Air Mata Mama Bagas Comic 8 Tumpah di Bisikan Gaib, Robby Purba Bongkar Luka yang Tak Pernah Terucap
Jum'at, 30 Mei 2025 - 15:52 WIB
Air mata mama Bagas Comic 8 tumpah di Bisikan Gaib saat Robby Purba bongkar luka yang tak pernah terucap. Foto/Dok Robby Purba
JAKARTA - Episode terbaru “Bisikan Gaib” di kanal YouTube Robby Purba kembali menyajikan perpaduan emosi yang kuat antara tawa dan air mata. Kali ini, Robby menghadirkan komedian muda Bagas Comic 8 bersama sang ibu yang akrab disapa Mama yang juga dikenal publik melalui konten di media sosial. Tinggal di Bali, keduanya kerap membagikan konten komedi kehidupan sehari-hari. Namun, dalam episode ini, sisi lain dari kehidupan mereka diungkap.
Obrolan dimulai dengan suasana santai dan ringan. Namun, atmosfer berubah ketika Robby tiba-tiba menyinggung konflik antara Bagas dan Mama karena persoalan pekerjaan. Dengan tenang, Robby menyebutkan bahwa keduanya pernah bertengkar hebat karena tawaran kerja sama dengan suatu brand. Hal ini langsung dikonfirmasi oleh Mama yang mengakui bahwa pertengkaran tersebut memang benar terjadi.
Pada saat itu, mereka sedang berada dalam kondisi keuangan yang sulit. Mama sangat berharap Bagas menerima tawaran kerja tersebut. Namun, Bagas yang dikenal sebagai pribadi idealis, menolak tawaran tersebut karena merasa tidak sesuai. Di balik keputusannya itu, Bagas ternyata memendam banyak cerita yang tak pernah ia bagi, termasuk kepada ibunya sendiri.
Dalam pengakuannya, Bagas menyatakan bahwa ia sengaja menyimpan banyak kejadian yang ia alami karena tidak ingin menambah beban pikiran sang ibu. Ia merasa bertanggung jawab melindungi Mama dari rasa khawatir yang berlebihan. Namun, justru pada titik inilah percakapan menjadi semakin menyentuh. Mama pun mulai membuka perasaannya.
Obrolan dimulai dengan suasana santai dan ringan. Namun, atmosfer berubah ketika Robby tiba-tiba menyinggung konflik antara Bagas dan Mama karena persoalan pekerjaan. Dengan tenang, Robby menyebutkan bahwa keduanya pernah bertengkar hebat karena tawaran kerja sama dengan suatu brand. Hal ini langsung dikonfirmasi oleh Mama yang mengakui bahwa pertengkaran tersebut memang benar terjadi.
Pada saat itu, mereka sedang berada dalam kondisi keuangan yang sulit. Mama sangat berharap Bagas menerima tawaran kerja tersebut. Namun, Bagas yang dikenal sebagai pribadi idealis, menolak tawaran tersebut karena merasa tidak sesuai. Di balik keputusannya itu, Bagas ternyata memendam banyak cerita yang tak pernah ia bagi, termasuk kepada ibunya sendiri.
Dalam pengakuannya, Bagas menyatakan bahwa ia sengaja menyimpan banyak kejadian yang ia alami karena tidak ingin menambah beban pikiran sang ibu. Ia merasa bertanggung jawab melindungi Mama dari rasa khawatir yang berlebihan. Namun, justru pada titik inilah percakapan menjadi semakin menyentuh. Mama pun mulai membuka perasaannya.
Lihat Juga :