Memaksimalkan Kamera Smartphone

Selasa, 20 Januari 2015 - 11:12 WIB
Memaksimalkan Kamera...
Memaksimalkan Kamera Smartphone
A A A
Teknologi pada kamera smartphone sudah demikian canggih hingga sulit dibedakan dengan kamera digital sekelas DSLR sekalipun ketika sudah di-unggah di sosial media seperti Instagram. Nah, berikut ini adalah beberapa tips untuk memaksimalkan hasil foto dari smartphone:

Crop, Jangan Zoom

Kecuali Samsung Galaxy K Zoom yang menawarkan perbesaran (zoom) optikal, maka rata-rata perbesaran gambar yang ada pada smartphone adalah digital. Karena itu, lebih baik berpura-pura fitur ini tidak ada. Mengapa zoom digital itu jelek? Jawabannya mudah. Di preview liveview pun Anda sudah bisa merasakan bagaimana kualitas gambar menurun jauh begitu Anda mulai nge-zoom.

Sebaliknya, teknik cropping hanyalah memangkas gambar yang sudah direkam. Saat ini smartphone Rp2 jutaan pun sudah memiliki resolusi 5 MP. Artinya walau sudah di-crop, tetap saja banyak resolusi tersisa. Sehingga gambar tidak akan pecah,dan detail tidak berkurang ketika diunggah ke sosial media. Fungsi cropping sendiri adalah menghilangkan obyek atau detail foto yang dirasa menganggu, memfokuskan foto pada sebuah obyek tertentu, hingga memberikan efek dramatis.

Edit, Jangan Filter

CEO Instagram Kevin Systrom terus memperbaiki kualitas filter di Instagram supaya pengguna bisa mendapatkan fungsi seperti halnya aplikasi editing foto biasa. Yang terbaru, lewat penambahan menu slider (geser). Mengapa? Karena hasil penggunaan efek filter akan membuat foto Anda menjadi terlalu berlebihan dan kehilangan “cerita”. Lalu solusinya bagaimana? Ada banyak sekali aplikasi untuk mempermak gambar yang sangat baik.

Misalnya saja SnapSeed, Photoshop Express, VSCO Cam, serta iPhoto. Aplikasi tersebut memberikan pilihan untuk mengolah gambar sesuai kebutuhan, seperti kontras, ketajaman, temperatur warna dan masih banyak lagi. Dengan begitu, proses editing yang dilakukan akan berbeda untuk setiap foto. Hasilnya pun akan jauh lebih baik dibanding sekadar mengaplikasikan satu filter untuk semua foto.

Hindari Fake Blur

Depth of field memang jadi tantangan besar untuk kamera smartphone. Lensa wide dan sensor kecil membuat efek bokeh sangat sulit dicapai. Tapi, memalsukannya justru jauh lebih buruk. Beberapa aplikasi editing memiliki efek blur. Namun, ketika diaplikasikan, hasilnya terlihat tidak natural. Bisa saja kita mengisolasi bagian-bagian tertentu dari sebuah obyek dan mengubahnya menjadi blur. Tapi, ini sangat sulit dilakukan. Jika kurang baik, lagi-lagi hasil foto terlihat palsu. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk meletakkan titik fokus pada obyek tertentu di smartphone adalah ini: tempatkan di tengah layar, gunakan fitur touch to focus (jika ada).

Jangan Gunakan Flash

Flash yang ada pada smartphone bukan benar-benar berfungsi sebagai flash. Memang terang sekali, tapi temperatur warnanya membuat hasil foto jadi jelek. Begitupun letaknya yang dekat dengan lensa, membuat mata obyek menjadi merah. Lalu, bagaimana jika harus berfoto dalam pencahayaan rendah? Sayangnya, tidak ada pilihan lain. Sensor smartphone tidak cukup besar untuk merekam cahaya minim. Solusinya adalah mencari sumber pencahayaan alternatif. Misalnya neon sign, lampu temaram, serta sumber cahaya lain.

Ketahui Komposisi Foto

Yang membedakan foto dahsyat dan foto biasa adalah komposisinya. Untuk membuat komposisi foto yang luar biasa, tidak harus memakai kamera DSLR. Komposisi foto adalah bagaimana menempatkan bendabenda yang jadi obyek foto supaya bisa terbingkai dengan baik. Salah satu aturan dari komposisi foto ini adalah rules of thirds. Lewat aturan ini, bidang foto dibagi menjadi tiga sama besar, baik horisontal maupun vertikal. Hasilnya adalah Anda memiliki 9 area yang sama besar.

Pilah-Pilih Aplikasi Kamera

Tujuannya adalah lebih banyak memiliki kontrol terhadap hardware kamera. Aplikasi seperti Camera Awesome, misalnya, memungkinkan memotret dalam moda “burst”. Begitupun Camera+ yang memiliki beberapa kontrol yang tidak ada ditemukan di aplikasi standar.

Alat Bantu

Ini tidak wajib. Tapi alat bantu seperti monopod atau tongsis bisa mempermudah Anda saat mengambil foto. Terutama untuk kondisi seperti jarak jauh atau dari sudut yang tinggi. Tongsis tentu saja juga dapat membantu Anda untuk mengambil selfie atau berfoto bersama-sama.

(Danang Arradian)
(ftr)
Berita Terkait
Prof. Suryanegara: Jadilah...
Prof. Suryanegara: Jadilah Master, Bukan Hamba Gadget! Pesan Penting untuk Remaja
Tips Memilih Gadget...
Tips Memilih Gadget Paling Hemat dan Sesuai Kebutuhan di 2023
Atasi Kecanduan Gadget...
Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman
Salah Kaprah Sinar Biru...
Salah Kaprah Sinar Biru Gadget Berbahaya Bagi Mata, Ini Faktanya!
Mengetahui Apa itu Blue...
Mengetahui Apa itu Blue Light di Gadget dan Bahayanya untuk Mata
Cara Mengubah HP Jadi...
Cara Mengubah HP Jadi Mikrofon, Ternyata Mudah!
Berita Terkini
Penuh Misteri dan Aksi,...
Penuh Misteri dan Aksi, The Thief Lover di V+Short Bikin Ketagihan Nonton
11 jam yang lalu
Seluruh Member NCT 127...
Seluruh Member NCT 127 Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment, Fans Lega
12 jam yang lalu
Trailer Perumahan Laddaland...
Trailer Perumahan Laddaland Dirilis, Horor Paling Sedih Awi Suryadi
13 jam yang lalu
Tak Cuma Bikin Bugar,...
Tak Cuma Bikin Bugar, Olahraga Bisa Cegah Alzheimer dan Demensia
13 jam yang lalu
Driver Taksi Ini Simpan...
Driver Taksi Ini Simpan Rahasia Gelap, Nonton Microdrama Midnight Meter di V+Short
14 jam yang lalu
Zahara, Putri Angelina...
Zahara, Putri Angelina Jolie dan Brad Pitt Ajukan Penghapusan Nama Belakang sang Ayah
14 jam yang lalu
Infografis
5,3 Miliar Smartphone...
5,3 Miliar Smartphone menjadi Sampah Elektronik pada 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved