CERMIN: Teror Itu

Rabu, 16 Agustus 2023 - 16:09 WIB
Serial Hijack menggambarkan usaha seorang negosiator yang dibintangi Idris Elba dalam menangani teroris. Foto/Apple TV
JAKARTA - Tahun 2001. Amerika diserang. Dua pesawat berpenumpang penuh ditabrakkan ke dua gedung pencakar langit di New York. Tak ada firasat apa pun pada pagi yang cerah itu. Tapi kita tahu setelah teror itu, Amerika tak akan lagi sama.

Serangan teroris pada 11 September 2001 itu adalah sebuah pertunjukan. Juga pernyataan. Atas tujuan apa pun, keduanya dilakukan secara spektakuler agar seluruh dunia melihatnya. Kita tahu pertunjukan sekaligus pernyataan sebesar itu memang diniatkan untuk merenggut sebanyak mungkin nyawa. Lebih dari 3000 orang tewas pada hari itu.



Baca Juga: CERMIN: Setelah Qodrat dan Inang Tahun Lalu, Apa Pencapaian Film Horor Lokal Tahun Ini?

Serangan tersebut adalah sebuah pernyataan politik bagi Amerika. Sebuah pukulan telak yang sejatinya diniatkan agar Amerika bisa melihat kembali kebijakan politik yang selama ini dikajinya. Meski harganya semahal 3000 nyawa, Amerika rupanya bergeming.

Namun teror di atas pesawat berisi lebih dari 200 penumpang yang melaju dari Dubai ke London dalam serial Hijackbukanlah sebuah pernyataan politik. Ia murni sebuah kepentingan ekonomi dan tak menyerang kebijakan politik sebuah negara. Justru itu mungkin terasa lebih mengerikan dibanding teror sejenis yang terjadi sebelumnya.



Foto: Apple TV

Tak ada 'niat mulia' di balik teror itu. Tak ada iming-iming surga bagi para pelakunya. Tapi para penumpang, juga penonton, sempat mengira bahwa teror itu juga sebuah pertunjukan sebagaimana teror-teror lainnya. Tapi ternyata tidak. Serial tujuh episode yang tayang di Apple TV itu menawarkan perspektif tak terduga dari sebuah terorisme. Dan kita terhenyak.

Hijackbekerja efektif sebagai sebuah thriller, dengan menempatkan Idris Elba di tengah pusaran masalah. Ia, Sam Nelson, adalah seorang negosiator bisnis yang selalu diterjunkan oleh perusahaan besar ketika kesepakatan bisnis mengalami deadlock. Tapi Sam tak pernah sekali pun berpikir akan berada di tengah-tengah masalah terberat selama hidupnya: menjadi negosiator dalam sebuah aksi terorisme.

Hijackmenggempur penonton tanpa memberi napas sedikit pun selama kurang lebih tujuh jam. Menariknya adalah skenario dengan cerdik membongkar kisah-kisah di balik para tokoh-tokoh yang ada di pesawat itu. Bagaimana Sam yang sedang mengalami masalah dengan mantan istrinya, bagaimana sang pilot yang berselingkuh dengan pramugari, juga mengulas bagaimana hubungan antara sesama teroris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!