Turunkan Berat Badan dengan Detoks Yoga

Senin, 02 Februari 2015 - 09:36 WIB
Turunkan Berat Badan...
Turunkan Berat Badan dengan Detoks Yoga
A A A
YOGA tak hanya membuat tubuh bugar, juga bisa menurunkan berat badan. Hasilnya akan lebih efektif jika Anda juga melakukan detoks plus konsumsi makanan sehat.

Yoga merupakan jenis olahraga yang semakin populer belakangan ini. Akhirnya banyak orang memilih yoga sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Faktanya, banyak yang gagal merealisasikannya. Tapi jangan cemas, mungkin Anda hanya perlu menggabungkan yoga dengan detoks jika ingin mendapatkan tubuh yang ramping. Pakar detoks dan ahli yoga dr Purushotanam Munirathinam dari India yang memopulerkan metode ini.

Menurut dia, ini merupakan satu terobosan baru untuk mengikis lemak. Malah dia menyebut paduan yoga dan detoks bisa turunkan berat badan dalam waktu tiga hari. Dalam program tiga hari tersebut, yoga yang diterapkan meliputi gentle yoga, twist yoga, yoga flow, dan latihan pernapasan. Nah olahraga ini akan bagus di-combine dengan mengonsumsi makanan sehat dari buah dan sayur-sayuran segar.

Manfaat rangkaian gerakan dan pose yang dilakukan dirancang untuk mengoptimalkan proses detoks. Yoga twist misalnya, merupakan stimulasi terhadap hati, ginjal, usus besar, dan paru-paru untuk meningkatkan fungsi dan daya kerjanya, termasuk kemampuan melakukan detoks alami.

“Bagi Anda yang masih pemula (belum pernah melakukan yoga) atau berusia lanjut, tak perlu khawatir, Anda dapat melakukan gentle yoga yang ritme latihannya lebih lambat,” kata dr Puru yang ditemui saat peluncuran buku miliknya di Jakarta, beberapa waktu lalu. Yoga detoks tidak hanya berperan menurunkan berat badan, beberapa latihan justru menghangatkan dan memicu energi kehidupan untuk jadi lebih bahagia dan damai.

Tak mengherankan bila setelahnya, kecantikan alami Anda akan lebih memancar. Untuk menunjang proses detoks dalam tiga hari tersebut, makanan dan minuman yang dikonsumsi harus mendukung proses pembersihan dan bukan sebaliknya, malah membawa racun lagi. Hanya buah-buahan, sayur-mayur mentah, serta beberapa herbal dan air yang boleh dikonsumsi selama program detoks.

Selain karena pertimbangan nutrisi, kandungan zat antioksidan dalam makanan yang dipilih juga harus tinggi. “Pilih sayur atau buah yang warnanya gelap. Karena sayuran berwarna gelap biasanya mengandung antioksidan yang lebih tinggi,”ucap dr Puru. Dia pun menyarankan agar menghindari konsumsi tepung, gula, dan minyak karena dapat meracuni tubuh.

“Mangga, durian, kol, ubi tidak apa-apa. Selama itu sayur dan buah, its ok, “ lanjut Puru. Dia juga menjelaskan rangkaian latihan dan diet dalam program detoks ini dirancang untuk orang dewasa yang sehat dan tidak memiliki penyakit atau dalam kondisi seperti wanita hamil, wanita yang sedang menstruasi, penderita darah rendah, penderita batu ginjal, diabetes kronis, hernia, dan penyandang gangguan mental.

Mentimun dan buah kaya air, seperti semangka sangat baik untuk detoksifikasi karena buah-buahan ini mengandung zat citrulline, yaitu asam amino yang telah terbukti membantu meningkatkan kerja hati (liver) dan ginjal dan membersihkannya dari zat amonia. Amonia adalah salah satu racun yang membebani tubuh kita akibat proses yang terjadi di lingkungan, di luar tubuh kita. Namun, amonia juga merupakan hasil dari protein yang dibakar tubuh secara terusmenerus dalam upaya mendapatkan energi.

Bahayanya, tumpukan amonia yang tidak dikeluarkan tubuh akibat fungsi hati dan ginjal yang kurang optimal, dapat merusak sel-sel tubuh. Menurut dr Puru, jika Anda rajin olahraga dan disiplin dalam menjalani diet, tetapi tidak pernah melakukan detoks, hasilnya metabolisme dan fungsi tubuh tidak bekerja secara efisien, secara alami tubuh yang sehat melakukan detoksifikasi melalui 5 saluran setiap hari, yaitu pori-pori (keringat), paru-paru (karbondioksida), hati (liver), ginjal dan saluran kemih (urine), serta usus besar.

Apabila salah satu saluran tersebut tidak berfungsi atau tersumbat, keseimbangan dan fungsi tubuh akan terganggu. Menurut dr Puru ada empat racun utama yang berbahaya bagi kesehatan dan mengganggu fungsi organ, yaitu lemak, karbohidrat, urea, dan karbondioksida.

Ada juga jenis racun yang disebabkan dari luar tubuh kita, seperti polusi udara, zat pengawet makanan, zat perasa buatan, kuman, virus, bakteri, dan zat pewarna. Untuk itu, detoks harus jadi bagian dari sikap peduli Anda terhadap tubuh Anda sendiri. Menurut dr Puru, ini perlu dilakukan pada semua aspek, yaitu fisik, emosi, dan mental.

Dr Puru menjelaskan, bahaya yang bisa mengancam kesehatan jika Anda tidak melakukan detoks, yaitu kerusakan organ detoks, kanker, kelelahan kronis, alergi, obesitas, dan stres sampai depresi.

Iman firmansyah
(ars)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
ADOR Turunkan Gugatan...
ADOR Turunkan Gugatan terhadap Danielle dan Min Hee-jin dari Rp510 Miliar Jadi Rp390 Miliar
1 jam yang lalu
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
2 jam yang lalu
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
2 jam yang lalu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
3 jam yang lalu
Kangen Dono dan Kasino,...
Kangen Dono dan Kasino, Indro Warkop Ciptakan Lagu 'Dan Aku Rindu'
3 jam yang lalu
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
4 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved