Program 'Sarapan Lezat Bernutrisi' Serukan Pentingnya Makan Pagi Bernutrisi Seimbang bagi Anak-Anak

Rabu, 28 Februari 2024 - 06:30 WIB
Program Sarapan Lezat Bernutrisi BlueBand disampaikan secara online maupun offline dengan mengunjungi berbagai sekolah di wilayah Indonesia. Foto/Istimewa
JAKARTA - Sarapan dengan gizi seimbang merupakan langkah awal yang sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Sayang, kegiatan sarapan belum menjadi kebiasaan rutin setiap keluarga di Indonesia. Terlebih, kondisi terkini mengungkap bahwa 8 dari 10 anak Indonesia masih kekurangan asupan Omega 3. Padahal, Omega 3 dan Omega 6 telah terbukti secara ilmiah memiliki korelasi yang erat dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.

Sejalan dengan semangat Pekan Sarapan Nasional (PESAN) yang diperingati setiap tanggal 14-20 Februari, BlueBand menghadirkan program “Sarapan Lezat Bernutrisi” sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya sarapan bergizi, rutin, dan berimbang dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak Indonesia, sekaligus meluncurkan produk terbarunya, yakni BlueBand Kuliner sebagai solusi praktis para ibu dalam menyajikan sarapan lezat bernutrisi.



Presiden Direktur PT Upfield Consulting Indonesia Dicky Saelan menjelaskan, program “Sarapan Lezat Bernutrisi” dari BlueBand bertujuan untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat secara konsisten, terutama para ibu akan pentingnya sarapan dengan gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak yang optimal.

“Terlaksananya program “Sarapan Lezat Bernutrisi” BlueBand ini sejalan dengan visi perusahaan secara global dalam hal mendorong berbagai perubahan positif di masa depan, termasuk memerangi permasalahan gizi pada anak Indonesia. Tahun ini BlueBand berkomitmen untuk mengedukasi 500.000 anak di berbagai wilayah di Indonesia, dalam periode Januari-Desember 2024,” jelas Dicky melalui siaran pers belum lama ini.

Hal tersebut senada dengan hasil studi Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan) yang menemukan bahwa 60% anak Indonesia tidak sarapan sebelum berangkat sekolah. Selain itu, berdasarkan data Survei Diet Total (SDT) Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, sebanyak 66,8% anak sarapan dengan kualitas gizi rendah dan belum terpenuhi asupan vitamin dan mineralnya.

Menyikapi fakta tersebut, Ahli Gizi Esti Nurwanti, S.Gz, RD, MPH, Ph.D mengungkapkan, kondisi ini perlu kita sikapi bersama. Sebab dapat berpotensi mempengaruhi proses tumbuh kembang anak dan penyerapan ilmu di sekolah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!