Dari Pembalap ke Content Creator, Dika Bj: Hobi Jadi Hoki
Kamis, 15 Juni 2023 - 07:07 WIB
Dika Bj mencuri perhatian netizen berkat konten-konten komedi yang ditampilkannya, khususnya di YouTube. Foto/Istimewa
JAKARTA - Dika Bj mencuri perhatian netizen berkat konten-konten komedi yang ditampilkannya, khususnya di YouTube. Banting setir dari profesi pembalap menjadi kreator konten, Dika Bj menganggap pekerjaan ngontennya sebagai hobi dan hoki.
Bagaimana tidak. Dika Bj terjun ke dunia YouTube awalnya hanya iseng dan coba-coba. Dengan menggandeng empat kru, pria bernama lengkap Slamet Fandika ini mulai membuat sejumlah video untuk di-upload di kanal YouTubenya.
"Ternyata dalam satu tahun sudah bisa dapat 1 juta subscriber," kata Dika Bj.
Dika sebelumnya berprofesi sebagai pembalap motor. Nama pria kelahiran Malang pada 8 September 1992 ini sudah cukup terkenal sebagai pembalap di Jawa Timur, kampung halamannya. Namun, lagi-lagi pandemi Covid-19 yang muncul di Indonesia pada awal Maret 2020, membuat banyak aktivitas terhenti.
Begitu pun yang dialami oleh Dika Bj. Sejak pandemi merebak, Dika semakin aktif ngonten. Alhasil, dunia balap pun rela ditinggalkannya.
"Balapan sudah nggak potensial, tambah usia dan kebutuhan juga. Sementara peluang jadi content creator menggiurkan. Makanya saya rambah, coba-coba, dan berhasil," ungkap Dika.
Bagaimana tidak. Dika Bj terjun ke dunia YouTube awalnya hanya iseng dan coba-coba. Dengan menggandeng empat kru, pria bernama lengkap Slamet Fandika ini mulai membuat sejumlah video untuk di-upload di kanal YouTubenya.
"Ternyata dalam satu tahun sudah bisa dapat 1 juta subscriber," kata Dika Bj.
Dika sebelumnya berprofesi sebagai pembalap motor. Nama pria kelahiran Malang pada 8 September 1992 ini sudah cukup terkenal sebagai pembalap di Jawa Timur, kampung halamannya. Namun, lagi-lagi pandemi Covid-19 yang muncul di Indonesia pada awal Maret 2020, membuat banyak aktivitas terhenti.
Begitu pun yang dialami oleh Dika Bj. Sejak pandemi merebak, Dika semakin aktif ngonten. Alhasil, dunia balap pun rela ditinggalkannya.
"Balapan sudah nggak potensial, tambah usia dan kebutuhan juga. Sementara peluang jadi content creator menggiurkan. Makanya saya rambah, coba-coba, dan berhasil," ungkap Dika.
Lihat Juga :