Pernah Rasakan Gaji UMR, Soleh Solihun Minta Presiden Jokowi Batalkan Tapera
Rabu, 05 Juni 2024 - 20:47 WIB
Soleh Solihun kembali mengungkap keresahannya terkait program Tapera. Foto/ Instagram
JAKARTA - Soleh Solihun kembali mengungkap keresahannya terkait program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Dia pun meminta Presiden Jokowi membatalkan PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Tapera.
Soleh Solihun menyampaikan harapannya itu bukan berdasarkan asumsi pribadinya saja, tapi sudah banyak pakar yang merasa program Tapera tidak perlu dijalankan.
Baca Juga: Hitungan Tapera Bikin Soleh Solihun Bingung: 100 Tahun Nabung Bisa Dapet Rumah
“Halo Pak Presiden dan para pejabat yang bikin PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Tapera, tolong dong dipikirin lagi, dibatalin lah itu PP-nya. Kan udah banyak tuh ahli yang ngomong soal mengapa Tapera tidak sebaiknya dijalankan," ujar Soleh Solihun dikutip dari unggahan Instagram @solehsolihun, Rabu (5/4/2024).
Komika 44 tahun itu mengungkap pengalamannya yang pernah merasakan bertahan hidup dengan penghasilan yang terbilang pas-pasan. Rasanya begitu berat saat menghadapi situasi tersebut, terlebih jika penghasilan itu masih harus dipotong iuran Tapera. Belum lagi jika perusahaan tempat bekerja juga dibebankan iuran untuk Tapera. Tentu menimbulkan efek domino yang lagi-lagi bisa merugikan rakyat.
“Kalau saya cuma mau ngomong, saya 7,5 tahun pernah merasakan penghasilan se-UMR, atau sedikit di atas UMR, itu beda 100 (Rp100 ribu), 200 (Rp200 ribu), atau Rp50 ribu per bulan, kerasa. Ini tiba-tiba ditambah lagi, ada tabungan tapi wajib, tapi nabung, tapi wajib. Udah gitu kantor harus bayar 0,5%, wah, kalau kantornya tiba-tiba bilang kebanyakan pengeluaran harus di-PHK karyawannya, ah! Pusing, Pak,” ujar Soleh.
Soleh Solihun menyampaikan harapannya itu bukan berdasarkan asumsi pribadinya saja, tapi sudah banyak pakar yang merasa program Tapera tidak perlu dijalankan.
Baca Juga: Hitungan Tapera Bikin Soleh Solihun Bingung: 100 Tahun Nabung Bisa Dapet Rumah
“Halo Pak Presiden dan para pejabat yang bikin PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Tapera, tolong dong dipikirin lagi, dibatalin lah itu PP-nya. Kan udah banyak tuh ahli yang ngomong soal mengapa Tapera tidak sebaiknya dijalankan," ujar Soleh Solihun dikutip dari unggahan Instagram @solehsolihun, Rabu (5/4/2024).
Komika 44 tahun itu mengungkap pengalamannya yang pernah merasakan bertahan hidup dengan penghasilan yang terbilang pas-pasan. Rasanya begitu berat saat menghadapi situasi tersebut, terlebih jika penghasilan itu masih harus dipotong iuran Tapera. Belum lagi jika perusahaan tempat bekerja juga dibebankan iuran untuk Tapera. Tentu menimbulkan efek domino yang lagi-lagi bisa merugikan rakyat.
“Kalau saya cuma mau ngomong, saya 7,5 tahun pernah merasakan penghasilan se-UMR, atau sedikit di atas UMR, itu beda 100 (Rp100 ribu), 200 (Rp200 ribu), atau Rp50 ribu per bulan, kerasa. Ini tiba-tiba ditambah lagi, ada tabungan tapi wajib, tapi nabung, tapi wajib. Udah gitu kantor harus bayar 0,5%, wah, kalau kantornya tiba-tiba bilang kebanyakan pengeluaran harus di-PHK karyawannya, ah! Pusing, Pak,” ujar Soleh.
Lihat Juga :