Pemkab Minahasa Utara Gencarkan Langkah Pencegahan DBD demi Lindungi Warga
Jum'at, 25 April 2025 - 06:30 WIB
Sebagai salah satu wilayah endemik dengue, Kabupaten Minahasa Utara mengalami peningkatan kasus dengue dalam tiga tahun terakhir. Foto/istimewa
JAKARTA - Sebagai salah satu wilayah endemik dengue, Kabupaten Minahasa Utara mengalami peningkatan kasus dengue dalam tiga tahun terakhir. Pada 2022 terdapat 116 kasus dengan 1 kematian, meningkat menjadi 404 kasus dengan 3 kematian pada 2023, dan meningkat lagi menjadi 800 kasus dengan 4 kematian pada 2024, dengan tingkat kejadian (Incidence Rate/IR) DBD di kabupaten ini pun selalu di atas target nasional, yaitu 10/100.000 penduduk.
Posisi kabupaten yang terletak di antara dua kota besar yaitu Manado dan Bitung, menyebabkan mobilitas penduduknya sangat tinggi, mempercepat terjadinya penularan virus dengue oleh Nyamuk Aedes Aegypti.
Sehubungan dengan hal tersebut, hari ini Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara bekerja sama dengan PT Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan penyakit dengue, serta tatalaksana skrining kanker serviks, kepada pemerintahan kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, organisasi perangkat daerah, serta dan tenaga kesehatan di puskesmas setempat.
Joune Ganda, Bupati Minahasa Utara, dalam sambutannya mengatakan, “DBD adalah penyakit akibat infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tingginya intensitas curah hujan memberikan peluang adanya tempat perindukan nyamuk ini seperti: adanya air hujan di ban bekas, ember tempat menampung air yang terbuka, dan lainnya. Penyakit DBD ditandai dengan beberapa gejala yang mirip dengan gejala infeksi virus pada umumnya, seperti sakit kepala, tidak enak badan, mual, dan demam. Namun, demam pada DBD memiliki pola khas yang disebut sebagai siklus pelana kuda. Kabar baiknya, DBD dapat dicegah. Pencegahan bisa dilakukan dengan memperkuat sistem imun untuk melawan serangan virus dengue, khususnya di Indonesia yang masih sangat rawan demam berdarah. Salah satu caranya adalah melalui pemberian vaksin DBD. Oleh karena itu, kami menyambut baik dan memberikan dukungan pada arahan Kementerian Kesehatan RI melalui Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (Stranas Dengue) 2021–2025, yang menjadi panduan komprehensif dalam upaya pengendalian dengue secara berkelanjutan di seluruh Indonesia. Sejalan dengan komitmen tersebut, hari ini kami melaksanakan sosialisasi tatalaksana skrining kanker serviks, serta pencegahan dengue melalui program vaksinasi yang bertujuan untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit DBD, sebagai bagian dari langkah nyata melindungi masyarakat Minahasa Utara,” paparnya.
Posisi kabupaten yang terletak di antara dua kota besar yaitu Manado dan Bitung, menyebabkan mobilitas penduduknya sangat tinggi, mempercepat terjadinya penularan virus dengue oleh Nyamuk Aedes Aegypti.
Sehubungan dengan hal tersebut, hari ini Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara bekerja sama dengan PT Bio Farma dan PT Takeda Innovative Medicines menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan penyakit dengue, serta tatalaksana skrining kanker serviks, kepada pemerintahan kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan, organisasi perangkat daerah, serta dan tenaga kesehatan di puskesmas setempat.
Joune Ganda, Bupati Minahasa Utara, dalam sambutannya mengatakan, “DBD adalah penyakit akibat infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tingginya intensitas curah hujan memberikan peluang adanya tempat perindukan nyamuk ini seperti: adanya air hujan di ban bekas, ember tempat menampung air yang terbuka, dan lainnya. Penyakit DBD ditandai dengan beberapa gejala yang mirip dengan gejala infeksi virus pada umumnya, seperti sakit kepala, tidak enak badan, mual, dan demam. Namun, demam pada DBD memiliki pola khas yang disebut sebagai siklus pelana kuda. Kabar baiknya, DBD dapat dicegah. Pencegahan bisa dilakukan dengan memperkuat sistem imun untuk melawan serangan virus dengue, khususnya di Indonesia yang masih sangat rawan demam berdarah. Salah satu caranya adalah melalui pemberian vaksin DBD. Oleh karena itu, kami menyambut baik dan memberikan dukungan pada arahan Kementerian Kesehatan RI melalui Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (Stranas Dengue) 2021–2025, yang menjadi panduan komprehensif dalam upaya pengendalian dengue secara berkelanjutan di seluruh Indonesia. Sejalan dengan komitmen tersebut, hari ini kami melaksanakan sosialisasi tatalaksana skrining kanker serviks, serta pencegahan dengue melalui program vaksinasi yang bertujuan untuk mengurangi tingkat keparahan penyakit DBD, sebagai bagian dari langkah nyata melindungi masyarakat Minahasa Utara,” paparnya.
Lihat Juga :