Akses Internet Tidak Merata

Selasa, 21 April 2015 - 10:08 WIB
Akses Internet Tidak...
Akses Internet Tidak Merata
A A A
Sebanyak 78,5% pengguna internet berada di wilayah Barat. Ini menunjukkan ketidakmerataan penggunaan internet di Indonesia.

Padahal, 38% penggunaan internet di Kawasan Indonesia Timur (KTI) justru untuk keperluan pendidikan. Hal itu diungkap oleh Ketua Puskakom UI Inaya Rakhmani, yang menyebut bahwa kendala utama pengguna internet di KTI adalah sinyal yang buruk. Padahal, infrastruktur broadband di KTI dibutuhkan untuk menopang akses informasi, berjejaring sosial, bahkan berjualan online yang dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di KTI yang jauh lebih rendah dibanding wilayah Barat.

Kebutuhan masyarakat KTI akan koneksi data broadband ini sudah nyata. Hal itu terlihat dari penetrasi jumlah internet terhadap jumlah penduduk di Sulawesi yang paling tinggi dibanding pulau lainnya, yakni mencapai 39 persen. Selain itu, pengguna internet di NTT, NTB, Maluku, dan Papua paling banyak mengakses internet selama satu jam per hari dibanding wilayah lain.

Menurut Ketua Asosisasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) Samuel Pangerapan, penyebaran penetrasi internet dipengaruhi oleh dua faktor. Yakni daya beli masyarakat dan kesiapan jaringan atau infrastruktur.

”Bila infrastruktur serat optik dan layanan broadband sudah tersedia di KTI, saya yakin industri broadband akan meningkat karena penyedia jasa internet (ISP) akan berbisnis disana,” katanya. Dampak lain, lanjut Samuel, tentu saja mendorong pertumbuhan ekonomi. ”Bank Dunia menyebut bahwa penetrasi broadband yang mencapai 10 persen akan mendorong peningkatan PDB 1,38 persen,” ungkapnya.

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono mengatakan, wilayah Indonesia yang secara geografis amat luas dan berjauhan memang menyulitkan pembangunan infrastruktur jaringan broadband. Belum lagi cakupan wilayah yang sangat besar dan jumlah penduduk relatif sedikit.

Untuk itu, cara yang paling masuk akal untuk mewujudkannya adalah menggelar jaringan kabel serat optik di darat yang menjangkau kecamatan di seluruh tanah air, untuk lantas dikombinasikan dengan jaringan radio yang lebih feasible untuk wilayah luas namun dengan kepadatan penduduk rendah. PT Telkom memang sudah berencana menggelar jaringan serat optik yang menghubungkan Manado- Maluku-Papua. Tapi, menurut Nonot, pemerintah juga tetap butuh pihak swasta untuk berinvestasi di KTI.

”Pemerintah harus menjamin swasta tidak rugi berinvestasi di KTI, salah satunya menggunakan data kontribusi pelayanan universal (USO) yang senilai Rp1,8 triliun per tahun untuk menutup biaya operasional penyediaan akses broadband di KTI,” paparnya.

Nonot membayangkan kedepannya sekolah di pedalaman bisa melakukan video conference dengan guru di Jakarta. Begitupun rumah sakit atau puskesmas yang juga langsung dapat berkomunikasi dengan dokter di Jakarta. ”Bayangkan efisiensi yang didapat,” ungkapnya.

Danang arradian
(ars)
Berita Terkait
Prof. Suryanegara: Jadilah...
Prof. Suryanegara: Jadilah Master, Bukan Hamba Gadget! Pesan Penting untuk Remaja
Tips Memilih Gadget...
Tips Memilih Gadget Paling Hemat dan Sesuai Kebutuhan di 2023
Salah Kaprah Sinar Biru...
Salah Kaprah Sinar Biru Gadget Berbahaya Bagi Mata, Ini Faktanya!
Atasi Kecanduan Gadget...
Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak, Algorithmics Kenalkan Pembelajaran Pemrograman
Mengetahui Apa itu Blue...
Mengetahui Apa itu Blue Light di Gadget dan Bahayanya untuk Mata
Cara Mengubah HP Jadi...
Cara Mengubah HP Jadi Mikrofon, Ternyata Mudah!
Berita Terkini
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
15 menit yang lalu
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
2 jam yang lalu
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
3 jam yang lalu
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama CEO Who Killed My Father di V+Short, Misi Jurnalis Bongkar Kejahatan CEO Berkuasa
3 jam yang lalu
Clara Shinta Resmi Laporkan...
Clara Shinta Resmi Laporkan Mantan Suami soal Dugaan Fitnah Titipan Uang Rp13 M
4 jam yang lalu
Bukan Hantu, Monster...
Bukan Hantu, 'Monster Pabrik Rambut' Sajikan Horor dari Dunia Kerja yang Melelahkan
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved