Waspada! Hepatitis B Tidak Bergejala tapi Ancam Jiwa
Rabu, 29 Juli 2020 - 08:00 WIB
Sekitar 95% penularan hepatitis B adalah secara vertikal, yaitu dari ibu yang positif hepatitis B ke bayi yang dilahirkannya. Foto Ilustrasi/Freepik
JAKARTA - Masalah hepatitis di Indonesia masih teramat besar. Negara ini memiliki kasus hepatitis B terbanyak dibanding kasus jenis hepatitis lain.
“Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, menyerang organ hati hingga menimbulkan penyakit akut dan kronis,” kata Dr. dr. Andri S Sulaiman, SpPD-KGEH, FINASIM, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dalam Webinar Kalbe Serukan Deteksi Dini Hepatitis B dalam Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, belum lama ini.
Menurut Ketua PPHI-PEGI Cabang Makassar dr. Fardah Akil, SpPD-KGEH, FINASIM, virus hepatitis B bisa ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh pengidap hepatitis B. (Baca Juga: Edukasi soal SKM Penting untuk Berantas Stunting )
“Adapun untuk gejala serta tanda hepatitis B tidak spesifik, dan sebagian besar penderita tidak mengalami gejala saat awal infeksi,” ujar dr. Fardah.
Cara terbaik untuk diagnosis hepatitis B adalah melakukan tes darah. Jika seseorang tidak terinfeksi, diharapkan untuk melakukan vaksinasi hepatitis. Namun, jika terinfeksi, maka bisa menjalani pengobatan.
Program nasional dalam pencegahan dan pengendalian virus hepatitis B saat ini fokus pada pencegahan penularan ibu ke anak karena sekitar 95% penularan hepatitis B adalah secara vertikal, yaitu dari ibu yang positif hepatitis B ke bayi yang dilahirkannya.
“Hepatitis B merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, menyerang organ hati hingga menimbulkan penyakit akut dan kronis,” kata Dr. dr. Andri S Sulaiman, SpPD-KGEH, FINASIM, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dalam Webinar Kalbe Serukan Deteksi Dini Hepatitis B dalam Peringatan Hari Hepatitis Sedunia, belum lama ini.
Menurut Ketua PPHI-PEGI Cabang Makassar dr. Fardah Akil, SpPD-KGEH, FINASIM, virus hepatitis B bisa ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh pengidap hepatitis B. (Baca Juga: Edukasi soal SKM Penting untuk Berantas Stunting )
“Adapun untuk gejala serta tanda hepatitis B tidak spesifik, dan sebagian besar penderita tidak mengalami gejala saat awal infeksi,” ujar dr. Fardah.
Cara terbaik untuk diagnosis hepatitis B adalah melakukan tes darah. Jika seseorang tidak terinfeksi, diharapkan untuk melakukan vaksinasi hepatitis. Namun, jika terinfeksi, maka bisa menjalani pengobatan.
Program nasional dalam pencegahan dan pengendalian virus hepatitis B saat ini fokus pada pencegahan penularan ibu ke anak karena sekitar 95% penularan hepatitis B adalah secara vertikal, yaitu dari ibu yang positif hepatitis B ke bayi yang dilahirkannya.
Lihat Juga :