Tahun Ini Banyak Pilihan Rumah
Rabu, 21 Januari 2015 - 09:53 WIB
Tahun Ini Banyak Pilihan Rumah
A
A
A
Meski pada 2014 terjadi perlambatan akibat situasi politik di Indonesia, pengembang properti optimistis pasar properti Indonesia akan kembali cerah pada 2015.
Tingginya inflasi dan suku bunga bahkan diyakini tidak memberikan dampak pada investasi di sektor properti sehingga properti masih menjadi instrumen investasi yang menggiurkan.
Beberapa pengembang menyiapkan proyek hunian baru tahun ini. CEO Samara Dana Property dan Rotterdam Property Nathalia Sunaidi mengutarakan, 2014 menjadi tahun politik sehingga para pengembang properti melakukan taktik wait & see.
Namun, dia yakin bahwa iklim investasi akan semakin membaik terutama bila dikaitkan dengan stabilitas ekonomi makro yang didukung kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil. Bersama perusahaannya, Rotterdam Properti dan Samara Dana Properti, Nathalia telah membangun proyek di Jakarta dan sekitarnya seperti Rotterdam Residence, Rotterdam Business Center, Rotterdam Depok Residences, dan Callabasas Residenses.
Proyek-proyek yang digarapnya tersebut terhitung cukup sukses dan mampu terjual dalam waktu singkat. Dia memaparkan, tahun depan Rotterdam Property dan Samara Dana Property akan mengembangkan dua kawasan hunian landed house di kawasan Bekasi dan hunian vertikal apartemen di kawasan Tangerang, Banten. Nathalia juga mengatakan, kawasan di wilayah koridor timur Jakarta seperti Bekasi memiliki keunggulan dari segi harga.
Harga tanah di kawasan ini masih jauh lebih murah dibandingkan dengan kawasan Barat seperti Serpong, Tangerang, Banten. Sementara pengembang properti Plat Merah Perum Perumnas tahun ini akan membangun rumah 36.000 unit rumah baru. Atau naik dua kali lipat dari rencana awal yang menargetkan pembangunan 15.000 unit rumah. “Hasil pembahasan kemarin dengan wakil presiden, Perumnas menargetkan bisa bangun 15.000 unit rumah dinaikkan jadi 36.000 unit rumah, di seluruh Indonesia,” kata Direktur Pemasaran Perumnas Muhammad Nawir.
Menurut dia, kenaikan pembangunan tersebut hasil dari pembahasan pemerintah yang menargetkan 1 juta unit rumah pada 2015 dan melihat kemampuan dari Perumnas. Rencananya, kata Nawir, lokasi unit rumah yang akan dibangun tersebut difokuskan di kawasan kota-kota besar di Indonesia dengan membangun rumah susun (rusun) seperti di Jabodetabek, Surabaya, Medan, Makassar dengan jumlahnya sekitar 56 tower.
Adapun memasuki 2015, Kota Baru Parahyangan (KBP) seluas 1.250 hektare di Padalarang, Bandung meluncurkan kluster baru. Kluster Wangsakerta 2 yang berisi rumah mungil masih berada di satu kawasan dengan kluster Wangsakerta 1 dan dihubungkan dengan tunnel. Kluster Wangsakerta 2 memasarkan 212 unit rumah satu lantai dan dua lantai. Ada tiga tipe yang ditawarkan, terkecil 65/126 seharga Rp1,02 miliar.
Dua tipe lainnya 97/162 Rp1,36 miliar dan 116/220 (2 lantai) seharga Rp1,8 miliar (tunai keras). “Kami optimistis akan cepat terserap pasar apalagi stok rumah kecil medium sudah lama kosong,” ujar Raymond Hadipranoto, marketing manager PT Belaputera Intiland, developer KBP. Selain kluster rumah mungil, KBP juga menyiapkan kluster rumah mewah yang akan dilempar ke pasar awal Mei 2015.
Rendra hanggara
Tingginya inflasi dan suku bunga bahkan diyakini tidak memberikan dampak pada investasi di sektor properti sehingga properti masih menjadi instrumen investasi yang menggiurkan.
Beberapa pengembang menyiapkan proyek hunian baru tahun ini. CEO Samara Dana Property dan Rotterdam Property Nathalia Sunaidi mengutarakan, 2014 menjadi tahun politik sehingga para pengembang properti melakukan taktik wait & see.
Namun, dia yakin bahwa iklim investasi akan semakin membaik terutama bila dikaitkan dengan stabilitas ekonomi makro yang didukung kebijakan moneter, fiskal, dan sektor riil. Bersama perusahaannya, Rotterdam Properti dan Samara Dana Properti, Nathalia telah membangun proyek di Jakarta dan sekitarnya seperti Rotterdam Residence, Rotterdam Business Center, Rotterdam Depok Residences, dan Callabasas Residenses.
Proyek-proyek yang digarapnya tersebut terhitung cukup sukses dan mampu terjual dalam waktu singkat. Dia memaparkan, tahun depan Rotterdam Property dan Samara Dana Property akan mengembangkan dua kawasan hunian landed house di kawasan Bekasi dan hunian vertikal apartemen di kawasan Tangerang, Banten. Nathalia juga mengatakan, kawasan di wilayah koridor timur Jakarta seperti Bekasi memiliki keunggulan dari segi harga.
Harga tanah di kawasan ini masih jauh lebih murah dibandingkan dengan kawasan Barat seperti Serpong, Tangerang, Banten. Sementara pengembang properti Plat Merah Perum Perumnas tahun ini akan membangun rumah 36.000 unit rumah baru. Atau naik dua kali lipat dari rencana awal yang menargetkan pembangunan 15.000 unit rumah. “Hasil pembahasan kemarin dengan wakil presiden, Perumnas menargetkan bisa bangun 15.000 unit rumah dinaikkan jadi 36.000 unit rumah, di seluruh Indonesia,” kata Direktur Pemasaran Perumnas Muhammad Nawir.
Menurut dia, kenaikan pembangunan tersebut hasil dari pembahasan pemerintah yang menargetkan 1 juta unit rumah pada 2015 dan melihat kemampuan dari Perumnas. Rencananya, kata Nawir, lokasi unit rumah yang akan dibangun tersebut difokuskan di kawasan kota-kota besar di Indonesia dengan membangun rumah susun (rusun) seperti di Jabodetabek, Surabaya, Medan, Makassar dengan jumlahnya sekitar 56 tower.
Adapun memasuki 2015, Kota Baru Parahyangan (KBP) seluas 1.250 hektare di Padalarang, Bandung meluncurkan kluster baru. Kluster Wangsakerta 2 yang berisi rumah mungil masih berada di satu kawasan dengan kluster Wangsakerta 1 dan dihubungkan dengan tunnel. Kluster Wangsakerta 2 memasarkan 212 unit rumah satu lantai dan dua lantai. Ada tiga tipe yang ditawarkan, terkecil 65/126 seharga Rp1,02 miliar.
Dua tipe lainnya 97/162 Rp1,36 miliar dan 116/220 (2 lantai) seharga Rp1,8 miliar (tunai keras). “Kami optimistis akan cepat terserap pasar apalagi stok rumah kecil medium sudah lama kosong,” ujar Raymond Hadipranoto, marketing manager PT Belaputera Intiland, developer KBP. Selain kluster rumah mungil, KBP juga menyiapkan kluster rumah mewah yang akan dilempar ke pasar awal Mei 2015.
Rendra hanggara
(ars)