Waspada, Diare dan Konstipasi Jadi Masalah Pencernaan Anak di Indonesia

Rabu, 24 September 2025 - 10:00 WIB
Masalah pencernaan anak masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Foto/MNC Media
JAKARTA - Masalah pencernaan anak masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Menurut dr. Frieda Handayani, Sp.A, Subsp. GH(K), dua masalah utama yang sering ditemui adalah diare pada usia 1–3 tahun dan konstipasi atau sembelit. Ia menegaskan bahwa pola buang air besar bayi di bawah 6 bulan sangat bervariasi dan masih dianggap normal.

Namun, orang tua perlu waspada bila perut bayi tampak kembung, anak sering rewel seperti kesakitan, dan berat badannya tidak naik sesuai target. Lebih lanjut, dr. Frieda mengingatkan bahwa apa yang dikonsumsi ibu menyusui berpengaruh pada bayi.



Contohnya, konsumsi kafein berlebihan bisa membuat bayi sulit tidur. Ia juga meluruskan anggapan bahwa ASI pagi hanya boleh untuk pagi, dan ASI malam hanya boleh untuk malam. Menurutnya, kandungan nutrisi ASI memang berbeda tergantung jam, tetapi tidak ada masalah bila ASI pagi diberikan di malam hari.

Terkait penyebab utama diare pada anak usia 1–3 tahun, dr. Frieda menjelaskan bahwa 60–70 persen kasus disebabkan oleh rotavirus. Gejala yang muncul antara lain demam tinggi, mual, muntah, diare, dan dehidrasi.

Baca Juga: Rawi si Bocah 5 Tahun Juara Push Bike Internasional di Konten Terbaru Gritte Agatha

Cara pencegahannya adalah dengan vaksin rotavirus. Selain itu, bakteri, parasit, dan jamur juga bisa menyebabkan diare. Kebersihan lingkungan, pakaian, dan mainan anak menjadi faktor penting pencegahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!