alexa snippet
kho-ping-hoo-suling-emas-jilid-19-bagian-4

Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 19 Bagian 4

Kim-mo Taisu mengangguk-angguk, akan tetapi tidak menjawab apa-apa. Baginya, perasaan dendam itu tidak ada dan tak dapat ia merasai atau mengerti apa yang diutarakan isterinya itu, karena ia sendiri tidak pernah melibatkan diri dengan urusan negara.

read more
kho-ping-hoo-suling-emas-jilid-19-bagian-3

Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 19 bagian 3

Gin Lin tersenyum dengan air mata masih bercucuran, lalu menggandeng tangan anak itu. Eng Eng, dia ini ayahmu, Nak. Kwee-koko, setelah kau pergi, aku... aku melahirkan anak ini. Hanya karena dialah maka aku merobah tekadku untuk mati di Neraka Bumi, aku membawanya keluar mencarimu. Dia ini anakmu, Kwee-koko.

read more
kho-ping-hoo-suling-emas-jilid-19-bagian-2

Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 19 Bagian 2

Terpaksa ia melepaskan cambuknya yang melibat tubuh lawan dan bergulingan ke belakang! Memang Kim-mo Taisu juga hanya menggunakan siasat agar terlepas dari libatan cambuk, maka ia tidak mengejar karena pada saat itu, pedang di tangan Pouw Kee Lui sudah menyerangnya dengan ganas sekali, disusul pula hantaman tongkatnya. Kim-mo Taisu cepat menangkis pedang dan tongkat. Oleh dorongan hawa sakti dari tubuh mereka, ketiga senjata ini melekat, saling mengisap dan saling membetot.

 

read more
kho-ping-hoo-suling-emas-jilid-19-bagian-1

Kho Ping Hoo, Suling Emas Jilid 19 Bagian 1

Marahlah tiga orang itu, terutama sekali Ban-pi Lo-cia. Beberapa tahun yang lalu, ia masih dapat mengatasi kepandaian Kim-mo-eng, dan selama ini kepandaiannya sendiri tidak berkurang, sungguhpun tenaga dalam dan hawa sakti di dalam tubuhnya tentu tidak memperoleh kemajuan karena terlalu menuruti nafsu birahinya yang tak kunjung padam. Namun ia merasa lebih unggul daripada seorang lawan semuda Kim-mo-eng yang kini menjadi Kim-mo Taisu.

read more
more
Top