Bjork Majukan Perilisan Album Baru Setelah Lagunya Bocor
Rabu, 21 Januari 2015 - 17:19 WIB
Bjork Majukan Perilisan Album Baru Setelah Lagunya Bocor
A
A
A
NEW YORK - Bintang pop eksentrik asal Islandia Bjork terpaksa memajukan perilisan album barunya setelah sejumlah lagunya dibocorkan di online hanya dua bulan sebelum jadwal rilis.
Dalam sebuah catatan yang ditulis tangan dan diunggah di media sosial pada Rabu (14/1/2015) lalu, Bjork mengumumkan album pertamanya dalam empat tahun terakhir itu, Vulnicura, akan dirilis pada 15 Maret mendatang.
Tapi, pada akhir pekan lalu, sembilan lagu dari album itu dibocorkan via online. Meskipun Bjork tidak mengonfirmasi apakah kebocoran memainkan peranan dalam keputusannya untuk memajukan perilisan album itu, pada Selasa (20/1/2015), pelantun Oh So Quiet itu menyatakan Vulnicura bakal digulirkan ke seluruh dunia di iTunes dalam 24 jam ke depan.
“Saya kira saya menghabiskan waktu selama setahun untuk menulis sebuah album patah hati yang lengkap ini. Agak kaget dengan bagaimana saya mendokumentasikan ini dengan kronologi emosi yang cukup akurat, seperti tiga lagu sebelum putus dan tiga setelahnya. Jadi, ahli antropologi dalam jiwa saya masuk dan saya memutuskan untuk membagikannya,” papar Bjork mengenai awal mula pembuatan album itu di laman Facebook-nya.
Bjork juga mengakui jika awalnya dia khawatir kalau album itu akan terlalu memanjakan diri tapi kemudian dia memutuskan membuatnya lebih universal. “Saya harap lagu-lagunya bisa menjadi sebuah bantuan, penopang bagi orang lain dan membuktikan proses biologis ini: luka dan penyembuhan luka. Secara psikologis dan fisik. Di sana tertempel sebuah jam yang keras kepala,” ujar dia, yang dikutip Contactmusic.
Vulnicura menandai album pertama Bjork sejak dirilisnya Biophilia pada 2011. Seluruh lagu dalam album baru itu diproduseri atau diko-produseri Bjork. Untuk mempromosikan album ini, penyanyi berusia 49 tahun itu baru-baru ini mengumumkan serangkaian konser intim di New York yang dimulai pada 7 Maret di Stern Auditorium/Perelman Stage di Carnegie Hall.
Dalam sebuah catatan yang ditulis tangan dan diunggah di media sosial pada Rabu (14/1/2015) lalu, Bjork mengumumkan album pertamanya dalam empat tahun terakhir itu, Vulnicura, akan dirilis pada 15 Maret mendatang.
Tapi, pada akhir pekan lalu, sembilan lagu dari album itu dibocorkan via online. Meskipun Bjork tidak mengonfirmasi apakah kebocoran memainkan peranan dalam keputusannya untuk memajukan perilisan album itu, pada Selasa (20/1/2015), pelantun Oh So Quiet itu menyatakan Vulnicura bakal digulirkan ke seluruh dunia di iTunes dalam 24 jam ke depan.
“Saya kira saya menghabiskan waktu selama setahun untuk menulis sebuah album patah hati yang lengkap ini. Agak kaget dengan bagaimana saya mendokumentasikan ini dengan kronologi emosi yang cukup akurat, seperti tiga lagu sebelum putus dan tiga setelahnya. Jadi, ahli antropologi dalam jiwa saya masuk dan saya memutuskan untuk membagikannya,” papar Bjork mengenai awal mula pembuatan album itu di laman Facebook-nya.
Bjork juga mengakui jika awalnya dia khawatir kalau album itu akan terlalu memanjakan diri tapi kemudian dia memutuskan membuatnya lebih universal. “Saya harap lagu-lagunya bisa menjadi sebuah bantuan, penopang bagi orang lain dan membuktikan proses biologis ini: luka dan penyembuhan luka. Secara psikologis dan fisik. Di sana tertempel sebuah jam yang keras kepala,” ujar dia, yang dikutip Contactmusic.
Vulnicura menandai album pertama Bjork sejak dirilisnya Biophilia pada 2011. Seluruh lagu dalam album baru itu diproduseri atau diko-produseri Bjork. Untuk mempromosikan album ini, penyanyi berusia 49 tahun itu baru-baru ini mengumumkan serangkaian konser intim di New York yang dimulai pada 7 Maret di Stern Auditorium/Perelman Stage di Carnegie Hall.
(alv)