Kemenkes dan Jerman Luncurkan ACTIVE 2.0 untuk Penanganan Kanker Serviks di Indonesia
Jum'at, 26 September 2025 - 12:43 WIB
Peluncuran Program ACTIVE 2.0 (Enhancing Cervical Cancer Treatment & Patient Recovery Across Southeast Asia). Foto/Istimewa.
JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI bersama dengan Kementerian Kerja Sama Ekonomi Federal Jerman (BMZ), Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, dan sejumlah rumah sakit terkemuka telah menjalin kemitraan untuk memperkuat penanganan kanker serviks di Indonesia.
Sebagai bagian dari kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jerman, Program ACTIVE 2.0 (Enhancing Cervical Cancer Treatment & Patient Recovery Across Southeast Asia) baru saja diluncurkan dalam rangka menyempurnakan prosedur radioterapi di berbagai rumah sakit, meningkatkan hasil perawatan pasien, dan memperkuat sistem layanan kanker secara nasional.
Baca juga: Inovasi Skrining Kanker Serviks Berbasis AI Mahasiswa UI dan ITB Raih Juara di Qatar
Program ini didukung oleh Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG), Elekta, The Federation of Asian Organizations for Radiation Oncology (FARO) difasilitasi oleh Asia Society for Social Improvement and Sustainable Transformation (ASSIST).
Empat rumah sakit rujukan nasional, yaitu RS Kanker Dharmais, RS Cipto Mangunkusumo, RS Sardjito, dan RSUP Dr. Mohammad Hoesin, telah ditunjuk sebagai Center of Excellence (CoE) dalam Project ACTIVE 2.0.
Keempat rumah sakit tersebut akan menjadi pusat pelatihan, pengembangan infrastruktur, dan penyedia dukungan pemulihan pasien. Kerja sama yang didukung oleh DEG Impulse dan Elekta ini berlangsung selama tiga tahun dan diharapkan dapat memperkuat kapasitas layanan kanker di Indonesia secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jerman, Program ACTIVE 2.0 (Enhancing Cervical Cancer Treatment & Patient Recovery Across Southeast Asia) baru saja diluncurkan dalam rangka menyempurnakan prosedur radioterapi di berbagai rumah sakit, meningkatkan hasil perawatan pasien, dan memperkuat sistem layanan kanker secara nasional.
Baca juga: Inovasi Skrining Kanker Serviks Berbasis AI Mahasiswa UI dan ITB Raih Juara di Qatar
Program ini didukung oleh Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG), Elekta, The Federation of Asian Organizations for Radiation Oncology (FARO) difasilitasi oleh Asia Society for Social Improvement and Sustainable Transformation (ASSIST).
Empat rumah sakit rujukan nasional, yaitu RS Kanker Dharmais, RS Cipto Mangunkusumo, RS Sardjito, dan RSUP Dr. Mohammad Hoesin, telah ditunjuk sebagai Center of Excellence (CoE) dalam Project ACTIVE 2.0.
Keempat rumah sakit tersebut akan menjadi pusat pelatihan, pengembangan infrastruktur, dan penyedia dukungan pemulihan pasien. Kerja sama yang didukung oleh DEG Impulse dan Elekta ini berlangsung selama tiga tahun dan diharapkan dapat memperkuat kapasitas layanan kanker di Indonesia secara berkelanjutan.
Lihat Juga :