Tren Pastry,Fenomena Gluten Free

Minggu, 01 Maret 2015 - 13:38 WIB
Tren Pastry,Fenomena...
Tren Pastry,Fenomena Gluten Free
A A A
Siapa yang tidak menyukai dessert ? Makanan penutup sekarang sudah menjadi bagian dari lifestyle dan rata-rata hampir semua menyukainya. Seperti fashion, pastry juga mengikuti perkembangan zaman dan memiliki tren tersendiri setiap tahunnya.

Lalu, bagaimana dengan tren pastry pada 2015 ini? Sebelum membahas tren pastry, ada baiknya mengulang sedikit apa makna pastry itu sendiri. Pastry adalah jenis utama dari permen dan roti. Ini mencakup berbagai macam produk panggang yang terbuat dari bahanbahan seperti tepung, gula, susu, mentega, shortening, baking powder , dan telur. Tart kecil dan produk panggang lainnya yang berasa manis disebut kue, termasuk tart, quiches, dan pasties.

Pastry juga dapat mengacu pada adonan kue. Adonan pastry yang digulirkan tipis dan digunakan sebagai dasar untuk produk panggang. Pastry dibedakan dari roti dengan memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi dan bertekstur serpihan atau rapuh. Kue yang baik memiliki tekstur ringan, memiliki udara, dan memiliki kandungan lemak, tapi cukup untuk mendukung berat ketika diisi.

Ketika membuat kue shortcrust , lemak dan tepung harus membaur secara menyeluruh, sebelum menambahkan cairan apa pun. Hal ini untuk memastikan bahwa butiran tepung yang memadai dilapisi dengan lemak dan memungkinkan untuk mengembangkan gluten . Sementara, hasil overmixing dalam untaian gluten panjang bisa menguatkan kue.

Jenis kue Denmark dan croissant, misalnya, tekstur serpihan karakteristik dicapai dengan berulang kali menggelar adonan yang mirip dengan ragi roti, menyebarkan dengan mentega, dan melipatnya untuk menghasilkan banyak lapisan tipis. Lalu, bagaimana dengan tren pastry pada tahun ini dan ke depannya? Seperti yang dilihat sekarang, masyarakat sudah sadar akan pentingnya kesehatan.

Otomatis ramai-ramai mencari healthy food, mulai makanan ringan, menu utama, hingga dessert. Untuk dessert, sekarang ada istilah gluten free dan sekarang sudah banyak yang membuat maupun mengonsumsi. Kemudian, apa sih gluten free itu? Gluten free adalah diet yang mengecualikan gluten, komposit protein yang ditemukan dalam gandum, dan biji-bijian terkait, termasuk barley dan rye.

Gluten menyebabkan gangguan kesehatan pada penderita penyakit celiac (CD) dan beberapa kasus alergi gandum. Bagi mereka yang didiagnosis dengan penyakit celiac, gluten-free diet ketat merupakan satu-satunya pengobatan yang efektif sampai saat ini. Beberapa orang percaya bahwa ada manfaat kesehatan untuk bebas gluten pada makanan. Namun, tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.

Non-celiac sensitivitas gluten atau intoleransi gluten mungkin tidak ada. Beberapa biji-bijian sereal meskipun bebas gluten , mungkin mengandung gluten karena kontaminasi silang selama pengolahan, termasuk pada gandum. Beberapa makanan olahan mengandung gluten sehingga perlu label khusus, seperti bebas gluten es krim, saus tomat, kaldu ayam, sereal jagung, topping es krim, malt penyedap, dan cokelat.

Dan beberapa nonbahan makanan dapat mengandung gluten sebagai bahan pengikat, seperti obat-obatan dan suplemen vitamin, terutama dalam bentuk tablet. Orangorang dengan intoleransi gluten mungkin memerlukan peracikan khusus untuk pengobatannya. Untuk mengganti tepung terigu yang memiliki gluten, kebanyakan menggunakan tepung almond atau self-raising flour.

Lalu, apa manfaat mengonsumsi gluten free ? Penulis Donna Karn dan Alessio Fasano MD, dokter anak dan profesor bidang fisiologis dan obatobatan dari Mucosal Biology Research Center, University of Maryland, dalam buku Living Gluten Free For Dummies, memaparkan alasan mengapa kita sebaiknya menjauhi makanan yang mengandung gluten.

Salah satunya karena membuat lebih awet muda. Gandum meningkatkan kadar gula dalam darah. Di dalam darah, gula akan mengikatkan diri dengan protein. Keduanya meningkatkan kadar enzim glikasi yang merusak jaringan kolagen kulit. Beberapa ahli kesehatan percaya kalau gluten juga bisa memperburuk gejala menopause seperti demam, sakit kepala, dan mood swing.

Menjauhi gluten sama artinya dengan meringankan gejala-gejala tersebut. Lebih mudah menjaga berat badan karena dengan menganut diet gluten , berarti kita “dipaksa” untuk melupakan berbagai jajanan favorit. Kemudian kita menjadi lebih paham tentang nutrisi. Dengan membiasakan membaca label makanan, kita jadi lebih akrab dengan berbagai istilah nutrisi.

Kalau tidak mengerti, kita akan terdorong untuk mencari tahu. Hasilnya, kita menjadi paham bahwa oat, malt, dan wheat hanyalah berbagai istilah dari gandum. Nah yang terakhir adalah kadar gula menjadi lebih stabil, bebas gluten berarti menghindari karbohidrat jahat. Dengan begitu, gula darah menjadi lebih stabil.

Selain itu kita menjadi lebih berenergi karena kelebihan karbohidrat dapat membuat tubuh lesu dan mengantuk. Jadi, sekarang tidak perlu takut tidak sehat untuk makan dessert atau pastry karena pembuat pastry juga sudah peduli terhadap kesehatan produknya, seperti membuat produk yang gluten free . Asal semua seimbang, makanan yang masuk ke dalam tubuh kita juga akan bermanfaat dan tidak lupa diimbangi dengan pola hidup sehat.

SYLVANIA OKTYVANI USDOKO
Email: [email protected]
Twitter: @agnessylvn
Alumni DCT and Culinary Arts Academy Switzerland
(bbg)
Berita Terkait
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Wisata Kuliner di...
5 Wisata Kuliner di Solo dan Sekitarnya, Sayang kalau Dilewatkan
Berita Terkini
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
35 menit yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama CEO Who Killed My Father di V+Short, Misi Jurnalis Bongkar Kejahatan CEO Berkuasa
1 jam yang lalu
Clara Shinta Resmi Laporkan...
Clara Shinta Resmi Laporkan Mantan Suami soal Dugaan Fitnah Titipan Uang Rp13 M
1 jam yang lalu
Bukan Hantu, Monster...
Bukan Hantu, 'Monster Pabrik Rambut' Sajikan Horor dari Dunia Kerja yang Melelahkan
1 jam yang lalu
Erin Wartia Ungkap Alasan...
Erin Wartia Ungkap Alasan Ganti Sunan Kalijaga, Kecewa Kasusnya Dialihkan
2 jam yang lalu
Usai Tinggalkan NCT,...
Usai Tinggalkan NCT, Mark Resmi Dirikan Perusahaan Kreatif Upper Room
3 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Fenomena Otomotif Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved