Mengenal Serangan Jantung seperti yang Dialami Donny Kesuma, Gejala dan Pencegahannya

Minggu, 17 Maret 2024 - 07:01 WIB
Donny Kesuma dilarikan ke rumah sakit akibat serangan jantung. Lalu, apa serangan jantung itu? Foto/ Instagram
JAKARTA - Donny Kesuma dilarikan ke rumah sakit akibat serangan jantung . Kondisinya masih belum sadarkan diri di ruang ICU. Lalu, seperti apa penyakit serangan jantung itu?

Serangan jantung , seperti dikutip mayoclinic, terjadi ketika aliran darah ke jantung sangat berkurang atau tersumbat.



Baca Juga: Donny Kesuma Dilarikan ke Rumah Sakit akibat Serangan Jantung, Belum Sadar di Ruang ICU

Penyumbatan tersebut biasanya disebabkan oleh penumpukan lemak, kolesterol dan zat lain di arteri jantung (koroner). Endapan lemak yang mengandung kolesterol disebut plak. Proses penumpukan plak disebut aterosklerosis.

Terkadang, plak bisa pecah dan membentuk gumpalan yang menghambat aliran darah. Kurangnya aliran darah dapat merusak atau menghancurkan sebagian otot jantung.

Jika plak pecah, bekuan darah bisa terbentuk. Gumpalan tersebut dapat menyumbat arteri, menyebabkan serangan jantung. Saat serangan jantung, kurangnya aliran darah menyebabkan jaringan di otot jantung mati.

Gejala serangan jantung

Gejala serangan jantung bermacam-macam. Beberapa orang memiliki gejala ringan. Yang lainnya memiliki gejala parah. Bahkan, beberapa orang tidak memiliki gejala.

Gejala umum serangan jantung meliputi:

Nyeri dada yang mungkin terasa seperti tertekan, sesak, nyeri, diremas atau ngilu

Nyeri atau ketidaknyamanan yang menyebar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang, gigi, atau terkadang perut bagian atas

Keringat dingin

Kelelahan

Sakit maag atau gangguan pencernaan

Sakit kepala ringan atau pusing mendadak

Mual

Sesak napas

Wanita mungkin mengalami gejala yang tidak lazim, seperti nyeri singkat atau tajam yang terasa di leher, lengan, atau punggung. Terkadang, gejala pertama serangan jantung adalah serangan jantung mendadak.

Beberapa serangan jantung menyerang secara tiba-tiba. Namun banyak orang yang sudah mengetahui tanda dan gejala peringatan beberapa jam, hari, atau minggu sebelumnya.

Nyeri atau tekanan di dada (angina) yang terus terjadi dan tidak hilang setelah istirahat mungkin merupakan tanda peringatan dini. Angina disebabkan oleh penurunan sementara aliran darah ke jantung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!