Media Sosial Dorong Seseorang untuk Flexing, Mengapa Demikian?

Rabu, 15 Mei 2024 - 11:41 WIB
Media sosial merupakan istilah yang mengacu pada teknologi digital yang memungkinkan setiap orang saling terhubung, berinteraksi, hingga mengirimkan pesan. Ketidakbijakan dalam bermedsos dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Foto Ilustrasi/iStock
JAKARTA - Media sosial (medsos) merupakan istilah yang mengacu pada teknologi digital yang memungkinkan setiap orang saling terhubung, berinteraksi, hingga mengirimkan pesan. Ketidakbijakan dalam bermedsos dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Salah satunya adalah perilaku flexing.

Flexing identik dengan perilaku pamer atau menyombongkan diri, yang menurut Australian Institute of Professional Counsellors adalah "melebih-lebihkan atau membesar-besarkan sesuatu". Individu yang gemar pamer disebabkan karena kepercayaannya akan harta dan pencapaian yang akan membuat orang lain terkesan.



Belakangan ini viral di medsos, mahasiswa kedapatan memamerkan kekayaan di akun media sosial, padahal ia adalah penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Fenomena itu memicu perbincangan panas di kalangan netizen. Banyak yang mempertanyakan kelayakan mahasiswa tersebut sebagai penerima bantuan biaya KIP-K.

Baca Juga: Bentuk Jempol Mengungkap Kepribadian Asli yang Tersembunyi



Dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlanngga (Unair) Muhammad Noor Fakhruzzaman SKom MSc menyebut, algoritma medsos dapat memicu persepsi yang timpang terhadap suatu isu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!