Kolaborasi Ibu-Anak Bangun Bisnis Painting

Kamis, 23 April 2015 - 08:15 WIB
Kolaborasi Ibu-Anak...
Kolaborasi Ibu-Anak Bangun Bisnis Painting
A A A
PASANGANibu dan anak ini dapat dikatakan sebagai Kartini dua generasi. Mereka memperoleh kesuksesan di bidang keprofesionalan yang digeluti bersama.

Bahkan antara ibu dan anak ini mampu berkolaborasi untuk mengembangkan bisnis yang ditekuni kini, Y & D Painting. Air cucuran jatuh tak jauh dari atapnya. Begitulah ungkapan yang dapat disempatkan pasangan ibu dan anak ini. Terlahir dari keluarga yang menggeluti seni, membuat sangat buah hati terjun di bidang sama, yakni painting artict. Yulie Nasution Grillon sebagai seniman yang sukses di bidang painting.

Pernah menjadi None Jakarta 1987 Yulie terus mengembangkan bakatnya menjadi penggiat seni lukis. Dalam mengekplorasi ide-ide kreatifnya, Yulie memilih pemikiran berbeda dengan pelukis lainnya. Dia lebih menekuni lukis dengan cat air dan terakhir menumpahkan semua ide seni lukis ke medium Porcelain. Sehingga karya seninya lebih banyak ditemui di tea, coffee dan dinner set berbahan porcelain yang tentunya dengan design packagingnya yangexclusivedan menarik.

Bisnis ini dilakoni Yulie bersama anak sulungnya, Dara Setyohadi dengan brand Y&D Setyohadi Porcelain Painting for tea, coffee & dinner set. Bisnis ini bukan satu-satunya bagi Yulie. Selain itu dia juga aktif mengembangkan sekolah seni lukis untuk anak, event organizer pameran lukisan dan lain sebagainya.

Sehingga beragam kesibukannya itu sangat menyita waktu. “Kegiatan saya sangat padat. Sepertinya waktu 24 jam sehari tidak cukup. Namun itu kenyataannya saya harus berpandai memanfaatkan waktu ini. Sebagian banyak juga saya serahkan ke Dara (anaknya),” ujarnya. Mampunya wanita kelahiran Bandung itu menggandeng anaknya dalam bisnis painting artistic bukan suatu kebetulan ataupun memaksa untuk “mencetak” anak agar bisa menitiskan apa yang digeluti selama ini.

Akan tetapi secara tak langsung atas pengaruh dari lingkungan dan apa yang dilihat seharisehari. “Saya tidak memaksa anak saya untuk menerusi bidang saya tekuni sekarang. Saya mempersilakan mereka mengembangkan bakat masing-masing untuk menemukan jati dirinya. Kalau pun memang ada yang sama itu karena keinginan sendiri dan apa yang dilihat sejak kecil dan tumbuh hingga besar,” papar ibu tiga anak itu.

Sebagai anak sulungnya, Adindara Jelita Setyohadi atau yang lebih sering disapa Dara Setyohadi mengaku sangat mencintai dunia kreatif seni lukis. Hal itu diilhami karena lingkungan yang didapatkan setiap hari penuh denga studio lukisan. Ketika kecil, Dara selalu melihat ibu selalu bergelut dengan kanvas, cat, kuas dan sebagainya di dalam studio lukisan. Keseharian sang Kartini itu membuatnya ikut tertarik seperti apa kenikmatan dari lukisan.

Perlahan-lahan dia memainkan kuas di kanvas dan melukis gambar yang ada dalam pikirannya. Kegemeran itu perlahan-lahan membuat kemampuannya terasah. Lambat laun semua menjadi kebiasaan. Katanya melukis itu mengalir secara alami. “Natural aja dan senang,” tegasnya. Kendati memiliki kemampuan dalam seni lukis, Dara lebih memfokuskan dirinya di bidang interior design.

Bidang ini mengkombinasikan seni lukis yang didapatkan sewaktu kecil dan ilmu arsitektur di semasa kuliah. Kemampuannya itu membuat dirinya mendapatkan banyak job tentang rencangan interior properti dan lain sebagainya. “Desain saya lebih banyak pada aliran klasik modern,” ujarnya. Di samping itu Dara juga menggeluti bisnis restoran di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Ke depan banyak bisnis yang akan diterjuni oleh Dara.

Menurutnya, apa yang dilakoni di bidang seni lukis dan design tidak terlepas dari dukungan dari sang Ibu. Tanpa dukungan Yulie, dirinya tidak bisa lebih maju dari sekarang. Kendati demikian, dirinya berusaha untuk menjalankan bisnis dengan sendiri tanpa harus ikut campur tangan orang tua.

“Kalaupun mama memberikan arahan. Itu hal yang biasa. Saya bersyukur sekali memiliki orang tua memahami bisnis yang ditekuni. Sehingga ada tempat bertanya,” tandasnya.

Ilham safutra
(ars)
Berita Terkait
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Sebut TKW Mirip Lipsus Orde Baru, Bakal Merembet ke Lembaga Lain
Berita Terkini
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
8 jam yang lalu
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
8 jam yang lalu
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
8 jam yang lalu
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
9 jam yang lalu
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
10 jam yang lalu
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
10 jam yang lalu
Infografis
Pendidikan Sugiono,...
Pendidikan Sugiono, Anak Ideologis Prabowo yang Jadi Sekjen Gerindra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved