Laba Bersih IRRA Melonjak 924,6%, Tumbuh Pesat di Sektor Kesehatan

Senin, 07 April 2025 - 15:30 WIB
PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), perusahaan distributor alat kesehatan di Indonesia mengumumkan hasil kinerja dan pencapaian keuangannya di tahun 2024. Foto/istimewa
JAKARTA - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), perusahaan distributor alat kesehatan di Indonesia mengumumkan hasil kinerja dan pencapaian keuangannya di tahun 2024. IRRA berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp 977.488.301.788, yang tumbuh signifikan hingga 40,38% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 696.303.792.495. Laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp 53.263.191.012 yang juga meningkat 924,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan margin laba bersih mencapai 5,45%. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan positif di seluruh segmen bisnis serta pengelolaan biaya operasional yang efisien.

Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk, Heru Firdausi Syarif, menilai bahwa kinerja perusahaan sepanjang tahun 2024 merupakan momentum pertumbuhan yang kuat. "Kami sangat senang dengan pencapaian kinerja yang kami raih di tahun ini. Berbagai inisiatif strategis telah berjalan sesuai dengan rencana dan melebihi target yang telah ditentukan sebelumnya, termasuk penambahan kemitraan baru dengan mitra bisnis yang memiliki potensi besar untuk memperluas jangkauan pasar," ungkap Heru.



IRRA berhasil mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan tingkat pencapaian sebesar 96,13%. Pencapaian ini menggarisbawahi konsistensi perusahaan dalam mencapai sasaran kinerja yang ambisius, yang didorong oleh pertumbuhan signifikan di berbagai segmen bisnis. Lebih lanjut, segmen Alat Kesehatan Elektronik Medik Steril memberikan kontribusi paling signifikan dengan pendapatan mencapai Rp 534.880.341.069.

Diikuti oleh segmen In Vitro Diagnostics yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp 351.940.992.988, sementara segmen produk Kesehatan lainnya menyumbang Rp 48.885.768.969 dan segmen Alat Kesehatan Non Elektronik Medik Steril berkontribusi sebesar Rp 41.781.198.762. Keseluruhan pencapaian ini didorong oleh tingginya permintaan di pasar alat kesehatan, yang menghasilkan penjualan sangat positif. Hal ini juga didukung oleh pengembangan beberapa lini bisnis baru yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Baca Juga: Alasan Menyedihkan Pangeran William Sewa Pengacara Perceraian, Bukan Ingin Pisah dari Kate

Pada akhir Desember 2024, arus kas IRRA tercatat mengalami defisit sebesar Rp64.697.980.768, yang disebabkan oleh strategi ekspansi bisnis yang tengah dijalankan perusahaan. Ekspansi ini berdampak pada peningkatan kebutuhan pendanaan operasional. Meskipun demikian, perusahaan terus melakukan pengelolaan kas secara hati-hati dan efektif untuk memastikan likuiditas tetap terjaga dengan baik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!