Longsor di Tempat Wisata HeHa Waterfall Puncak, Sandiaga Tegaskan Pentingnya CHSE

Rabu, 13 Maret 2024 - 20:20 WIB
Menparekraf Sandiaga menyoroti longsor di tempat wisata HeHa Waterfall di Puncak. Bencana dipicu hujan dan tanah gembur ini terjadi pada Senin, 11 Maret 2024. Foto/dok Kemenparekraf
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyoroti longsor di tempat wisata HeHa Waterfall di Puncak, Bogor. Bencana yang dipicu hujan dan tanah gembur ini terjadi pada Senin, 11 Maret 2024.

Tempat wisata yang baru dibuka Oktober 2023 ini sedang diminati oleh masyarakat karena menjadi air terjun buatan pertama dan terbesar di Indonesia yang menawarkan sensasi berwisata di alam terbuka. Bahkan, HeHa Waterfall telah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).



Sandiaga mengimbau agar para pemilik destinasi wisata melakukan sertifikasi sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainablility (CHSE). Di mana turut memperhatikan aspek keamanan di setiap objek wisata.

"HeHa Waterfall ini menjadi salah satu destinasi wisata yang favorit. HeHa sendiri punya beberapa destinasi yang sangat hits. Saya selalu mengingatkan sertifikasi SNI CHSE itu untuk pemilik fasitas pariwisata harus dipatuhi," kata Sandiaga dalam acara Weekly Brief with Sandi Uno di Kemenparekraf, Jakarta, Rabu (13/3/2024).

Baca Juga: Sandiaga Uno Resmikan ADWI 2024, Optimalkan Potensi Desa Wisata

Sandiaga juga menekankan agar tempat wisata buatan yang berada di alam terbuka seperti HeHa Waterfall harus mengedepankan keamanan dan keselamatan. Ini karena rentan terhadap bencana alam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!