Pentingnya Penerapan Mind Mapping dalam Tumbuh Kembang Anak
Kamis, 30 April 2020 - 02:42 WIB
Pengaplikasian Mind Mapping yang baik bisa membantu anak dalam menyusun strategi dengan sistematis. / Foto: ilustrasi/Welcome to the Jungle
JAKARTA - Tidak dapat dimungkiri bahwa masa di rumah saja menyebabkan berbagai kondisi yang tidak menentu dan mengkhawatirkan bagi orangtua dan anak. Pasalnya, mereka harus beradaptasi dengan ritme keseharian yang baru, termasuk bertambahnya peran orangtua dalam mengasuh anak.
Terlepas dari situasi yang mengharuskan kondisi tersebut, periode ini justru memberikan bonus waktu kebersamaan orang tua dan anak yang bermanfaat positif bagi masa depan anak. Dan salah satu yang bisa diterapkan agar anak menjadi tangguh di masa depan adalah Mind Mapping.
Psikolog dan Co-Founder Rumah Konsultasi Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, M. Psi, memaparkan, Mind Mapping merupakan salah satu cara mengelola informasi dan mengatur strategi melalui pemetaan pikiran. Hal itu bisa membantu mengorganisir informasi, memudahkan daya tangkap dan ingat otak dalam memproses informasi, dan meningkatkan engagement seseorang dalam proses belajar.
"Sebelum diterapkan pada anak, orang tua perlu melatih Mind Mapping pada diri sendiri. Penting disadari bahwa orang tua dengan mindset positif dapat menciptakan interaksi menyenangkan dengan anak. Ketika anak nyaman dan bahagia, maka saraf-saraf dalam otak anak akan terkoneksi dengan baik," ungkap Saskhya saat media workshop virtual bersama Cerebrofort, baru-baru ini.
Contoh konsep Mind Mapping bagi orang tua adalah membuat struktur jelas dengan semua pihak di rumah, mulai dari jadwal hingga lokasi belajar atau bekerja. Kemudian, kerja sama pembagian tugas dengan pasangan atau pengasuh anak, mengatur ekspektasi, dan salah satu hal terpenting adalah selfcare atau me time sebagai apresiasi untuk diri sendiri dan mengembalikan semangat.
"Dengan Mind Mapping, orang tua memiliki gambaran yang jelas situasi di hari itu, potensi masalah yang terjadi, dan siap membentuk alternatif solusi agar semua tetap kondusif terutama dalam hal interaksi bersama anak," ujar Saskhya.
Terlepas dari situasi yang mengharuskan kondisi tersebut, periode ini justru memberikan bonus waktu kebersamaan orang tua dan anak yang bermanfaat positif bagi masa depan anak. Dan salah satu yang bisa diterapkan agar anak menjadi tangguh di masa depan adalah Mind Mapping.
Psikolog dan Co-Founder Rumah Konsultasi Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, M. Psi, memaparkan, Mind Mapping merupakan salah satu cara mengelola informasi dan mengatur strategi melalui pemetaan pikiran. Hal itu bisa membantu mengorganisir informasi, memudahkan daya tangkap dan ingat otak dalam memproses informasi, dan meningkatkan engagement seseorang dalam proses belajar.
"Sebelum diterapkan pada anak, orang tua perlu melatih Mind Mapping pada diri sendiri. Penting disadari bahwa orang tua dengan mindset positif dapat menciptakan interaksi menyenangkan dengan anak. Ketika anak nyaman dan bahagia, maka saraf-saraf dalam otak anak akan terkoneksi dengan baik," ungkap Saskhya saat media workshop virtual bersama Cerebrofort, baru-baru ini.
Contoh konsep Mind Mapping bagi orang tua adalah membuat struktur jelas dengan semua pihak di rumah, mulai dari jadwal hingga lokasi belajar atau bekerja. Kemudian, kerja sama pembagian tugas dengan pasangan atau pengasuh anak, mengatur ekspektasi, dan salah satu hal terpenting adalah selfcare atau me time sebagai apresiasi untuk diri sendiri dan mengembalikan semangat.
"Dengan Mind Mapping, orang tua memiliki gambaran yang jelas situasi di hari itu, potensi masalah yang terjadi, dan siap membentuk alternatif solusi agar semua tetap kondusif terutama dalam hal interaksi bersama anak," ujar Saskhya.
Lihat Juga :