Honda Mengawali 2015 Dengan Senyuman

Minggu, 22 Februari 2015 - 08:59 WIB
Honda Mengawali 2015...
Honda Mengawali 2015 Dengan Senyuman
A A A
KETIKA pasar automotif Indonesia diprediksi tetap stagnan, inilah agen pemegang merek (APM) yang mengawali tahun 2015 dengan senyuman: PT Honda Prospect Motor (HPM).

Penjualan Honda pada Januari 2015 tumbuh 75% dibanding tahun sebelumnya. Pada Januari 2014, penjualan mereka hanya 9.635 unit. Sedangkan Januari 2015 lalu melonjak ke angka16.855 unit dengan market share 17,9%. Bukan hanya itu, tahun ini target penjualan mereka juga ditingkatkan ke angka 170.000 unit dari penjualan 2014 yang ada di angka 159.147 unit.

Mengapa bisa begitu besar pertumbuhan Honda? Mengapa pula mereka bisa sangat optimistis? Padahal, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan bahwa penjualan mobil pada 2015 tetap sama dengan tahun sebelumnya, yakni di kisaran 1,2 juta unit (karena pertumbuhan ekonomi melambat).

Ada beberapa hal yang bisa menjawabnya. Yang pertama adalah kehadiran model baru seperti HR-V. HR-V memang menargetkan pasar Low SUV yang ”kuenya” relatif kecil jika dibandingkan city car, apalagi MPV. Namun, kehadiran HR-V membuat segmen yang kecil itu membengkak jadi besar.

Kendati baru saja diserah-terimakan ke konsumen, misalnya, HR-V langsung menyeruak sebagai kontributor penjualan terbesar ketiga Honda. Terjual 2.153 unit pada Januari 2015, setingkat dibawah Jazz. HR-V langsung menerobos jadi pemimpin pasar Low SUV, menggagahi pemain yang sudah ada seperti Toyota Rush, Daihatsu Terrios, Ford Eco Sport, serta Nissan Juke.

Crossover pertama Honda tersebut telah membukukan pesanan sebanyak 11.000 unit sejak September 2014-Januari 2015, membuat target penjualan total 25.000 unit sepanjang 2015 terasa kecil. Faktor kedua adalah model-model Honda yang sudah ada masih sangat baik diserap pasar.

Low MPVHonda Mobilio masih menjadi tulang punggung penjualan Honda dengan angka 5.456 unit pada Januari 2015 dan mengakomodir 21% pangsa pasar di kelas LMPV. Penyumbang terbesar kedua penjualan Honda adalah Jazz dengan 3.393 unit dan mengakomodir 61% market sharesegmen hatchback.

Model-model lain seperti LCGC Brio Satya serta New Honda CR-V facelift pun tetap mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik. Faktor ketiga mengapa Honda bisa tumbuh dikala pasar stagnan adalah karena mereka memiliki model prima disegmensegmen yang tahun ini diprediksi akan tumbuh.

Marketing & Aftersales Service Director PT HPM Jonfis Fandy menilai, kendati LMPV tetap menjadi pangsa pasar terbesar tahun ini, namun peningkatan terbesar bakal dialami oleh segmen LSUV dan LCGC. ”Nah, produk-produk kami seperti Mobilio, HR-V, dan Brio Satya sangat kuat di ketiga segmen tersebut. Itulah alasan mengapa target kami ditingkatkan ke 170.000 unit,” ujarnya.

Jonfis mengakui, pasar yang melambat dan stagnan ini tentu saja berdampak pada persaingan antar APM yang semakin sengit. ”Karena tidak ada penambahan konsumen baru, maka APM mau tidak mau harus bergerilya ke kiri, kanan, atas, dan bawah,” ungkapnya.

”Karena pilihan produk di pasar semakin banyak, maka konsumen sendiri yang akan menentukan produk mana yang punya value for money paling tinggi. Saya sendiri percaya kalau produk bagus, maka pasar akan ada berpindah dengan sendirinya,” ia menambahkan.

Kepuasan Konsumen

Rekor penjualan mobil Honda Indonesia yang sebesar 159.147 unit selama 2014 bukan hanya membuat mereka meroket ke peringkat ketiga pasar mobil nasional dengan market sharesebesar 13,2%. Tapi, juga sudah mengalahkan penjualan Honda Thailand yang hanya 106.000 unit.

”Indonesia, Thailand, dan India kini menjadi pilar Honda di Asia,” ungkap Marketing & Aftersales Service Director PT HPM Jonfis Fandy. Meski demikian, ada yang lebih penting bagi Honda selain penjualan. Yakni no 1 di customer satisfaction.

Bagaimana cara mencapainya? Yang utama, tentu saja meningkatkan dan menambah layanan purna jual. Hingga akhir tahun 2014, Honda sendiri telah memiliki sebanyak 136 dealer di seluruh Indonesia, terdiri dari 102 dealer 3S dan 34 sub-dealer 3S. Tahun ini, jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 195 dealer-200 dealer.

”Perluasan fasilitas dealeryang sudah ada juga tak kalah penting dari penambahan jumlah dealerbaru untuk mencapai kepuasan tertinggi pelanggan,” tegas Presiden Direktur PT HPM Tomoki Uchida.

Danang arradian
(ftr)
Berita Terkait
Industri Automotif Mulai...
Industri Automotif Mulai Optimistis
Kabar Baik Insentif...
Kabar Baik Insentif Automotif
Industri Automotif Nasional...
Industri Automotif Nasional Mulai Tumbuh
Pasar Automotif Baru...
Pasar Automotif Baru Pulih Tahun Depan
Bisnis Automotif Menggeliat,...
Bisnis Automotif Menggeliat, Daihatsu Edukasi Konsumen
DnZ Wheels Velg Lokal...
DnZ Wheels Velg Lokal Kualitas Internasional
Berita Terkini
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
5 jam yang lalu
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
6 jam yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
6 jam yang lalu
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
7 jam yang lalu
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
9 jam yang lalu
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved