Pangeran William Diduga Suka Nonton Film Porno, Kate Middleton Merasa Malu
Minggu, 02 Februari 2025 - 05:43 WIB
Pangeran William diduga suka nonton film porno. Kebiasaan ini membuat Kate Middleton malu. Foto/ Lapresse
JAKARTA - Keluarga kerajaan Inggris tidak asing dengan skandal, tetapi laporan terbaru tentang dugaan ketertarikan Pangeran William pada film dewasa telah menambah lapisan drama lain pada masa yang sudah penuh gejolak bagi monarki.
Menurut RadarOnline.com, kegemaran calon raja terhadap konten yang cabul telah membuat istrinya, Kate Middleton, merasa malu dan marah. Pengungkapan ini muncul saat Putri Wales pulih dari tantangan kesehatannya sendiri, Raja Charles berjuang melawan kanker dan keluarga bergulat dengan kontroversi yang sedang berlangsung yang melibatkan Pangeran Andrew dan Pangeran Harry.
Baca Juga: Kate Middleton Diminta Tidak Ikut Campur Masalah Pangeran William dan Harry
Cerita ini bermula dari masa kuliah William di Universitas St. Andrews, tempat dia dilaporkan mengembangkan reputasi karena menyewa "komedi seks yang cabul" dari toko video lokal.
"Pangeran memiliki watak yang sangat cabul saat ia masih sekolah, dan itu terlihat dari kecintaannya pada komedi seks yang nakal," kata seorang informan kerajaan mengklaim soal William.
Menurut RadarOnline.com, kegemaran calon raja terhadap konten yang cabul telah membuat istrinya, Kate Middleton, merasa malu dan marah. Pengungkapan ini muncul saat Putri Wales pulih dari tantangan kesehatannya sendiri, Raja Charles berjuang melawan kanker dan keluarga bergulat dengan kontroversi yang sedang berlangsung yang melibatkan Pangeran Andrew dan Pangeran Harry.
Baca Juga: Kate Middleton Diminta Tidak Ikut Campur Masalah Pangeran William dan Harry
Cerita ini bermula dari masa kuliah William di Universitas St. Andrews, tempat dia dilaporkan mengembangkan reputasi karena menyewa "komedi seks yang cabul" dari toko video lokal.
"Pangeran memiliki watak yang sangat cabul saat ia masih sekolah, dan itu terlihat dari kecintaannya pada komedi seks yang nakal," kata seorang informan kerajaan mengklaim soal William.