Disebut Terjadi di Lingkaran Presiden Jokowi, Apa Itu Toxic Relationship? Kenali Tanda-Tandanya!
Kamis, 02 November 2023 - 14:14 WIB
Toxic relationship belakangan ini terdengar di tengah-tengah pemerintahan Presiden Jokowi. Foto Ilustrasi/iStock
JAKARTA - Toxic relationship bukan kata-kata yang baru populer. Kata ini sudah sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Namun, biasanya kata toxic relationship digunakan dalam hubungan kekasih atau pertemanan. Baru-baru ini, kata toxic relationship juga terdengar di tengah-tengah pemerintahan Presiden Jokowi.
Hal tersebut bermula dari Politikus PDIP Aria Bima yang menyebut bahwa Presiden Jokowi masuk ke dalam hubungan toxic relationship karena terpapar virus orde baru.
“Kami tidak ingin toxic Orde Baru yang ada di lingkaran Pak Jokowi ini membawa pengaruh buruk terhadap Pak Jokowi. Kita akan ikut awasi," ucap Aria Bima, dikutip dari kanal YouTube Official iNews, Kamis (2/11/2023).
Baca Juga: Politikus PDIP Ungkap Ada Toxic Relationship di Sekitar Jokowi
Aria Bima mengatakan, hubungan yang tak sehat itu berujung pada penunjukan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai bakal cawapres Prabowo. Menurutnya, keputusan tersebut tidak sesuai dengan standar.
Selain itu, keputusan Gibran meninggalkan PDIP dinilai tidak beretika. Jalan Gibran menuju KPU juga sangat mulus berkat putusan Mahkamah Konstitusi yang diduga ada peran sang paman.
Hal tersebut bermula dari Politikus PDIP Aria Bima yang menyebut bahwa Presiden Jokowi masuk ke dalam hubungan toxic relationship karena terpapar virus orde baru.
“Kami tidak ingin toxic Orde Baru yang ada di lingkaran Pak Jokowi ini membawa pengaruh buruk terhadap Pak Jokowi. Kita akan ikut awasi," ucap Aria Bima, dikutip dari kanal YouTube Official iNews, Kamis (2/11/2023).
Baca Juga: Politikus PDIP Ungkap Ada Toxic Relationship di Sekitar Jokowi
Aria Bima mengatakan, hubungan yang tak sehat itu berujung pada penunjukan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai bakal cawapres Prabowo. Menurutnya, keputusan tersebut tidak sesuai dengan standar.
Selain itu, keputusan Gibran meninggalkan PDIP dinilai tidak beretika. Jalan Gibran menuju KPU juga sangat mulus berkat putusan Mahkamah Konstitusi yang diduga ada peran sang paman.
Lihat Juga :