Pionir Bisnis Barbershop

Sabtu, 28 Maret 2015 - 11:40 WIB
Pionir Bisnis Barbershop
Pionir Bisnis Barbershop
A A A
ARMEN Noor sudah tertarik menggeluti bisnis pangkas rambut sejak 1999. Saat itu, dengan modal Rp175 juta, ia membuka Paxi Barbershop di wilayah Jakarta Selatan.

Modal tersebut digunakan untuk menyewa peralatan potong rambut sederhana dan sebuah ruko dengan lima karyawan. “Mulanya orang belum mengenal apa itu barbershop.Malah, orang mengira barbershopitu seperti dokter gigi,” tutur Armen. Ia tidak mengelak bahwa dirinya disebut pionir dalam konsep pangkas rambut ala barbershop yang memiliki desain modern. Armen bercerita bahwa kesulitan yang dirinya alami saat memulai Paxi Barbershop adalah mengenalkan barbershop kepada masyarakat.

Karena masyarakat tidak mengetahui barbershop dan lebih memilih memotong rambut di salon atau tempat pangkas rambut sederhana yang ada di sisi jalan. Selain itu, kendala lain saat pertama membuka Paxi Barbershop adalah masalah tempat. Armen lebih memilih lokasi Paxi Barbershop di pusat perbelanjaan karena lebih nyaman bagi konsumen ketimbang di sebuah ruko.

Konsumen yang ingin memotong rambutnya di Paxi Barbershop dikenakan tarif sebesar Rp100.000. Menurut Armen, dengan harga tersebut, konsumen akan mendapatkan kualitas pelayanan terbaik. Peralatan yang digunakan di tempatnya diimpor dari luar negeri dengan kualitas terbaik. “80% peralatan yang digunakan Paxi Barbershop berasal dari Singapura, Hong Kong, dan Kanada,” katanya.

Konsumen yang datang ke Paxi Barbershop cukup beragam, mulai anak di bawah 10 tahun sampai orang dewasa di atas 35 tahun. Paxi Barbershop, menurut Armen, hanya mengedepankan potongan rambut yang rapi. Sejak didirikan 15 tahun silam, Paxi Barbershop sampai saat ini sudah memiliki 13 cabang yang tersebar di beberapa pusat perbelanjaan mewah di Jakarta, Bandung, Medan, Makassar, dan Pontianak dengan total omzet ratusan juta per bulan. Nama Paxi Barbershop semakin meroket hingga sampai ke telinga mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY juga sempat memangkas rambutnya di Paxi Barbershop pada saat masih menjabat sebagai presiden.

“Biasanya SBY hanya merapikan rambutnya,” katanya. Armen mengaku tak khawatir adanya persaingan bisnis dengan banyaknya gerai barbershop lain yang menjual konsep yang semakin beragam.

“Kami berkompetisi secara sehat saja dengan konsep yang konsisten serta selalu mengembangkan hal baru,” tuturnya. Karenanya sampai saat ini Paxi Barbershop tetap memakai cara lama pemasaran dari mulut ke mulut yang hanya mengandalkan kepuasan setiap konsumen. Ini menurutnya jadi cara promosi paling efektif.

SULAEMAN
(ars)
Berita Terkait
Jadi Senjata Pikat Cewek,...
Jadi Senjata Pikat Cewek, Ini Tips Mengasah Selera Humormu
Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu...
Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu Akan Selalu Kami Kenang
Tiga Jurnalis SINDO...
Tiga Jurnalis SINDO Raih Juara Lomba Tulis dan Foto Telkomsel
Telkom Indonesia dan...
Telkom Indonesia dan SINDO Makassar Perpanjang Kerjasama
HUT ke-16, Ini Link...
HUT ke-16, Ini Link Registrasi Webinar Koran Sindo: Tren Bank Digital dan Geliat UMKM Go International
Indonesiasentris & Pembangunan...
Indonesiasentris & Pembangunan Seluruh Rakyat Indonesia
Berita Terkini
Celyna dan Rio Tampil...
Celyna dan Rio Tampil Mesra di The Last Stage Indonesian Idol XIV, Penonton Auto Baper
2 jam yang lalu
Indonesian Idol Season...
Indonesian Idol Season XIV The Last Stage Usung Konsep Unik, Juri Dinilai Langsung oleh Penonton
2 jam yang lalu
Kris Dayanti Enggan...
Kris Dayanti Enggan Ikut Campur Konsep Pernikahan Azriel Hermansyah, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Sering Dianggap Mirip,...
Sering Dianggap Mirip, Ini Perbedaan Vaksin Meningitis dan Japanese Encephalitis
11 jam yang lalu
Sudah 6 Bulan Tak Bertemu...
Sudah 6 Bulan Tak Bertemu Anak, Ruben Onsu Obati Rindu di Panti Asuhan
11 jam yang lalu
Disebut Tak Nafkahi...
Disebut Tak Nafkahi Anak, Ruben Onsu: Kalau Tidak Sanggup, Serahkan ke Saya!
12 jam yang lalu
Infografis
9 Kampus Terbaik RI...
9 Kampus Terbaik RI Jurusan Bisnis dan Manajemen Versi QS WUR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved