Sejarah Golawa, Goa di Purbalingga yang Viral karena Dijadikan Tempat Meeting dan Kerja Pengunjung
Kamis, 25 April 2024 - 05:50 WIB
Goa Lawa Purbalingga alias Golawa, sebuah spot wisata goa yang ada di Purbalingga, Jawa Tengah, viral di media sosial. Foto/Goalawapurbalingga.com
PURBALINGGA - Goa Lawa Purbalingga alias Golawa, sebuah spot wisata goa yang ada di Purbalingga, Jawa Tengah, viral di media sosial. Pasalnya, goa tersebut tak hanya dijadikan spot wisata, namun juga spot ‘meeting’ oleh beberapa pengunjung.
Meski begitu, Golawa tak seperti goa-goa pada umumnya, karena memiliki akses masuk yang terbilang sangat mudah lantaran telah direnovasi sedemikian rupa. Goa tersebut juga sudah memiliki beberapa anak tangga yang cukup lebar menuju pintu masuk. Bahkan, desain anak tangga tersebut tampak cukup menarik.
Lantas, bagaimana asal-usul Goa Lawa Purbalingga alias Golawa ini? Berikut ulasannya, dilansir dari situs resmi Goalawa Purbalingga, Kamis (25/4/2024).
Baca Juga: Viral! Goa Dijadikan Spot Meeting dan Bekerja Pengunjung, di Sini Lokasinya
Awal mula ditemukannya Goa Lawa dimulai pada masa di mana ada seorang warga bernama Ki Keli menguasai hutan yang banyak ditanami kopi. Hingga di masa penjajahan Belanda hutan tersebut dijadikan koffiee central atau sentral kopi.
Orang pribumi sendiri menyebutnya Kopi Santri. Hal itu dikatakan Danu Wikarta yang kala itu menjabat sebagai kepala desa siwarak tahun 1893-1946.
Meski begitu, Golawa tak seperti goa-goa pada umumnya, karena memiliki akses masuk yang terbilang sangat mudah lantaran telah direnovasi sedemikian rupa. Goa tersebut juga sudah memiliki beberapa anak tangga yang cukup lebar menuju pintu masuk. Bahkan, desain anak tangga tersebut tampak cukup menarik.
Lantas, bagaimana asal-usul Goa Lawa Purbalingga alias Golawa ini? Berikut ulasannya, dilansir dari situs resmi Goalawa Purbalingga, Kamis (25/4/2024).
Baca Juga: Viral! Goa Dijadikan Spot Meeting dan Bekerja Pengunjung, di Sini Lokasinya
Awal mula ditemukannya Goa Lawa dimulai pada masa di mana ada seorang warga bernama Ki Keli menguasai hutan yang banyak ditanami kopi. Hingga di masa penjajahan Belanda hutan tersebut dijadikan koffiee central atau sentral kopi.
Orang pribumi sendiri menyebutnya Kopi Santri. Hal itu dikatakan Danu Wikarta yang kala itu menjabat sebagai kepala desa siwarak tahun 1893-1946.
Lihat Juga :