Diera Nathania Membahas dari Kehidupan Sehari-hari hingga Isu Sosial di Jepang
Rabu, 28 Agustus 2024 - 12:00 WIB
Diera Nathania seorang kreator konten yang aktif di berbagai platform media sosial, kerap membagikan kesehariannya bersama suaminya di Jepang. Foto/MNC Media
JAKARTA - Diera Nathania seorang kreator konten yang aktif di berbagai platform media sosial, kerap membagikan kesehariannya bersama suaminya di Jepang. Kontennya kini semakin dikenal berkat konten-konten beragam yang mencakup aktivitas sehari-hari seperti beberes rumah dan berkebun, hingga topik sosial yang menarik perhatian.
Diera menyoroti fenomena perselingkuhan di Jepang, yang belakangan menjadi perbincangan hangat. Dalam konten tersebut, Diera mengupas budaya "fuzoku" di Jepang sebuah istilah yang sering dikaitkan dengan prostitusi namun sebenarnya memiliki nuansa berbeda. Diera terinspirasi dari konten Takashi in Japan di TikTok, yang mengungkap wawasan orang Jepang terkait fuzoku. Menurut penuturan Diera, mayoritas masyarakat Jepang tidak menganggap kunjungan ke fuzoku sebagai bentuk perselingkuhan karena tidak ada keterlibatan perasaan romantis.
Baca Juga: Rumah Baru dan Ruang Kerja Impian, Diera Nathania Tunjukkan Perjalanan Hidupnya di Jepang
Diera juga memberikan wawasan tentang perbedaan terminologi perselingkuhan di Jepang. Untuk mereka yang belum menikah, istilah "uaki" digunakan, sementara "furin" ditujukan bagi mereka yang sudah menikah. Menariknya, beban sosial untuk "furin" jauh lebih berat, karena dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai pernikahan di Jepang.
Diera menyoroti fenomena perselingkuhan di Jepang, yang belakangan menjadi perbincangan hangat. Dalam konten tersebut, Diera mengupas budaya "fuzoku" di Jepang sebuah istilah yang sering dikaitkan dengan prostitusi namun sebenarnya memiliki nuansa berbeda. Diera terinspirasi dari konten Takashi in Japan di TikTok, yang mengungkap wawasan orang Jepang terkait fuzoku. Menurut penuturan Diera, mayoritas masyarakat Jepang tidak menganggap kunjungan ke fuzoku sebagai bentuk perselingkuhan karena tidak ada keterlibatan perasaan romantis.
Baca Juga: Rumah Baru dan Ruang Kerja Impian, Diera Nathania Tunjukkan Perjalanan Hidupnya di Jepang
Diera juga memberikan wawasan tentang perbedaan terminologi perselingkuhan di Jepang. Untuk mereka yang belum menikah, istilah "uaki" digunakan, sementara "furin" ditujukan bagi mereka yang sudah menikah. Menariknya, beban sosial untuk "furin" jauh lebih berat, karena dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai pernikahan di Jepang.
Lihat Juga :