YABB dan Slank Gelar Penggalangan Dana untuk Pekerja Harian Terdampak Covid-19

Rabu, 29 April 2020 - 19:11 WIB
Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) bersama Kitabisa dan Slank membuka penggalangan dana untuk para pekerja harian yang terdampak Covid-19 melalui Gerakan Sumbang Suara. (Dok. YABB)
Para pekerja harian, seperti pedagang asongan, musisi jalanan, pengemudi ojek online, supir angkutan umum hingga puluhan sector informal lainnya mengalami penurunan penghasilan akibat pandemi Covid-19. Untuk membantu meringankan beban mereka, Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) yang didirikan oleh Gojek berkolaborasi dengan Kitabisa dan Slank membuka penggalangan dana melalui Gerakan Sumbang Suara.

Sumbang Suara terinspirasi oleh para pekerja harian yang penghasilannya berkurang ketika sepinya jalanan, tapi mereka terus bekerja keras tanpa keluh kesah. Karena itu, di masa pandemi ini, YABB ingin memperluas jangkauan bantuan kepada mereka yang menggantungkan hidup pada penghasilan sehari-hari, namun harus kehilangan penghasilan dan pekerjaan karena sepinya jalanan.



"Oleh karena itu kami tergerak untuk mengajak masyarakat sekalian dari seluruh penjuru Indonesia untuk bisa ikut membantu melalui gerakan Sumbang Suara ini, suatu gerakan penggalangan dana yang diinisiasi oleh Yayasan Anak Bangsa Bisa dan didukung oleh Kitabisa dan juga oleh Slank," kata Ketua Yayasan Anak Bangsa Bisa, Monica Oudang saat jumpa pers, Rabu (29/4).

Target untuk penggalangan dana ini mencapai Rp15 miliar, yang mana dilakukan dari tanggal 29 April hingga 30 Juni 2020. Nantinya, dana yang terkumpul akan disalurkan melalui bantuan berupa sembako untuk pekerja harian di berbagai kota di Indonesia. Sementara, donasi bisa diberikan melalui Kitabisa atau aplikasi Gojek.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!