2 Tahun Terhalang Pandemi, Karya Ngenteg Linggih Kembali Digelar untuk Lestarikan Adat dan Budaya Bali

Rabu, 29 Maret 2023 - 17:17 WIB
Karya Ngenteg Linggih, sebuah ritual yang dilakukan oleh masyarakat Bali untuk mempersembahkan penghormatan kepada para dewa dan leluhur, akhirnya bisa kembali digelar setelah ditunda selama lebih dari dua tahun karena pandemi Covid-19. Foto/Istimewa
TABANAN - Karya Ngenteg Linggih, sebuah ritual yang dilakukan oleh masyarakat Bali untuk mempersembahkan penghormatan kepada para dewa dan leluhur, akhirnya bisa kembali digelar setelah ditunda selama lebih dari dua tahun karena pandemi Covid-19. Ritual yang dilakukan di pura atau kuil ini merupakan bagian dari upacara besar dalam agama Hindu yang di Bali dikenal sebagai "Odalan".

Sebagai tindakan nyata dalam melestarikan adat, agama, dan budaya, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta jajaran pemerintah, menghadiri Uleman Upacara Karya Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan dan Mepedudusan Agung di Pura Dalem Panti, Banjar Kuwum Ancak, Desa Adat Kuwum, Kecamatan Marga, pada Selasa (28/3/2023).



Dana yang digunakan untuk pembangunan pura berasal dari sumbangan para keturunan warga yang dihimpun dari 75 kepala keluarga, dana punia, dan penggalian dana. Pada hari itu, beberapa pejabat pemerintah juga hadir. Antara lain anggota DPRD Provinsi I Ketut Purnaya, Ketua DPRD Tabanan, Sekda Tabanan, Kepala OPD yang terkait dengan pembangunan pura, Camat Marga beserta Perbekel dan Bendesa Adat. Kehadiran para pejabat tersebut mendapat sambutan yang hangat dari warga Desa Adat Kuwum.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya terhadap Bendesa Adat dan kekompakan masyarakat dalam memperjuangkan pelestarian adat, agama, serta budaya,” kata Bupati Sanjaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!