Terkait
Prof. Suryanegara: Jadilah...
Prof. Suryanegara: Jadilah Master, Bukan Hamba Gadget! Pesan Penting untuk Remaja
Tips Memilih Gadget...
Tips Memilih Gadget Paling Hemat dan Sesuai Kebutuhan di 2023
Atasi Kecanduan Gadget...
Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman
Salah Kaprah Sinar Biru...
Salah Kaprah Sinar Biru Gadget Berbahaya Bagi Mata, Ini Faktanya!
Mengetahui Apa itu Blue...
Mengetahui Apa itu Blue Light di Gadget dan Bahayanya untuk Mata
Cara Mengubah HP Jadi...
Cara Mengubah HP Jadi Mikrofon, Ternyata Mudah!
Berita Terkini
Bebas Kaku dan Tetap...
Bebas Kaku dan Tetap Aktif Bergerak: Investasi Kesehatan Sendi Masa Depan Bersama Welmove
1 jam yang lalu
Akting Jisoo BLACKPINK...
Akting Jisoo BLACKPINK Dikritik Lagi, Netizen Minta Fokus ke Musik Saja
1 jam yang lalu
Mengapa Nyeri Sendi...
Mengapa Nyeri Sendi Sering Muncul Menjelang Menopause? Yuk, Kenali Penyebab dan Solusinya!
1 jam yang lalu
Mengapa Penderita Diabetes...
Mengapa Penderita Diabetes Berisiko Alami Disfungsi Ereksi? Ini Penjelasan Dokter!
2 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 29: Kepanikan Semakin Meluas setelah Om Rocky dan Mang Ihin Ikut Menyebarkan Informasi Tentang Intel
2 jam yang lalu
Giorgio Tak Kunjung...
Giorgio Tak Kunjung Minta Maaf ke Ruben Onsu, Nanda Persada Ingatkan Soal Reputasi
2 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved